Solo Spel dan Sabung Pencak Silat

Pengertian Solo Spel adalah seni pencak silat yang diperagakan oleh pesilat tunggal dimana langkah gerakannya hasil dari inti sari pelajaran bela diri dengan metode shadow fighting (tarung bayangan, seolah-olah bertarung dengan lawan). Sedangkan Sabung adalah pertarungan antara dua orang pesilat dengan tujuan melatih dan mengasah ilmu bela diri nya.

Sabung Pencak Silat

Biasanya Solo Spel terjadi pada acara seremonial seperti peringatan hari kemerdekaan RI, nikahan, khitanan, atau acara seremonial lainnya yang tema/agenda nya masih berkaitan dengan pencak silat. Kemudian Sabung, biasanya terjadi pada latihan pencak silat ataupun acara seremonial yang mengundang para pesilat untuk atraksi.

Dini hari ini pada 19 September 2019, saya sempat menjajal Solo Spel dan Sabung bersama Mas Derajad, Ketua Perwakilan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bali dan juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Badung, Bali. Kualitas secara teknik tentunya sangat jauh dengan para pendekar-pendekar atau atlit-atlit pencak silat pada umumnya. Maklum lah, faktor U. Ya, kami secara usia tidaklah muda lagi hehehe. Maka Solo Spel dan Sabung itu sifat nya fun saja.

PSHT sendiri sebagai organisasi pencak silat besar di Indonesia, merupakan aliran seni bela diri pencak silat penerus tradisi nenek moyang. Pencak Silat sudah menjadi kebudayaan di Indonesia. Bahkan di pusat nya PSHT sendiri di Madiun, daerah tersebut dinobatkan menjadi Kampung Pesilat Indonesia. Begitu banyak aliran dan nama pencak silat lahir dari daerah Madiun.

Sejak tahun 1922 PSHT berdiri. Pendirinya oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo atas restu guru nya Ki Ngabehi Suryo Diwiryo yang akrab dipanggil Eyang Suro, pendiri pencak silat Setia Hati. Oleh pendiri PSHT, perkumpulan pencak silat ini salah satunya digunakan untuk melawan penjajahan Belanda di Indonesia. Atas jasa nya pada masa perjuangan republik ini, pendiri PSHT dinobatkan oleh Pemerintah NKRI jadi Pahlawan Perintis Kemerdekaan RI.

Saya bersyukur dan merasa beruntung bisa mempelajari dan ikut PSHT. Kenapa beruntung? Awal saya ikut pencak silat PSHT adalah karena Bapak saya menjadi warga tingkat II PSHT terlebih dahulu. Jadi figur Bapak lah yang menjadi tautan diri saya akhirnya ikut berlatih pencak silat.

Solospel

Tahun 1990 pertama kali latihan pencak silat PSHT dan tahun 1993 di wisuda / disahkan menjadi warga (anggota) tingkat I PSHT. Selama 3 tahun latihan ada 4 tingkatan/jenjang sabuk yang harus dilewati yaitu sabuk polos, jambon, hijau dan putih.

Setelah menjadi warga, selama 3 tahun saya mengabdi di PSHT Cabang Mojokerto dan akhirnya tahun 1996 harus hijrah ke Denpasar – Bali untuk melanjutkan sekolah ke Universitas Udayana. Solo Spel dan Sabung dini hari tadi serasa mengenang kembali memori berlatih dan melatih. Sempat pula mencicipi jadi atlit pencak silat di 2 pertandingan Pencak Silat Mojokerto. Semuanya kalah hahaha. Sempat pula mencicipi 1 kali tarung beneran dengan preman Bukit Jimbaran pada masa mahasiswa hahaha.

Yuk bermain pencak silat! Fun dan menyehatkan trus bisa melestarikan budaya Indonesia pula.

Bagikan Yuk


Leave A Response