Minum dari Selang Kuning atau Selang Biru

Beberapa cerita menarik seputar penggunaan BBM (Bahan Bakar Mobil/Motor) di Indonesia. Entah bermaksud menyindir (menghina) ataupun bermaksud untuk menyadarkan tentang konsumsi BBM bersubsidi dan non subsidi di masyarakat. Contohnya, pengguna motor pergoki pemilik mobil mewah mengkonsumsi premium. Celetukannya pun beragam. “Masa dia nggak tahu diri sih”, “Idih, si kaya yang pelit”, “Duh saya terkaget-kaget, mobil mewah kok minum es cendol”.

Kemungkinan, sang pemilik mobil meminum premium atau pertamax punya latar belakang beda-beda. Bisa juga menyesuaikan keadaan kompresi mesin atau bahkan ingin ngirit. Jaman sekarang, produsen mobil memberikan kompresi mesin yang berbeda-beda. Biasanya kompresi ini tertera di brosur spesifikasi kendaraan. Ada yang berkompresi 10:1, 10.5:1, 11:1, 9:1, dst.

pertamax-vs-premium

Nilai kompresi berbanding dengan penggunaan BBM dengan nilai oktan tertentu. Premium beroktan 88, pertamax nilai oktannya 92, pertamax plus 95. Semakin tinggi rasio kompresi, diharuskan mengkonsumsi BBM yang nilai oktannya tinggi pula. Kalau tetap memaksakan mobil dengan kompresi tinggi menggunakan oktan rendah, piston akan jebol. Biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar.

Jika ada mobil mewah yang punya kompresi rendah dan minum premium, maka itu normal saja. Tinggal siap kan urat malu saja jika harus minum premium.

Namun, yang harus diperhatikan disini adalah jargon BBM subsidi (premium) dan non subsidi (pertamax) yang digaungkan oleh pemerintah. Jika BBM itu harus disubsidi, artinya uang rakyat akan digunakan untuk membiayai belanja BBM. Nah, bagi masyarakat yang mampu dan suka minum premium, apakah tega dengan penghamburan uang rakyat tersebut ?.

Menurutku, jika kita menggunakan BBM non subsidi, maka yang terjadi adalah:
– Melecut mental kita agar selalu berpikiran kaya (positif, solusi, inisiatif) karena beli dengan harga mahal.
– Mawas diri utk lakukan hal yg penting dalam penggunaan mobil. Klo gak penting ya naik sepeda atau motor saja.
– Berniat membantu semua pihak dari jargon Subsidi dan non subsidi.
– Suara mesin mobil menjadi halus. Suara gemelitik hilang. Tarikan lebih kencang.
– Irit, karena efisiensi pertamax adalah 30% daripada premium. Pembakaran jadi lebih sempurna.

Tentu beda dengan Anda :), apa coba?.

Berikut adalah nilai kompresi dari beberapa merk mobil. Dimanakah posisi Anda?.
Daihatsu Sirion 1.3 (10.0 : 1), Pertamax
Honda Jazz VTEC 1.5 (10.1 : 1), Pertamax Plus
Proton Savvy 1.2 (9.8 : 1), Pertamax
Suzuki SX4 1.5 (10.5 : 1), Pertamax Plus
Suzuki Swift 1.5 (9.5 : 1), Pertamax
Toyota Yaris 1.5 (10.5 : 1), Pertamax Plus
Nissan Livina Hatch 1.5 (10.5 : 1) Pertamax Plus
Cherolet Estate 1.6 (9.5 : 1), Pertamax
Daihatsu Xenia VVT-i (11.0 : 1) Pertamax Plus
Nissan Grand Livina 1.5 (10.5 : 1) Pertamax Plus
Suzuki APV 1.5 (9.0 : 1) Premium
Kijang Innova 2.0 (9.8 : 1) Pertamax
Avanza 1.5 (11.0 : 1) Pertamax Plus
Honda Stream 1.7 (9.5 : 1), Pertamax

Dari beragam sumber.

Ayo share

Bagikan Yuk