Manusia ‘Hewan’ Berpolitik Adu Kewarasan

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Saya prihatin atas partisipasi politik beberapa gelintir warga negara Indonesia yang kebablasan. Warga negara memang punya hak berpolitik memilih presiden nya namun ya jangan saling menghujat, menjatuhkan. Lebih baik berpendapat tentang kebaikan masing-masing pasangan. Itu lebih indah dan bernuansa harmoni.

Di negara yang sakit kami tetap waras

Contoh nya gimana sih?

Capres dan cawapres 01 adalah Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Capres dan cawapres 02 adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Pendukung yang menghujat dan menjatuhkan itu seperti ini: Capres 01 itu plonga plongo, tidak berwibawa dan suka bangun infrastruktur yang untungkan warga negara Indonesia kaya. Kemudian ada lagi seperti ini: Capres 02 itu Jendral yang dipecat, punya perusahaan yang selalu merugi, gila kekuasaan karena selalu mencalonkan diri jadi cawapres dan dua kali capres.

Pendukung 01 mencari bahan untuk menjatuhkan 02. Begitupula sebaliknya pendukung 02 mencari bahan untuk hujat 01. Masing-masing cari pembenaran untuk calon nya.

Kenapa tidak bicarakan keunggulan program kerja masing-masing capres sih? Pendukung 01 cukup bicara tentang kekuatan Jokowi dan Ma’ruf Amin tanpa harus membandingkan. Begitupula pendukung 02 cukup bicara tentang potensi keunggulan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tanpa harus membandingkan lawan nya.

Tapi sayang nya, warga negara Indonesia di media sosial begitu gencar saling jatuhkan para capres.

Menghujat, berburuk sangka, fitnah, nyinyir, dan nyindir pada capres 01 & 02 jadi santapan mata hati setiap saat. Berdalih beri informasi yang benar agar negara ini nantinya tidak jatuh ke tangan capres jahat. Bikin meme orang baik pilih capres tertentu. Apa capres lain sebegitu jahatnya terhadap republik ini?

Topik tentang Unicorn, pasal 33, data import dan panjang jalanan jadi perdebatan. Apakah yakin dari ragam pendapat dari para pendukungnya tak ada unsur fitnah? berburuk sangka? dan hujatan?

Bilamana itu salah, betapa menumpuk dan menggunungnya dosa-dosa itu tercipta.

Apakah para pendukung itu kenal baik secara hakiki dengan para capres? Jika tidak, sampai matipun tak kan bisa minta maaf ke mereka.

Dari kesibukannya posting, sampai pinggirkan kerjaan, para pendukung itu dapat apa ya? Apa setelah posting dan debat, bertambah kewarasannya gitu? Apa dapat uang? Lha kerjaannya aja blum diberesin. Tapi klo memang jadi buzzer mereka, jangan lupa infaq nya ya. Bersihin harta.

Kata Aristoteles, manusia itu hewan yang berpolitik. Hewan menjadi hidup butuh apa? Makan dan minum. Dua unsur itu adanya di desa. Yuk tengok desa kita 🙂 Pastikan lumbung kita cukup untuk hidup di masa sekarang dan masa depan.

* Semua Capres Punya Potensi Kebaikan bagi Indonesia.

Presiden nya pelawak pun ekonomi Indonesia masih OK, kata Faisal Basri, ekonom Indonesia. Anda nggak percaya? Lantas para capres Anda itu lho bukan ekonom. Tapi kenapa Anda percaya? Siapa yang waras?

Anda dapat apa membela mati-matian para capres sampai ada sakit hati ke tetangga, padahal uang tuk makan adalah hasil begadangan nya Anda sendiri. Siapa yang waras?

Anda berpeluh-peluh berkampanye untuk capres Anda habiskan isi dompet sedangkan keponakan Anda menunggak uang sekolahnya. Siapa yang waras?

Anda rajin komentar adu argumentasi membela capres idola di media sosial sedangkan tetangga Anda tak pernah nonton tivi karena sibuk kerja untuk bayar tagihan listrik. Siapa yang waras?

Anda berjuang demi keutuhan Pancasila NKRI harga mati namun kebutuhan hajat hidup orang banyak (bbm, listrik, sembako) harganya tidak pernah mati, naik terus, dan negara bebankan semua itu ke rakyatnya. Siapa yang waras?

Anda berkoar-koar tentang perubahan Indonesia lebih baik sedangkan perilaku Anda pribadi jauh dari perubahan. Perjuangkan nasib Indonesia lebih makmur namun ketahuilah nasib Anda ada ditangan sendiri lho. Ingatlah ini: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka“.

Bagi saya, postingan sok benar Anda tentang capres itu bullsh*t! diantara segala ketimpangan dan kekurangan disekitar Anda. Sejatinya nggak butuh presiden untuk tetap bisa makan. Kemurahan petani lah kita bersandar 🙂 dan tentunya butuh uang.

Cukuplah pilihan itu tercoblos di bilik suara 17 April 2019 nanti! Setelahnya Anda pun kembali cari uang untuk bayar tagihan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response