Sedih dan Kecewa dengan BNI

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Terpaksa, saya menutup rekening BNI dimana sejak 2011 sebagai salah satu rekening transaksi antara BOC Indonesia dan pelanggannya. Kenapa saya menutup? Opini saya adalah:

tutupbni

1. Dipaksa ganti nomor rekening oleh BNI.
Nomor rekening BNI saya di 0226487598 harus ditutup dan dialihakan ke nomor rekening baru gara-gara kartu ATM habis masa berlakunya dan buku tabungannya hilang. Berbekal kartu ATM BNI yang expired, KTP dan surat keterangan hilang dari kepolisian, saya berniat memperpanjang kartu ATM. Hasilnya adalah: rekening lama harus ditutup dan saldo nya akan ditransfer ke rekening baru.

Pergantian nomor rekening adalah buang-buang waktu dan konsentrasi pekerjaan. Jika saya bertahan dengan nomor rekening baru, maka saya harus berkirim email masal ke pelanggan BOC Indonesia dari Sabang – Merauke. Saya harus mengganti template dokumen email, tagihan, ataupun marketing kit yang ada di website atau media sosial lainnya dengan nomor rekening baru. Kemudian yang terakhir adalah masalah kredibilitas. Menambah kerjaan pelanggan. Selama 5 tahun pastinya ada account on file yang harus diupdate. Lebih mudah bagi saya untuk berkabar bahwa rekening BNI ditutup. Pada baris dokumen tinggal dilabur dan didelete, tanpa ketik ulang.

2. Tidak efisien dengan terapkan masa berlaku untuk kartu ATM nya.
Saya berwirausaha online. Buku tabungan selama 5 tahun tidak pernah ganti dan bahkan tidak pernah print mutasi rekening. Semua mutasi saya akses secara online menggunakan fasilitas internet banking BNI. Ini bagus, paperless. Kartu ATM hanya berfungsi tarik dan transfer uang, itupun jarang. Ketika masuk ATM, tidak pernah pelototin tulisan yang tertera di kartunya. Fokus hanya di layar ATM. Tiba-tiba peringatan expired itu muncul. Karena alasan traffic pekerjaan, orang tua sakit dan musim liburan hari besar keagamaan, pengurusan perpanjangan jadi tertunda.

Namun secara subyektif, pembatasan masa penggunaan kartu ATM sungguh pada akhirnya mengganggu aktivitas transaksi. Pada tataran bisnis, mengganggu alur bisnis. Tidak bisa transfer, arus barang tersendat. Bagaimana jika penting untuk urusan keluarga semisal butuh uang untuk beli obat jantung? Maaf saya tidak melihat adanya pembatasan penggunaan ATM di bank lain.

3. Pada akhirnya, tidak sesuai misi bisnis saya.
Dalam bisnis ada yang namanya efisiensi. Jika saya tetap menggunakan BNI maka saya harus mempersiapkan diri untuk dikagetkan oleh layar ATM di 5 tahun mendatang, bahwa kartu ATM expired. Kemudian saya harus sisikan waktu, antre entah berapa jam untuk memperpanjangnya. Kemudian saya harus siapkan uang extra untuk memperpanjang kartu ATM itu bila waktu memperpanjangnya tidak sesuai bulan nya. Sebelum atau setelah masa expired akan kena biaya buat kartu ATM.

Keluhan saya diatas sudah tersampaikan ke Customer Service BNI Cabang Renon, Denpasar – Bali. Semoga ada perubahan. Terima kasih BNI, atas layanannya selama ini. Bye for now 🙂

Buat pelanggan BOC Indonesia, kami tidak menggunakan rekening BNI lagi. Mohon transaksi menggunakan rekening bank kami lainnya. Terima kasih.

=========

Ada pendapat teman via FB saya:

Setahu saya hampir semua bank mewajibkan ganti norek kalau buku hilang. Kecuali salah satu bank BUMN, saya alami sendiri norek tetap meskipun buku hilang.

Kalau tidak mau direpotkan oleh buku tabungan, bukalah rekening giro. Toh Anda sendiri bilang bahwa rek ini untuk bisnis. Jadi gak ada ruginya juga kalau Anda punya rek giro. Tanpa buku tabungan, diganti oleh rek koran. Kalau kartu ATM hilang cukup tunjukkan KTP dan surat hilang.

Kalau masih ngotot mau rek tabungan, cobalah tabungan di Bank Permata. Mereka tidak rekening koran sebagai ganti buku tabungan.

Terakhir soal masa berlaku kartu ATM, itu untuk alasan keamanan meskipun sebenernya masih bisa diperdebatkan. Bagi bank, masa berlaku adalah salah satu alat kontrol untuk mengendalikan jumlah kartu yang aktif.

Kekecewaan Anda bisa dimengerti dari sisi pelanggan. Tapi harus juga diperhatikan aspek keamanan dari sisi bank.

Saya balas pendapatnya :

Maaf harus sebut bank lain ya, BCA tidak. Nomor rekening saya tetap meski buku hilang. Mandiri pun seingat saya jg tetap nomor rekening nya.

Saya punya rekening Giro, BCA dan operasionalnya harus pake token. Ini tidak praktis bagi anak buah saya. Trus ada potensi disalahgunakan jika kasih token. Maka cukup rekening personal dengan internet banking nya cukup simple untuk transaksi bisnis. Giro, kadangkala saya pake untuk transaksi dengan pemerintah dan korporasi.

Permata kurang populer di Indonesia sehingga saya tidak menggunakannya. Jika bicara rencana buka baru, saya akan ke BRI yang punya potensi connected sampai pelosok negeri.

BNI membebankan biaya ATM tiap bulan. Saya sebagai mantan nasabahnya tiap bulan kena biaya atm dan pengelolaan buku tabungan. Lumayan lho jika dikali 5 tahun hehehe. Jadi, menurut saya tanpa ada kontrol-kontrol pun BNI masih mendapatkan uang atas pengelolaan kartu ATM.

Ya, saya sedih dan mungkin kecewa ya karena dipaksa ganti nomor rekening. Mengingat nih, saya dan BNI sama-sama diuntungkan. Namun, kenapa tidak konsisten untuk urusan nomor rekening. Itu saja sih.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


1 Comment

  1. PanDe Baik July 18, 2016 at 9:52 am

    saya dah lama nutup rek BNI mas. secara ndak mampu menuhi saldo minimal biar bunga ndak kepotong lebih banyak dari biaya administrasinya.

    Reply


Leave A Response