Sayangku, Mami, dan Kegelisahan

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Fyuh, saat aku menulis ini, waktu menunjukkan jam 04.13 WITA. Iya, waktu yang cukup agak mendekati pagi. Aku begadang, seperti bisanya, tetapi saat ini agak berat. 2 Website harus jadi dan online pada tanggal 17 Agustus. Coding dan content loading 2 website cukup membuat penat, tetapi disela-sela itu, bayangan dan peristiwa kita dimasa-masa sebelumnya berkelebat kemana-mana dalam otakku. Cukup membuat kuat hentakan-hentakan jemari ke keyboard laptop, cukup membuat segar di mata. Engkau memang anugerah.

Kopi, rokok, musik, dan PDA yang kau hadiahkan itu menemaniku, sesekali kulirik, barangkali ada sms masuk. Tapi rupanya tidak ada. Dan aku tidak berupaya sms kamu diwaktu dinihari. Takut mengusik tidurmu yang pulas itu. Dalam bayang-bayang peristiwa kita yang berkecamuk dalam otak, sesekali aku merasakan kegelisahan yang teramat dalam. Jarak inilah salah satunya. Jarak antara Mojokerto dan Denpasar, pemisah kita sementara ini.

Aku berupaya untuk menghibur diri dari secuil hal yang kau sampaikan 3 hari lalu. Engkau akan menunaikan suatu hal yang sudah menjadi tugasmu. Aku mengetahui tugasmu itu sejak dari sebelum menikah. Engkau banyak cerita tentang hal itu. Tetapi baru menginjak menjadi dalam setelah kita terlibat olah rasa mengenai pamitan. Engkau cerita lebih … lebih detail tentang tugas itu. Dan akhirnya aku faham. Perbedaan positif itu tidak untuk diperdebatkan, tetapi akhirnya kita tahu kemauan masing-masing dan berupaya menghormatinya.

Dalam melaksanakan tugasmu itu, ada ‘sesuatu’ yang menjadi promotormu selama ini. Sesuatu itu sudah kamu kenal lama, dan jadi ‘pelindungmu’ dijaman sebelum menikah. Aku faham akan hal itu. Tetapi sesuatu ini telah memproklamirkan diri untuk menjadi sesuatu yang berarti di hatimu. Proklamasinya itulah yg menjadi kegelisahanku selama ini. Gundah gulana. Meski aku percaya sama kamu, tetapi sesuatu ini adalah faktor eksternal yg akan terus menetes. Air menetes batu dalam jangka waktu yg lama, tentunya akan terjadi perubahan. Ini adalah hukum alam, aku meyakini bahwa manusia bukanlah batu. Jadi, manusia bisa ber-setia kepada hatinya sendiri selama dia kuat mempertahankannya.

Sesuatu itu berada didepanmu ketika engkau merias diri sebelum acaranya kita. Sesuatu itu dekat sekali berada didepanmu. Sesuatu itu seolah tidak menghiraukan kehadiranku sama sekali. Engkau menangis didepan sesuatu itu. Aku pedih mendengar isakan tangis itu. Knapa ada tangisan didepan sesuatu itu ?

Dalam komunikasinya dengan kamu, sesuatu itu berpesan, untuk tidak lagi melakukan perjalanan. Sesuatu itu mengisyaratkan tentang jaga jarak. Sesuatu itu terkenal akan kepiawaiannya membawa eksistensinya. Pintar merawat eksistensinya.

Fyuh, engkau akan berangkat, melaksanakan tugasmu. Tetapi … sesuatu itu yang membuatku kepikiran, dan kadang aku terbawa dalam lamunan bahwa sesuatu itu berada di dalam sana, dalam ruangmu.

Ya Alloh, semoga istriku Kau jaga dari marabahaya selama menunaikan tugasnya. Amin.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk

Comments are closed.