Media Online adalah Janji Pelayananmu

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Komunikasi bisnis jaman sekarang sudah melalui beragam alat dan media. Semua itu demi efisiensi. Contoh alat: handphone dengan media telpon, SMS, email, whatsapp, BBM media sosial online (twitter, FB, dll).

Ketika perusahaan berani pasang media komunikasi maka perusahaan itu harus siap pertanggungjawabkan keberadaannya. Contoh lihat website perusahaan yang cantumkan nomor telpon, email, twitter, facebook dan linkedIn. Itu semua media komunikasi dengan pelanggan atau masyarakat dan bukanlah asesoris belaka.

Bayangkan jika media-media itu mati semua, tanpa ada respon?. Lebih baik info media komunikasi itu dihapus semuanya di website. Bilang disana bahwa perusahaan hanya menerima komunikasi lewat telpon atau datang langsung ke kantor. Jelas dan tidak melakukan penipuan kepada pelanggannya.

Tulisanku ini bersifat refleksi bagi semua khalayak. Aku ini praktisi bisnis online di BOC Indonesia dan selalu ajak masyarakat untuk Yuk bisnis online!. Aku selalu meyakinkan masyarakat bahwa komunikasi dan transaksi online adalah sebuah keniscayaan, sebuah keyakinan, sebuah jalan, sebuah efisiensi usaha, sebuah pintu rejeki datangkan manfaat baik itu uang, kemudahan transaksi, kemudahan komunikasi dan kemudahan bersosial.

Bagiku pribadi kejadian ini tidak enak, berurusan dengan Bank Permata. Berkaitan dengan produk kartu kredit master card atas namaku dan dikeluarkan oleh bank itu. Aku minta statement/laporan kartu kredit yang biasanya gunakan kertas dan gunakan kurir, dialihkan terkirim ke emailku. Maka jadilah e-statement selalu terkirim ke emailku, berpassword. Ini bagus, salut! Go green!

Diawal-awal e-statement itu bisa terbuka dengan baik gunakan instruksi password dari Bank Permata. Namun sudah 3 bulan terakhir e-statement itu tidak bisa kubuka meski dengan kombinasi password sesuai instruksi Bank Permata. Lalu berkomunikasilah aku dengan nya yang lambat laun menjengkelkan.

Komunikasi ke Bank Permata lewat email

Sudah 3 kali sejak juni 2014 aku berkirim email ke Bank Permata hanya untuk melaporkan bahwa e-statement ku tidak bisa terbuka dan agar mereka memperbaiki serta kembalikan lagi ke aku. Ini alamat email ke mereka: Pmt-estatement[at]permatabank.co.id, internet_center[at]permatabank.co.id, dan permata-estatement[at]permatabank.co.id.

Aku pikir ini masalah yang simpel dan seharusnya mudah. Ketika Bank Permata membuka saluran komunikasi lewat email, seharusnya dia juga konsisten dan komitmen untuk berkomunikasi balik dong. Ternyata tidak ada hasilnya. Kiriman e-statement bulan berikutnya tidak selesaikan masalah. Tetap saja aku tidak bisa buka dan tidak mendapatkan jawaban dan solusi. Nih screenshotnya.

emaildrpermata emailkepermata emailpermatafailed

Komunikasi ke Bank Permata lewat twitter

Aku merasa kecewa dan terus berusaha kontak mereka gunakan salah satu media sosial yang tertera di website nya. Mention mereka ke akun @joylivingPB dari 4 september sampai sekarang 7 september 2014 tidak berbalas.

Aku mendapatkan kekecewaan lagi. Ketika perusahaan mencantumkan alamat media komunikasi maka sebagai pelanggan berhak dapatkan jawaban dan sekaligus solusi. Ini tidak. Ataukah ini belum?. Jika belum, menurutku sudah keterlaluan dalam hal time response nya.

tweetkepermata tweetnotif

Pelaku dunia bisnis yang pasang alamat komunikasi di dunia online sama dengan memberikan janji kepada masyarakat. Janji adalah hutang. Jika tidak bisa bayar hutang, lebih baik jangan berjanji atau jangan pasang alat komunikasi online.

Jangan pasang alamat email, jangan pasang media sosial FB, Twitter atau LinkedIn di websitemu jika kalian tidak segera beri jawaban atau solusi kepada pelanggan. Itu bakal jadi bumerang bagi kelangsungan bisnismu. Tidak ada kepercayaan lagi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response