Life in Technicolor – Cold Play

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Ketika mengawali tulisan ini, hari ini Jumat, 8 Agustus 2008, jam 22.21, masih berpakaian rapi habis dari acara pernikahannya teman, si Helmi. Sahabat ketika kuliah di Udayana. Selamat ya helmi, pasti nanti malam, agak maleman dikit lah, katanya orang-orang, akan terjadi dentuman 2 kutub. Halah hehehe.

Perut melembung, karena di acara tadi saya mengeluarkan jurus aji mumpyung. Sendok sana, sendok sini. Nasinya sih sedikit, tapi ketika item-item lain diletakkan dalam satu piring, tengok kanan dan kiri, waduh, piring saya ternyata lebih melembung daripada milik orang lain. Halah, jurus aji tadi saya keluarkan. Lolos dah, bergabung ma viar. Sebelumnya, dah santap sepiring siomay dan soto bandung. Humm, sekarang -tarik nafas .. tarik jabriix- berusaha mengumpulkan pixel-pixel konsentrasi untuk menuliskannya disini.

Yang jelas, kepala berat, pinggang ngilu, malas menoleh, mata sepat perih, seperti ada pemberat nongkrong di dalam kepala. Tapi raga saya mengatakan untuk tetap tinggal didepan laptop. Sebelum menulis ini, browsing sana sini, blogwalking ke para blogger bali, mainin keywords di mbah google.

Otak tetap merangsang tangan dan keinginan untuk tetap browsing..browsing..searching…dan tetap searching hal yang mungkin bisa mendatangkan kesenangan. Apakah ingin stop ? Walah, malah tidak ! Saya merasakan raga ini payah dan parah. Tapi tidak ingin istirahat. Ini gila .. !. Yahoo Messenger tiba-tiba menyalak, ada orang yang konsultasi mengenai template, so sekuat tenaga otak saya arahkan ke topik chatting itu. Ternyata soal hosting.

Jumat malam ini waktu nya saya piket di kantor, sampai pagi. Sedangkan, jika teringat terakhir bangun tidur adalah hari rabu, 6 Agustus 2008, jam 11 siang. Ya, semua waktu adalah terhabiskan di internet. Mo buat dokumentasi untuk proyek mendatang, malah tidak fokus. Pendaratan terakhir hanyalah membuka MS Words dan masih terbuka sampai sekarang, mo pencet Alt + Tab malas. Benar-benar tidak fokus. Ternyata mengalir disini. Menulis itu fun lo …

Tapi masih ada penyemangat yang akan membuat mata tetap terbuka. Segelas kopi berada di sebelah kanan saya, laptop didepan saya, yang siap membawa kemanapun saya mau untuk memuaskan kesenangan demi kesenangan, sebungkus rokok Marlboro dan Gudang Garam Filter, serta raungan Life In Technicolor-nya Cold Play. Dan …. sabtu besok adalah Subaya time …. trekking to Les waterfall .. Yuhuiiii. Freedom … Freedom.

Apakah ada maksud yang terkuak dalam postingan ini ? Humm, mungkin waspadai penyakit kambuhan bernama Internet Freakzz. Bagi yang tidak kuat akan berakhir di ujung koin limaratusan yang dibubuhi balsam, kerokan !

Updated : 12:54 AM (Its 9 Agustus 2008!!)

Sempat obrol dengan Brokencode yang memilih utk menulis pentingnya sebuah Title dalam sebuah website. Semoga sukses dengan pertarungan Busby SEO Challenge – nyah.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Bagikan Yuk

banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

3 Responses to “Life in Technicolor – Cold Play”

  1. I Wayan "WAWAN" Muliawan Says:

    heheheeee… rupanya tgl 8 bulan 8 tahun 8 membawa berkah tersendiri bagi mereka yg menikah. sy juga kondangan waktu itu di jl imam bonjol denpasar ;=) cuma 2 hari 1 malam di bali, trus langsung balik ke suroboyo. maunya singgah ke bali orange, tp waktu mepet bgt heheheeee…..

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Sorry br balas ya bli. Sangat mengharapkan kehadiranmu bli. Kapan-kapan mampir ke baliorange yah. Suksema.

    Reply

  2. villas in seminyak Says:

    makasih ya mas, ikutan dofollow.
    mau komentar apa ya /

    Reply

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me