Sorghum For The Nation!

Banyak orang yang saya temui dan tanya tentang Sorgum. Tahu Sorgum? Mayoritas tidak tahu. Saya pun baru tahu Sorgum 1 Oktober 2020. Ketika mendapatkan proyek pembuatan website untuk PT. Sorgum Koltim Sejahtera.

Tanaman Sorgum

Sorgum adalah beras makanan pokok selain padi. Sorgum punya nilai kesehatan lebih bagus daripada nasi padi. Gluten Free dan punya kandungan glikemik rendah. Cocok untuk cegah sakit diabetes, kanker, dan diet. Pokoknya lebih sehat dari pada nasi dari padi. Baca manfaat sorgum.

Biji Sorgum Super 1

Kembali ke proyek website, Pak Jo adalah nama pelanggan saya. Pimpinan langsung PT Sorgum itu. Lokasi beliau pas komunikasi dengan saya adalah di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. AllahuAkbar! Saya di Denpasar – Bali dan mendapatkan pelanggan dari jauh. Alhamdulillah.

Komunikasi dalam pembuatan website melalui media WhatsApps, telpon, dan email. Saya dan team mampu selesaikan dalam waktu 2 minggu dan beres. Pelanggan membayar full jasa webdesign nya. Keren ya bisnis online itu hehehe.

“Mas Hendra, saya mau jualan Sorgum dan saya perlu bantuan nya.” Kata Pak Jo meminta kepada saya setelah proses website nya selesai.

Sorgum PATO

Saya pun merespon permintaan Pak Jo dengan membuatkan website Sorgum dalam waktu 3 hari. Mungkin Pak Jo terkesima sehingga beliau langsung terbang ke Bali dan meeting dengan saya, mau membahas sales marketing sorgum. Wow. 5 November 2020 adalah waktu pertama saya ketemu dan meeting dengan Pak Jo. Bersamaan juga dengan Pak Pepet dan Pak Dudi dari Channel 11, perusahaan penyedia layanan internet. Rencana Pak Jo akan pasang jaringan internet di Kolaka Timur.

Pak Jo jadi sering ke Bali. Rencana besar Sorgum ternyata tidak hanya jualan biji Sorgum nya saja. Banyak hal bisa dijual dari semua bagian tanaman sorgum. Mulai biji, batang, daun, dan akar nya. Hingga permesinannya. Bahkan farming city menjadi salah satu tambahan rencana besar nya.

Potensi Sorgum

“Maka saya butuh bantuan Mas Hendra dan teman-teman untuk merealisasikannya. Ada yang bagian pemasaran, manajemen bisnis, pengembangan bisnis, dll.” Kata Pak Jo.

Akhirnya jadi ketahuan posisi saya yaitu di pemasaran online maupun offline. Teman-teman yang saya perkenalkan ke Pak Jo akhirnya memperkuat di divisi lain. Ada Mas Khairul, Pak Anton, Pak Arnold, Pak Pepet dan Pak Dudi. Ada pula Prof GelGel Wirasuta juga.

Team Sorgum PATO

Pak Jo ternyata punya banyak jaringan dan pertemanan di kancah nasional. Pak Jo mantan orang Pertamina dan mempunyai tambang batubara. Semuanya sudah pensiun dan tambangnya dijual 5 tahun yang lalu. Fokus bisnis Sorgum.

Jaringan itu salah satunya membawa Pak Jo eksis di Kementrian Pertanian RI. Namanya mulai dikenal di jajaran Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) Kementrian Pertanian RI.

Sebelumnya Pak Jo sudah rapat dengan beberapa jajaran disana untuk memperkenalkan pengembangan sorgum nya di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Direktur PPHTP pun terkesan dan mengundang Pak Jo bersama team untuk presentasikan pengembangan sorgum di beberapa provinsi di Indonesia.

Undangan Rapat Pengembangan Sorgum

Akhirnya Pak Jo diundang ke Jakarta dan Bandung untuk ikut pameran hasil pertanian dan presentasi pengembangan sorgum di Bandung pada 10 Desember 2020. Direktorat PPHTP mengundang beberapa dinas pertanian di Indonesia yang saat ini lagi menanam sorgum yaitu Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Bangka Belitung, NTB, Kalimantan Tengah, dan Bali. Ya, Bali mulai menggeliat menanam sorgum di Buleleng sana.

