Perlukah menyalakan lampu motor di siang hari ?

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Hari ini harus bangun pagi, jam 07.00 WITA harus berangkat ke Tabanan untuk meninjau lokasi proyek. Meski segar sehabis mandi, tapi mata ini masih terasa perih akibat waktu tidur yang cuma 3 jam saja. Ketika menyusuri Jl. Narakusuma yang mulai ramai, mataku lagi-lagi kena beban harus berakomodasi terhadap silau sinar terang melebihi sinar matahari didepan mobil yang dipancarkan oleh sepeda motor. Fyuh, inilah akibat kebijakan baru pihak Kepolisian yang dulu rasanya pernah gagal, yaitu ‘menyalakan lampu motor di siang hari’.

lampusianghariHasil googling, peraturan itu berasal dari Undang-Undang no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJ) pada pasal 107 ayat 2 yang menyatakan sanksi denda Rp. 100.000 atau hukuman kurungan maksimal 15 hari pada pengendara sepeda motor yang tidak menyalakan lampu di siang hari. Menurutku, kebijakan ini tidak rasional dan jauh dari rasa sensitifitas kepada masyarakat dan lingkungan (alam).

Alasan Kepolisian adalah memberikan efek waspada kepada pengguna motor agar tidak terjadi kecelakaan. Nah, apakah ini sudah ada penelitiannya bahwa menyalakan lampu motor dising hari akan menjadikan keadaan lebih baik (menurunkan angka kecelakaan secara signifikan) ?.

Kalau menurut pengalaman pribadiku, justru silau motor malah berpotensi menambah angka kecelakaan, karena beban konsentrasi berkendara malah bertambah. Syaraf mata akan bekerja menyesuaikan silau, identifikasi posisi motor dan jalan didepan serta menyesuaikan pergerakan laju kendaraan. Untuk ukuran mata normal, ujud motor disiang hari sudah cukup jelas keberadaannya, tanpa harus ditambah dengan nyala lampu motor.

Kebijakan tersebut juga bertentangan dengan semangat efisiensi. Ketika lampu motor menyala disiang hari, maka beban baru akan bertambah pada accu (aki), komponen lampu serta komponen yang lain. Otomatis usia ketahanan lampu/motor semakin berkurang. Kemudian, bumi ini sudah cukup panas oleh efek global warming. Ketika lampu-lampu motor tersebut dinyalakan, bayangkan saja berapa jumlah motor di Indonesia sehingga mampu menghasilkan energi panas baru bagi bumi ini. Justru akan menambah efek Global Warming menjadi lebih parah. Bagimana jika peraturan ini diterapkan untuk pengendara mobil ?.

Peraturan diatas cocok untuk kondisi tertentu, misalkan situasi berkabut, hujan, atau parade kendaraan. Kuharap, Kepolisian mampu menghasilkan peraturan yang logis dan berbasiskan pada keinginan rakyat.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


27 Comments

  1. PanDe Baik December 5, 2009 at 8:03 pm

    Apakah alasan yang dikemukakan oleh kepolisian itu sudah secara resmi diungkap di media masaa atau pada UU itu sendiri, ataukah hanya pendapat pribadi saja Mas ?
    Soale yang saya baca pada UU dimaksud, pada Bab Penjelasan, untuk Pasal tersebut (117 ayat 2) dinyatakan cukup jelas, sehingga tidak ada penjelasan berkaitan lebih lanjut…
    Btw, sayapun memiliki sedikit uneg-uneg terkait hal tersebut,
    http://www.pandebaik.com/2009/12/02/nyalakan-selalu-lampu-sepeda-motor-anda/

    Reply

  2. thelo December 7, 2009 at 1:10 pm

    kenapa gak fokus di pengurangan kendaraan bermotor aja ya mas hehe… balik pake sepeda gayuh kan lumayan, perbanyak jalur trans untuk angkutan umum, kalo begitu kan juga mengurangi efek global warming kan 🙂 :jalan:

    Reply

  3. Komang ! December 7, 2009 at 9:40 pm

    :top: SETUBUH bos !! Ga penting bangt nyalain lampu siang bolong ! sungguh ga hemat energy !

    Reply

    zead Reply:

    setuju
    :jalan:

    Reply

  4. ianbali December 15, 2009 at 11:37 am

    mantab kan idenya pak pulisi……. kalo menurut saya ini kurang efektip

    Reply

    zead Reply:

    bumi sudah semakin panas bayangkan kalop seribu motor yang nyala lampu siang hari brp panas yang dihasilkan,gak kebayang dwehhhh :bukan:

    Reply

  5. NoName December 19, 2009 at 11:14 am

    Menyalakan Lampu Motor di Siang Hari = Pemanasan Global = Krisis Energi.. ????

