Masalah Utama UMKM Bukan Modal, Tapi Otaknya

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Ketika saya membersamai UMKM Badung – Bali sebagai pembicaraMenuju UMKM Berbasis Digital” pada 3 Oktober 2019, ada peserta yang merasa tidak mampu secara finansial untuk buat website. Alasan utama adalah website termasuk biaya/belanja modal yang terlalu mahal bagi mereka.

Hendra Menuju UMKM Badung Berbasis Digital

Untuk validasi saya bertanya ke 70 an peserta UMKM, apakah Rp. 1.000.000 buat website itu mahal? Semua hampir koor jawab kemahalan. 

Pemicu pertanyaan itu muncul ketika saya menjelaskan saran Google agar sukses di Go Digital. Bukan tanpa dasar ya. Google punya data bahwa sekitar 70% lebih orang cari informasi apapun itu lewat mesin pencari nya. Maka yang ditampilkan oleh Google adalah mayoritas website dan Google Bisnisku. Klaim itupun didukung oleh hasil survei dari Hootsuite dan WeAreSocial. Website yang sering dikunjungi oleh pengguna internet Indonesia adalah Google.com dan Google.co.id.

Top Website Visit Menuju UMKM Badung Berbasis Digital

Saran Dari Google Untuk UMKM Indonesia

Go Online menurut Google adalah buat website dulu, disusul buat profil Google Bisnisku, kemudian buat media sosial dan sediakan alat komunikasi semisal WhatsApp serta email. Asumsi yang berkembang di UMKM adalah sebaliknya. Website belakangan.

Website punya banyak manfaat, diantaranya: Website adalah alat tempur sales marketing 24 jam. Anda tidur atau berlibur, website tetap setia melayani sebagai prajurit sales marketing yang akan dilihat dan dibaca konsumen sebelum ambil kebijakan beli. Website lebih teratur dan terorganisir dalam sajikan profil bisnis UKMM. Kemudian website adalah media yang akan ciptakan profesionalitas dalam bisnis. Menambah keyakinan konsumen.

Kemudian Google Bisnisku adalah media sosial bisnis dari Google yang gratis. Google akan utamakan Google Bisnis dari UMKM untuk hasil pencarian berdasar lokalitas konsumen. Dalam Google Bisnisku akan memunculkan tombol website UKMM. Makin terlihat profesional dan meyakinkan tentunya.

Diantara profil bisnis pada website, UMKM bisa memasukkan informasi media sosial lain seperti Facebook nya, Instagram nya, Twitter nya, LinkedIn nya, Youtube nya juga. Begitupula nomor WA nya. Komplit lah peranan website itu.

Utamakan Berpikiran Kreatif

Lantas bagaimana menurut Pak Hendra biar UMKM punya website dengan budget segitu? (Rp. 1.000.000). Kami kan masih kecil dan sepertinya biaya segitu terasa besar,” uber peserta yang bertanya tadi.

Rp. 1.000.000 kalau dibagi 12 bulan jadinya sekitar Rp. 85.000/bulan. Anda kalau beli pulsa dan kuota internet per bulan bisa lebih dari segitu. Saya tidak memaksakan langsung sediakan uang 1 juta. Bisa jadi Anda buat nya 4 bulan kemudian, atau 6 bulan kemudian. Sisihkanlah dari profit itu untuk scale up buat website.

1 juta itu kalau di breakdown untuk biaya domain dan web hosting sebesar Rp. 400.000 (biaya setahun). Kemudian sisanya berikan kepada anak SMK/Universitas untuk bikin website Anda. Mereka sudah belajar bikin website di sekolahnya.

Siswa dan Mahasiswa punya program magang. Datanglah ke SMK atau Sekolah Tinggi IT atau Universitas untuk bertemu guru atau dosen nya. Mintalah ke mereka untuk menugaskan anak didiknya membuat website Anda. Berikan uang saku Rp. 600.000. Tentunya sudah sangat membahagiakan bagi anak sekolahan. Mereka dengan sukarela akan membantu Anda. Pikiran mereka belum lah money oriented dalam membuat website. Minta mereka untuk ajari cara update website. Gunakan program website WordPress agar mudah proses update nya. Toh banyak juga buku-buku cara buat website di Gramedia dan toko buku lainnya.

Maka, sekarang tergantung Anda, UMKM mau apa tidak bergerak menyisihkan investasi itu dan beranjak ke sekolah atau universitas untuk aksi scale up bisnis.

Bagaimana Hasilkan 1 juta Dengan Cepat?

Ngepet! Hehehehe. Ada saja UMKM yang berfikiran cara instan biar duit ditangan dan cepat punya website. Baiklah. Cara dibawah agak mengakali cara nya Google.

Gunakan tools internet yang gratisan. Contoh Google Bisnisku. Ya, dia gratis dan berpotensi dapat omzet cepat.

Diawal presentasi, saya bertanya kepada peserta workshop. Adakah bisnis nya yang sudah punya Google Bisnisku? Ada hmm 4 peserta yang ngacung dari 70an yang hadir. Saya mintakan testimonialnya. Apakah ada konsumen yang kontak dan terjadi transaksi? Jawabannya ada!

Hendra Menuju UMKM Badung Berbasis Digital

Bu Tanti dan Pak hmm lupa saya namanya, bicara testimoni tentang The Power Of Google My Business (GMB, nama Google Bisnisku dalam bahasa Inggris). Bu tanti usaha mainan dan alat olah raga anak. Setelah dia buat GMB, dia kaget ada yang kontak pagi-pagi jam 7. Mau beli sepatu roda dan deal, laku! Dia bingung kok bisa nya jam 7 datang ke rumah nya, ternyata jam buka di GMB nya diatur jam 7 pagi open nya. Pantes.