Pameran hasil pertanian diadakan oleh Kementrian Pertanian RI dan salah satunya akan menampilkan sorgum nya Pak Jo. Sebanyak 150 kg sorgum dikirimkan dari Kolaka Timur menuju Jakarta. Terkemas masing-masing 1kg untuk pameran dan status nya di beli oleh Kementrian Pertanian RI.

Untuk presentasi sorgum di Bandung, Pak Jo mengajak saya, Mas Khairul, dan Pak Anton untuk presentasi tentang pengembangan sorgum. Masing-masing akan membawakan topik yang berbeda. Pak Jo presentasikan penanaman sorgum, Mas Khairul bicara tentang pengembangan produk sorgum, Pak Anton bicara tentang distribusi pemasaran sorgum, dan saya bicara tentang pemasaran online dan offline sorgum.

Team Sorgum PATO

Kami berangkat dari Bali pada 9 Desember 2020. Ada yang menarik ketika masuk gedung keberangkatan di Airport Ngurah Rai. Pak Jo yang sedang mencopot maskernya kedapatan di sapa oleh artis nasional, Vicky Prasetyo!

Saya pun kaget melihat keakraban mereka berdua. Vicky didampingi oleh kekasihnya si Kalina, mantan istri Dedy Corbuzier. Disela mereka obrol, saya minta foto-foto ke Vicky wkwkwk. Langsung foto itu saya kirim ke istri dan anak-anak hahaha.

Vicky Prasetyo

“Nih mam, idolamu sedang bersamaku,” wkwkwk gitu saya bilang. Istri saya langsung cerita bahwa Vicky dan Kalina mau nikah dan lakukan foto prewedding di Bali. Oalah.

Pak Jo ternyata mengenal Vicky karena mereka sekampung di Jakarta. Pernah terlibat bersama saling dukung bisnisnya juga. Makanya akrab hehehe.

Vicky Prasetyo

Ya itulah keseruan di Ngurah Rai. Vicky dan Kalina tampak mesra tanpa settingan. Semoga langggeng untuk kalian berdua ya. Kami akhirnya berangkat gunakan Batik Air. Sebelum landing di Cengkareng, saya lihat pulau reklamasi di Jakarta. Rupanya sudah jadi. Jadi teringat penolakan reklamasi Teluk Benoa, Bali.

Reklamasi Jakarta

Setelah landing di bandara Soekarno Hatta Cengkareng, ternyata ada satu aktivitas yang harus dilakukan untuk pelaporan penumpang berkaitan dengan program penanggulangan Covid-19 oleh Kementrian Kesehatan RI. Setiap penumpang harus melaporkan diri kedatangannya melalui aplikasi Indonesia Health Alert Card (eHAC). Saya akhirnya download, daftar dan mengisikan data diri di aplikasi itu. Begitupula ketika tiba di Ngurah Rai juga harus mengisi laporan di eHAC.

Team Sorgum PATO

Setelah landing, kami mengantarkan 150 kg sorgum ke arena pameran pertanian. Kemudian menginap di Aston TB Simatupang. Besoknya tanggal 10 Desember 2020 pameran berlangsung dan kami tidak datang karena fokus untuk acara rapat koordinasi sorgum di Bandung. Kami berangkat dari Jakarta pukul 12.30 WIB dan tiba di Bandung pukul 15.30 WIB.

Acara di Bandung berlangsung di Hotel Yello Paskal. Pukul 19.00 WIB acara dimulai dan langsung dipimpin oleh Direktur PPHTP Bapak Gatut Sumbogodjati. Ternyata masing-masing peserta diberikan waktu bicara 10 menitan. Itupun harus mewakili institusi yang diundang.

Rapat Pengembangan Sorgum

Kami ubah strategi dan hanya Pak Jo dan Mas Khairul saja yang presentasi. Saya yang kebetulan langsung duduk di meja tempat proyektor akhirnya jadi operator dadakan. Saya terima materi-materi presentasi dari peserta dan menampilkannya di proyektor wkwkwk. Begitupula klo ada peserta lain minta copy presentasi akhirnya meminta ke saya wkwkwk.

It’s oke lah yang penting beberapa goal tercapai di acara tersebut. Begini suasana rapat koordinasi pengembangan sorgum di Bandung.

Bagikan Yuk

Comments are closed.