    Reply

  6. urami bushi December 22, 2009 at 3:25 pm

    setuju 101%, yang keberatannya itu cuma cari-cari alasan aja. Gak sayang nyawa orang laen. Kasusnya persis dengan Kewajiban penggunaan Helm, karena tidak terbiasa terhadap perubahan perilaku.

    Reply

  7. sonny January 11, 2010 at 8:49 pm

    menyalakan lampu di siang hari adalah sesuatu yang bertentangan dengan undang – undang tentang hemat energi, jad seharusnya undang2 tersebut…harus di pikirkan secara rasional……..?????
    dan menyalakan lampu di siang hari bukan lah..cara yang efektif untuk mengurangi kecelakan………..????

    Reply

  8. Kromo semito January 25, 2010 at 9:40 pm

    Setuju banget…,saya hampir tiap hari mengendari spd motor sangat terganggu dengan aturan ini apalagi kalau lampu jauh. apabila pas mata maka maka akan buta sejenak. dan ini sangat BERBAHAYA. Lebih baik tertibkan dulu spion yang ga standar, lampu belakang warna putih dll

    Reply

  9. Sheva bali January 27, 2010 at 7:17 am

    Jujur saja, program ini tidak kurang efektif untuk mencegah kecelakaan di jalan raya, malah membuat silau pengendara lainnya di siang hari. Lebih baik jalannnya dibagusin om sama sanksi pelanggar rambu-rambu lebih dimantabin…pasti akan lebih aman di jalan.

    Reply

  10. lius March 26, 2010 at 3:03 pm

    setuju pol mas sama apa yg disampaikan :top:

    Reply

  11. heri July 26, 2010 at 5:03 pm

    saa termasuk yg tidak setuju dengan peraturan ini, saya sehari2 naik motor bisa merasakan buruknya aturan ini…mata saya silau terkena sorot lampu utama dan saya merasa buta sementara ini sangat berbahaya..padahal yg menyalakan baru sebagian…saja..kalau semua menyalakan justru lebih bahaya lagi karena motor kelihatan menyatu…

    Reply

  12. Masyarakat July 18, 2011 at 9:50 pm

    Saya sangat-sangat tidak setuju…karena pengesahan UU No. 22 tahun 2009 tidak memenuhi asas keterbukaan, tujuan yang jelas, kedayagunaan, dapat dilaksanakan, serta muatannya yang menghilangkan asas,pengayoman,kemanusiaan, keadilan, keseimbangan, keserasian dan kepastian hukum. :ohno:

    Di negara ini berbeda seratus persen dengan beberapa negara eropa yang mempunyai kekhasan berganti musim dan kalau tidak menghidupkan lampu akan mengakibatkan kecelakaan. Di Indonesia, musimnya stabil dan cuacanya terang benderang. Disini jelas keanehan pemuatan aturan ini yang tujuannya jelas sekedar berkepentingan pada profit. :no:

    Reply

    Rizki Reply:

    Pendapat ini saya anggap paling jelas dan paling jitu…
    Saya sependapat dengan Anda!

    Jadi kita harus melakukan penelitian tentang efektifitas menyalakan lampu motor di siang hari.

    Untuk tujuan kita bersama…

    Bahkan sudah banyaka puluhan ekor oknum polisi yang sudah mempunyai untung karena UU tersebut…. :huew:

    Reply

    mail Reply:

    setuju ma pnedapat agan satu ini.
    makin banyak polisi buncit….. :)) :))

    motor kan ada klakson untuk ngasih peringatan.kenapa musti lampu???

    sudah jelas dari pabrikan sepeda motor juga kalo lampu tu buat menerangi bukan memperingati.

    liat aja iklan ditivi juga lampu untuk penerangan….
    mang ada iklan lampu buat anda selamat?

    Reply

    firman Reply:

    mang peraturan kaya gni g di ajukan ke DPR apa???

    Reply

  13. bambang September 29, 2011 at 11:35 am

    kalau dihitung, harga sebuah bolam yang asli sekitar Rp.42.000,- apabila setahun habis tiga buah, butuh dana sekitar Rp.126.000,-. Jadi hampir sama dengan biaya pajak motor saya . Keadaan darurat seperti iring-iringan jenasah tidak cocok untuk menghidupkan lampu karena semua lampu motor sudah hidup, apakah justru harus dimatikan?. Kalau saya pilih jalan kaki saja sambil bawa baterai /sentolop, karena kalau tidak malah pejalan kaki yang jadi sasaran tabrak

    Reply

  14. bambang October 3, 2011 at 4:14 pm

    kalau dihitung-hitung harga sebuah bolam asli sekitar Rp. 42.000,- kalau satu tahun habis 3 buah maka harus mengeluarkan dana sekitar Rp. 126.000,-. Pada situasi darurat seperti iring-iringan pengantar jenasah saat ini tidak cocok lagi menghidupkan lampu karena semua lampu sudah hidup, ..atau justru harus dimatikan?..Kayaknya saya pilih jalan kaki saja deh, sambil membawa batre / sentolop..siapa tahu yang bahaya nanti justru pejalan kaki karena tanpa lampu..