Ada lagi Pak ‘anu’ tadi jualan Abon Sapi. Lokasinya di perbatasan Badung dan Tabanan. Setelah punya GMB, ada saja yang kontak untuk beli Abon. Kemudian saya tunjukkan dashboard GMB nya bisnis istri saya, Catering Kita Bali. Terlihat banyak pengunjungnya dan ada saja yang order catering dan nasi kotak, serta tumpeng. Google Search utamakan GMB untuk muncul paling atas! Ingatlah, itu pengunjung GMB saja ya, belum pengunjung website!

Google Bisnisku Catering Kita

Tools selain milik Google, gunakanlah media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Bikin Facebook Fanspage dan Instagram Bisnis. Posting kegiatan bisnis Anda. Ubah gambar cover FB pribadi Anda dengan produk bisnis Anda. Begitupula Instagram nya. Tulis pada intro atau profil tentang bisnis Anda. Manfaatkan media sosial itu untuk menarik konsumen.

Ingatlah, perantara rejeki Tuhan di dunia adalah teman! Maka ketika Anda posting tentang bisnis Anda, ada kemungkinan jaringan teman lah yang akan order. Itu cara cepat dapat duit dan segera bisa bikin website.

Mentalitas UMKM

Saya tegaskan dengan keras di forum ini bahwa hambatan utama UMKM bukanlah pada duit namun pada otak. Gunakanlah otak untuk berfikir kreatif memanfaatkan segala keterbatasan agar jadi peluang. Jadi jalan keluar. Fokuslah pada berfikir jalan keluar. Everything is possible with hardworking and creativity! Kerja keras lah maka akan muncul kreativitas!

Saya sempat bercerita sejarah bisnis di BOC Indonesia adalah gunakan modal Dengkul, Otak dan Tuhan (DOT). Saya tukang buat website. Dulu tidak punya komputer, tidak punya uang untuk internetan. Supaya bisa berbisnis website maka saya kerjasama dengan pemilik warnet. Saya tawarkan 17% profit bisnis website kepada pemilik warnet. Deal! Saya juga memohon pemilik warnet untuk jadi sales marketing saya mengabarkan ke bos-bos teman nya untuk bikin website.

Akhirnya, saya bisa dapat orderan website, bisa pake komputer dan internetan di warnet nya. Profit itu saya kumpulkan dan akhirnya bisa beli komputer sendiri, motor, sewa rumah sebagai kantor, buka lowongan dan punya staf hingga akhirnya seperti sekarang. Benar-benar DOT!

Kemudian saya ceritakan bisnis catering istri juga. Istri saya suka memasak namun belum punya alat-alat catering prasmanan. Maka kalau dapat orderan catering, istri sewa alat-alat nya ke perusahaan penyedia alat pesta. Profit bisnis catering dipakai perlahan-lahan beli alat-alat itu secara mandiri. Akhirnya sekarang punya alat-alat sendiri.

Dari cerita saya, modal itu dikumpulkan dan ditentukan dari kreatifitas diri mempergunakan otak. Kalau sudah punya uang banyak, mampukah Anda mengelolanya agar terjadi scale up?

Bahaya nya Gaya Hidup

Goda’an UMKM selanjutnya adalah tidak bisa menahan diri. Dapat orderan besar profit nya dilarikan ke dealer. Nge-DP mobil! Tadinya bawa motor dan sewa mobil untuk bisnis, sekarang berdalih butuh mobil agar tidak sewa.

Bawa motor dan bawa mobil jelas beda pengeluarannya. Dulu cukup Rp. 100.000 untuk service motor, setelah punya mobil sekali service Rp. 2.000.000. Dulu cukup 20ribu perhari untuk bensin, setelah punya mobil 100ribu/hari.

Dulu klo ingin makan diluar cukup ke Ayu Minantri (bakso). Paling habis 40ribu berdua. Berhubung sekarang bawa mobil, nggak mungkinlah ke sana. Minimal parkir nya di MM Juice. Kasir akan sodorkan 150rb berdua. Gaya hidup ‘menghisap darah’ Anda!

Kalau Ingin Besar Jangan Sendiri

Guru bisnis saya mengatakan bentuklah team, undang karyawan untuk membantu bisnis agar besar.

Pertanyaan UMKM adalah: “Nanti klo punya karyawan nggaji nya gimana Pak?

Anda pikir karyawan baru masuk hari pertama, diberi gaji gitu? Hey ingatlah, menggaji karyawan itu diakhir bulan! Masih ada waktu 30 hari bagi Anda dan karyawan untuk cetak omzet.

Niatkan pula Anda menjadi perantara rejeki keberkahan dan kebermanfaatan bagi karyawan tadi. Yakin Tuhan tidak tidur. Tuhan Maha Kaya dan Maha Pengasih!

Tema acara bahas Google Bisnisku kok saya jadi motivator yak? Hahahaha ketawa lah semua peserta.

Jadi Pak Bu, masalah paling besar UMKM bukanlah di modal (uang) namun pada cara berfikir dan berkreatifitas dari otak Anda. Kerja keraslah, maka otak akan ikut kerja, lahirkan kreativitas. Menurut saya sih gitu. Bagaimana kreativitas bisa muncul kalau Anda tidak kerja?

Sekian …

 Hendra Menuju UMKM Badung Berbasis Digital

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response