Selamat Datang MEA

Ketika saya presentasi di seminar BURSA (Rabu Bicara Usaha) tentang Time to accelerate your business, ada cuplikan kekawatiran dari salah satu pengusaha tentang adanya MEA. Apa sih MEA itu?

12238135_1151207381573349_6514632543514771787_o

MEA itu singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (bahasa Inggris: ASEAN Economic Community (AEC)), adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Dalam menghadapi persaingan yang teramat ketat selama MEA ini, negara-negara ASEAN haruslah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang trampil, cerdas, dan kompetitif.

Kita harus nya evaluasi diri untuk hadapi MEA. Fokus nya adalah siapkan mental harus bisa, kemudian memaksimalkan sumber daya yang biasa kita gunakan dalam dunia digital.

Maksimalisasi Email

Sudah berapa lama kah kita punya alamat email? Dan sudah berapa lamakah kita saling tukar alamat email dengan teman, saudara, kolega ataupun calon pelanggan? Trus, email Anda menggunakan apa? Gmail.com? Yahoo.com? Selama itulah Anda mempopulerkan dan meningkatkan bisnis mereka. Ya, Anda adalah obyek dan alat mereka untuk menarik pengiklan.

Mulai sekarang, gunakanlah email menggunakan dot com sendiri. Untuk apa? Jelas untuk menerangkan bahwa Anda juga punya website dimana didalamnya adalah profil usaha Anda. Tengoklah para korporasi besar, mereka mewajibkan seluruh staf dan direksi nya gunakan email internal perusahaan. Dan itu bukanlah gmail ataupun yahoo. Menggunakan email sendiri adalah salah satu hal yang berkaitan dengan profesionalitas.

Kemudian hampir 60% pengguna internet mengakses internet dari telepon seluler (smartphone). Artinya tidak menutup kemungkinan aktivitas email untuk bisnis pun menggunakan smartphone. Sudahkah Anda mengganti signature email yang bertuliskan “powered by, atau sent from my Android/iphone, dll” dengan informasi nama, email dan bisnis Anda?. Jika belum, berarti Anda sudah membeli smartphone mereka dan ikut promosi smartphone mereka. Anda untung gaya dan mereka untung sales nya meningkat.

Maksimalisasi Website

Pertanyaan dan permintaan klasik pemilik website adalah “Website saya harus nomor satu di Google”. Jika Anda fokus pada hal tersebut maka waktu mendapatkan sales dari website terbuang percuma. Jangan mendiamkan website Anda kedinginan, tanpa ada update berita. Menulislah di website Anda maka dia akan hangat dan lambat laun nongol di Google. Tulislah tentang produk Anda dan kabarkan manfaatnya kepada masyarakat melalui media sosial. Itu lebih berguna daripada pusing mikirin menjadi nomor satu di Google.

Maksimalisasi Media Sosial

Pandanglah media sosial sebagai kekuatan ganda, yaitu untuk personal branding diri Anda dan publikasi usaha. Sebarkan berita usaha Anda melalui media sosial (Facebook Page, Google+ Page, Twitter, Instagram, Path, dll). Tentukan tema personal Anda di media sosial. Apakah mau jadi personal yang suka mengkritik pemerintah tanpa solusi, jadi pribadi yang alay/narsis atau lebih fokus kepada hobi dan profesi Anda?. Segera posisikan!

Maksimalisasi Komunitas

Anda tidak hidup di hutan. Anda adalah bagian dari masyarakat industri yang punya jiwa sosial. Berkelompoklah untuk berbagi tentang masalah bisnis dan saling beri solusinya. Sebarkan jejaring bisnis disekitar Anda dulu. Berbuatlah sesuatu untuk lingkaran kecil dulu dan lambat laun akan membesar dengan sendirinya.

Dengan dada tegap, sambutlah MEA! Selamat datang MEA!

Oleh Hendra W Saputro
CEO BOC Indonesia


Banner 1
Banner 2
banner 3

4 Responses to “Selamat Datang MEA”

  1. dewi Says:

    wah, mantab sekali isi artikel ini ternyata saya masih banyak memiliki berbagai hal yang harus saya benahi dan juga banyak saya ulang pelajari kembali

    Reply

  2. nurjanah Says:

    membaca artikel di atas tentang MEA dan makhluk sosial jadi 2 hal yang belum sepenuhnya saya lakoni. Menata diri menghadapi kesatuan ASEAN dan juga melebur bersama grup sosial merupakan solusi berkomunikasi paling efektif

    Reply

  3. Lingga Abdurrachman Says:

    pemerintah mengatakan “jangan khawatir dengan MEA, kita pasti mampu, kita pasti bisa”
    tapi faktanya kualitas kita masih jauh, bahasa ingris kita masih berantakan, pengetahuan kita tentang regulasi MEA tidak ada. mental kita masih belum terbentuk, masih ngaret, masih malas-malsan.
    jadi yang bener yang mana nih?
    makanya banyak yang pesimis 🙁

    Reply

  4. Kelapa Sawit Says:

    makasih sharing ilmunya mbak, semoga makin sukses

    Reply

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me