    Reply

  15. sidik December 3, 2011 at 5:22 pm

    k*plok, Peraturan S*mpah,
    barusan 100 ribu melayang di tilang P*lisi anj*ng, minta 150 ribu ribu untung minta slip biru.

    Reply

    firman Reply:

    brusan ngurus cuma 50rbu gan. gara2 lampu mati, pdhl mala msh nyala lo….apes jg, mending q pke buat nraktir bakso anak jalanan….

    Reply

  16. roni December 9, 2011 at 11:53 am

    itulah peraturan,… peraturan ga bisa di lihat dari rasional tapi juga dari “potensial” menghasilkan “sesuatu”.. jika peraturan menyalakan lampu disiang hari sudah tidak dianggap “potensial” bukan ga mungkin ada peraturan baru SETIAP PENGENDARA DAN PENUMPANG RODA EMPAT ATAU LEBIH WAJIB MENGGUNAKAN HELM…. pasti peraturan tuh “potensial” banget menghasilkan “semangkok baso” hehehe….

    Reply

  17. firman December 20, 2011 at 8:35 am

    takutnya dijadikan lahan buat oknum tuk mengeruk keuntungan….ampun…alangkah lucunya negeri ini….

    Reply

  18. Jonfatro December 29, 2011 at 1:34 am

    Yang buat peraturan kan gak pernah naik motor !
    Makanya peraturan yang dihasilkan bukan membuat orang yang diatur merasa nyaman justru menambah rasa tidak nyaman !

    Reply

  19. Jonfatro December 29, 2011 at 1:40 am

    Lagian, lampu kota (lampu kecil) juga sudah significant untuk memperjelas pandangan mata :top:
    Namun penegak hukum di lapangan :setan: gak mau tau itu, mereka gak mau negosiasi apalagi dialog tentang sebab akibatnya; mereka hanya tau “di peraturan tertulis lampu utama, ya harus lampu utama. Selain itu, ya TILANG !!!” :loser:
    Kalau kagak mau di tilang ? Ya . . . :jalan:

    Reply

  20. Endar Bono January 13, 2012 at 10:27 am

    Secara rasional memang peraturan itu tidak efisien untuk alat sekedar keselamatan ; bila dihubungkan dengan efect global warming , pemborosan energi , efisiensi baik teknik maupun ekonomi juga peraturan tersebut memang sangat bertentangan ; namun ….disini saya cuman berfikir : 1. Apakah wakil rakyat yang dipilih rakyat dan sekarang duduk enak dikursi dewan masih amanah dalam membawa aspirasi rakyat ? , 2. Mengapa peraturan tersebut terasa ngotot dan dipertahankan sementara tidak sesuai dengan aspirasi rakyat dan kebijakan enviroment ? , 3 . Saya terkadang merasa curiga bila peraturan itu muncul karena ada permainan seru simbiosis mutualisma dan komensalisma antara para pejabat (yang membuat dan menyetujui peraturan tersebut) dengan para produsen pembuat bolam/lampu kendaraan , produsen accu/aki , produsen obat tetes mata , bahkan sampai pengusaha/pejabat rumah sakit mata. (begitu juga dengan kebijakan helm yang pakai mark SNI ) , benarkah ada unsur KKN ?
    Mungkin hanya itu saja dari saya , harapannya….semoga dinegeri ini akan muncul pemimpin yang benar2 rasional dan bisa menata dan bernegara dengan lebih baik. Tengkyu…. ( sekedar saling perkenalan di dunia maya , silahkan kunjungi blog saya di : http://wwwdbimda.blogspot.com )

    Reply

  21. dayat March 12, 2012 at 10:10 am

    spakat.
    motor saya pernah 3 kali berhenti tiba-tiba ditengah jalan, gak bisa starter elektrik krn lowbat aki. untung aja dibelakang kendaraan pada jauh, jadi bisa minggir kekiri dengan sisa-sisa tenaga motor. biasanya klo siang lampu gak dinyalakan starter aktif meskipun kondisi gigi berapa aja.
    benar peraturan/kebijakan menyalakan lampu disiang hari memang membahayakan.
    tdk sesuai dengan kebijakan hemat energi. dah tau siang dah ada penerangan gratis dri matahari, eh malah disuruh nyalain lampu. :bentur:
    rasanya kebijakan ini hanya mementingkan sedikit kelompok daripada nyawa orang.
    smoga aturan ini dihapuskan demi kepentingan keselamatan

    Reply


Leave A Response