Masjid Yang Mensejahterakan

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

The BigBoy is talking about critic on How The Mosque should spread the goodness for society.

20629_10152962671209842_2162256946467341469_n

Setiap jumat takmir selalu laporan kas masjid yang selalu meningkat. Pengeluaran cuma listrik, air, perbaikan/penambahan fisik bangunan masjid. Maka total kas adalah 100jt sekian. Masjid sana 300jt sekian, masjid sono 1milyar sekian. Alhamdu? Lillaaah.

Jumlah kas yang meningkat, lantas bangga gitu?. Bagiku itu ironis dan prihatin. Masjid seharusnya jadi institusi yang Rahmatan Lil Alamin. Tengoklah ketimpangan pendidikan, ketimpangan ekonomi dan ketimpangan sosial budaya. Masih banyak yang sengsara. Masihkah takmir dan jamaah di masjid itu bangga dengan ratusan juta kas nya?

Tersampaikan di Sarasehan Suara Umat yang dihadiri Ketua MUI Bali, DMI (Dewan Masjid Indonesia). Alhamdulillah. Semoga ada revolusi mindset ttg pemanfaatan kas masjid. Amin.

11164701_10152964987429842_5206354855231713852_n

Inspirasi Memakmurkan Masjid Ala Masjid Jogokariyan

Khusus topik ini saya update pada 13 Mei 2019. Terinspirasi oleh tulisan dari seorang facebooker bernama Sufriyantini tentang cara Masjid Jogokariyan memakmurkan masjid dan mempertahankan kas masjid selalu Rp. 0 rupiah. Apa alasannya? Dibawah ini saya akan informasikan tulisan Sufriyantini ya. Btw saya harus validasi tulisan si Facebooker ini dengan berkunjung langsung ke wall nya. Mencari tulisan nya yang 1 Maret 2019. Harus siapkan kesabaran tinggi karena orang ini sering update status. Sehari bisa berkali-kali update status. Rata-rata share informasi. Scrolling dari akhir Maret hingga awal bulan. Laptop saya lumayan kerja keras. Kipas nya sempat bunyi keras. Itu pertanda dia overheat kepanasan hehehe. Orang ini kerjanya apa ya? hehehe. Coba aja cek sendiri. Tapi sebaiknya jangan. HP/Laptop Anda akan hang. Nih saya berikan link postingan nya dia. Saya bersusah payah berhasil kesana, ini gambar nya:

Saya pun ternyata pernah berkunjung dan sholat magrib di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Waktu itu pas event DONGKRAK. Seakan-akan InshaAllah nyambung dan ada maksudnya dengan tulisan ini hehehe. Kemudian saya coba cari informasi tandingan terhadap Rp. 0 ini dan memang ramai di media masa nasional semisal diberitakan oleh Tribun, dll. Cari aja sendiri ya.

Berikut tulisan dari Sufriyantini tentang Masjid Jogokariyan.

Masjid fenomenal Jogokaryan, Yogyakarta

Masjid yang kas saldonya selalu Rp. 0,- saat diumumkan..

Jika Masjid lain dengan bangga mengumumkan bahwa saldo infaknya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman saldo-infak harus NOL Rupiah !!
menurut LKM Masjid, Infak itu ditunggu pahalanya untuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank..

Pengumuman infak jutaan juga dihawatirkan akan menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit karena tak punya biaya atau tak bisa sekolah..

Masjid yang menyakiti Jamaah adalah tragedi da’wah, sehingga dengan pengumuman saldo infak NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya..

Masya Allah…

Bahkan mesjid ini malah mensejahterakan warganya dengan fasilitas wifi gratis, ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa, buka puasa 5000 piring nasi setiap hari selama bulan ramadhan..

Masjid juga sanggup mencover warganya yang sakit dengan membawa Kartu Sehat Mesjid ke Rumah Sakit dan Klinik manapun di Jogja..
termasuk memberi hibah umrah bagi jamaah yang istiqomah shalat subuh di Mesjid.

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” – (QS. At-Taubah 18)

22 Point Terpenting dari Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia.

1. Masjidnya hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami’).

2. Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yg kuat.

3. Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yg sudah sholat/belum, yg sholat jamaah ke masjid/belum, yg muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah.

4. Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dgn berbagai cara yang syar’i.

5. Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan.

6. Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.

7. Yg blm jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.

8. Yg belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing2)

9. Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yg besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yg segera mengalir ke penginfaq.

10. Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba’da subuh.

11. Ada 500 – 1000 nasi bungkus tiap ba’da jumat (dana swadaya jamaah).

13. Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid.

14. Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR).

15. TPA diajar oleh anak2 RISMA/RMJ.

16. Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa’, walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa’ ini diambil di masjid ba’da subuh.

17. Masjid buka 24 jam dan ada WiFi gratis 24 jam.

18. Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam.

19. Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang2 mampir istirahat.

20. Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana2 infaq dan dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan, dll.

21. Jika kas masjid banyak justru jamaah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq.

22. Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah)

Semoga bisa dijadikan contoh untuk para takmir masjid yang lain. Aamiin

Silahkan share jika bermanfaat…

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


2 Comments

  1. Rumah Idaman May 20, 2015 at 2:42 pm

    Alhamdulillah, sangat senang sekali mengetahui berita ini, semoga menjadi pelopor bagi daerah lain, hingga bisa terwujud islam yang berahmatan lil alamin…..

    Reply

  2. aa dairil assad June 7, 2015 at 5:26 am

    Semoga ada perbaikan dalam tata kelola mesjid oleh pengurus mesjid, dan mudah–mudahan artikel ini terbaca oleh emua pengurus mesjid.

    Reply


Leave A Response