Melali Bareng Balebengong.net ke Kintamani

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kurang lebih ber 30 orang, kami berangkat ke Kintamani untuk reportase. Kegiatan sehari itu diberi label Melali Klik Hati Balebengong.net. Melali tuh bahasa Bali, artinya jalan-jalan. Well, it was fun. Bisa refreshing, bersosial, dan ukir keindahan dalam hidup.

Siapa itu Balebengong.net?, apa Klik Hati?, kenapa kok reportase?. Balebengong.net adalah media online yang menerapkan jurnalisme warga. Semua orang yang suka menulis bisa beritakan apapun disana, asal konten nya orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan Klik Hati adalah media online CSR milik PT Merck Tbk (CMIIW), dan mereka baru saja selesai adakan KlikHati Award dengan memilih 5 media online yang paling sosial. Balebengong.net salah satu pemenangnya. Selamat ya! Sebagai ujud apresiasi jurnalis Balebengong.net ya melakukan reportase.

Kami berangkat dari markas Sloka Institute ber enam mobil. Melintasi Ubud, Tegalalang dan mulai turun ke kaldera terbesar didunia di Kintamani. Baru nyadar untuk kesekian kalinya bahwa Kintamani yang mempunyai Gunung Batur merupakan tempat kaldera terbesar dan terindah di dunia. Nah lo! Hebat kan?. Namun sayang, rute kaldera sebelah utara jalan nya rusak, bergelombang, berlubang dan banyak kerikil, batu-batuan berserakan. Membuat perjalanan ke Desa Songan jadi lama. Namun selama perjalanan, aku terhibur dengan bukit-bukit bebatuan bekas muntahan lahar Gunung Batur yang meletus ratusan tahun yang lalu.

Sesampai di Desa Songan, kawan-kawan Hindu bersembahyang di Pura Hulundanu. Waktu menunggu kumanfaatkan mereguk nikmatnya kopi Bali dan sempat membeli 3 biji kubis, seharga Rp. 5000. Sapa tahu bisa di jus di rumah. Lanjut lagi jalan kaki ke Pura Segara (CMIIW), dan setelah 200 meter tersadar ada rekan yang terkunci di dalam mobil. Kasihan deh Efi. Salah sendiri menunggu dalam mobil. Di pelataran Pura, kami saling berkenalan satu sama lain. Di tutup dengan main game ping pong. Dalam game itu, akhirnya harus akui bahwa manusia tuh sebenarnya bodoh, tulalit dan suka ngeyel. Hehehe. Udah ketangkap basah, ngeyel, ngitung, mikir dan berakhir nyengir blo’on.

Hujan datang, perjalanan berlanjut ke Pura Jati, tempat yang biasanya dipakai untuk lokasi awal pendakian Gunung Batur. Namun rombongan 2 mobil singgah dulu di rumah Putu Restiti. Gadis 19 tahun yang terlahir tak sempurna namun berkat kreativitasnya mampu membuat busana Kebaya Bali untuk boneka Barbie. 30 menit kemudian rombongan menyusul ke Pura Jati untuk makan siang. Menu nya ikan mujahir goreng, sambal tomat dan sayur toge kacang. Wuih, gurih dan lezat sekali. Memang, dikawasan Kintamani terkenal dengan aneka hidangan ikan mujahir nya yang maknyus. Danau Batur adalah penghasil ikan mujahir itu.

Sesekali, ikan itu kami teriakkan dengan nama ikan muhajir. Nyentil nama teman kami, yaitu Anton Muhajir. Hehehe, piss Pak!

Lokasi selanjutnya adalah berkunjung ke Desa Trunyan. Melewati Kedisan, rute itu kami tempuh selama 30 menit menyisir pinggiran Gunung Abang. Tujuan kami kesana adalah untuk merasakan sendiri geliat warga Desa Trunyan sekaligus menyeberang untuk menjumpai kuburan tak berbau milik warga Desa Trunyan. Desa satu ini terkenal di dunia yang memiliki tradisi unik yaitu menyemayamkan mayat tanpa dikubur dalam tanah. Jadi, sebuah tubuh dibalut dengan kain dan wajah masih tampak menyembul disemayamkan bersama bekal-bekal kematian layaknya dia hidup dulu. Terlihat ada sandal, gelas, piring, kain selimut, dsb, menemani sang jasad. Hebatnya, tidak berbau lho!. Diyakini bau tersebut telah terserap oleh sebuah pohon besar bernama Taru Menyan yang tumbuh tegak disebelahnya.

Teman kami Luhde bilang, warga Desa Trunyan terkena black list atau travel warning dari operator wisata Bali sendiri karena tabiat buruknya yang suka meminta lebih dari para wisatawan yang berkunjung ke kuburan. Ini ketiga kalinya aku ke Trunyan, dan iya, aku sendiri pernah merasakannya. Namun, untuk sekarang, aku melihat masih dalam batas kewajaran. Asal para wisatawan mau untuk negosiasi harga dengan para warga Desa Trunyan. Pokoknya nego, jangan sampai lebih dari Rp. 300.000/400.000 untuk satu perahu menyeberang ke kuburan.

Akhirnya, setelah alami kenikmatan melali tersebut, kami balik ke Denpasar pada pukul 17.00 WITA. Itulah sekelumit potensi daerah wisata Kintamani. Dia masih terlihat indah dan fenomenal!.

kintamani-balebengong1

rute

kintamani-balebengong2

kintamani-balebengong3

kintamani-balebengong4

kintamani-balebengong5

kintamani-balebengong6

Sumber Modifikasi peta dari : http://www.thefullwiki.org/Kintamani

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


1 Comment

  1. Efi April 13, 2011 at 3:17 pm

    It was a great Trip mas, terima kasih untuk tumpangan mobilnya 😀

    Reply


Leave A Response