Strategi Membership Komunitas Tangan DiAtas (TDA)

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un kepengurusan pusat organisasi wirausaha TDA melalui M. Fitriady (Direktur Pengembangan Wilayah) pada 9 Agustus 2021 memberikan amanah Ketua Wilayah TDA Bali & Nusa Tenggara kepada saya untuk kepengurusan 2021 – 2023. Tentunya dengan persetujuan senior saya di TDA Bali yaitu Pak Nizar dan Pak Anton. Ya Allah mohon kekuatan untuk menjalaninya setelah saya lengser SERTINAH (Serah Terima Amanah) dari Ketua TDA Bali 4.1 dan 5.0. Mohon doa dan support nya ya gaes …

Hendra TDA Wilayah Bali Nusa Tenggara

Baik, Bismillah mari kita melayani anggota TDA.

Menyambut aturan baru dari TDA Pusat tentang membership, bagi saya ini membahagiakan karena memperjelas aturan bagi member dan simpatisan.

Saya mau cerita keanggotaan di jaman kepengurusan saya di TDA Bali 4.1 dan 5.0 selama 3 tahun :

– Pengurus pusat TDA hanya beri aturan bahwa yang membayar membership selama 2 tahun itulah anggota TDA. Yang tidak membayar namanya simpatisan.

– Sudah ada aplikasi TDA Passport namun bagi TDA Bali itu bukanlah patokan utama dalam menjalankan program kerja.

– Agar masyarakat bisa ikut TDA Bali, syaratnya cuma mengisi formulir online di tdabali.com dan setelah itu kami masukkan ke grup WA TDA Bali. Grup WA ini isinya campur yaitu member dan simpatisan.

– Program kerja TDA Bali tetap berjalan. Mereka dalam grup WA TDA Bali masih bisa ikutan acara-acaranya TDA Bali baik itu yang gratis/urunan/bayar sendiri-sendiri/maupun berbayar.

* Program TDA Bali yang gratis:

Saling Sharing (Salsha) berlangsung di grup WA.
– Kuliah WhatsApp (Kulwa) berlangsung di grup WA.
– TDA Visitpreneur, berkunjung ke anggota TDA yang terverifikasi (punya bisnis, punya tempat workshop/toko, legalitas lengkap).
– TDA Peduli, melakukan santunan.

* Program TDA Bali yang urunan:

Kopdar dengan mengundang narasumber. Berlangsung di restoran gunakan kotak urunan untuk menanggung konsumsinya. Memastikan tempat nya gratis dan narasumber nya dari TDA agar bisa gratis. TDA Bali memberikan cinderamata piagam sebagai apresiasi. Bilamana uang urunan itu berlebih, akan masuk ke kas TDA.

Acara kopdar ini akan merangsang anggota TDA (yang bayar dan simpatisan) untuk membawa produknya masing-masing, bahkan membawa sajian-sajian. Goal program ini silaturahmi.

* Program TDA Bali yang berbayar:

Workshop & Seminar. Disinilah berlaku pembeda biaya HTM untuk anggota TDA Bali dan simpatisan. Contoh Workshop Digital Marketing, biaya utk anggota Rp. 300.000 tapi untuk simpatisan/umum Rp. 500.000.

Narasumber diusahakan dari TDA sendiri agar budgeting nya untuk berikan oleh-oleh dan piagam serta menanggung biaya transportasi, akomodasi, konsumsi. Kalau narasumber non TDA, budgeting nya hanya transportasi, akomodasi, konsumsi, piagam dan fee narasumber.

KMB (Kelompok Mentoring Bisnis) terlaksana bagi anggota yang sudah bayar membership 2 tahun dan pernah ikut TDA Leadership Camp yang berbayar.

Pesta Wirausaha TDA Bali juga program kegiatan TDA yang berbayar. Tentunya beda investasi masuk untuk kegiatan ini bagi member dan simpatisan.

* Program TDA Bali yang bayar sendiri-sendiri:

KOLAM (Kongkow Malam) adalah inisiatif pengurus untuk mengundang para member/simpatisan untuk nongkrong, ngobrol bebas. Lokasi biasanya di restoran/warung atau kantor nya masing-masing. Bila di kantor nya masing-masing, tuan rumah harus bersedia nanggung konsumsi. Goal program ini silaturahmi dan value lain. Biasanya KOLAM ini efektif untuk bisa saling curhat masalahnya masing-masing.

Untuk bisa bertemu informal, tidak harus KOLAM, namun bisa terjadi secara pribadi antar member/simpatisan TDA sesuai kesepakatan. Kadang saya sering berkunjung dan dikunjungi oleh member/simpatisan untuk silaturahmi dan itu sifatnya dadakan.

Mekanisme nya, salah satu pengurus bilang ke grup WA:
– Saya hari Rabu Malam jam 20.00 WITA ada di Wistara Family Cafe, yuk nongkrong bersama.
– Kebetulan hari ini kedatangan tamu dari TDA Kediri, yuk kita merapat di restoran bla bla jam bla bla.

PROGRAM MEMBERSHIP TDA 7.0

Kita bicara lagi tentang membership aturan dari kepengurusan TDA 7.0 yang klasifikasikan orang ikut TDA sebagai berikut:
– Member Gold (bayar membership 2 tahun, punya TDA Passport, terverifikasi)
– Member Silver (bayar membership 2 tahun, punya TDA Passport)
– Member Bronze (punya TDA Passport)
– Simpatisan (tidak punya persyaratan tersebut diatas)

Skema membership TDA

Maka sebaiknya orang-orang yang saat ini berada di grup WA Simpatisan TDA yang mempunyai TDA Passport dimasukkan ke grup Member TDA. Bagi yang belum punya TDA Passport, dikumpulkan di grup WA Simpatisan.

Saran saya nantinya di grup Member TDA, pengurus bisa memberlakukan :
– Program TDA Bali yang gratis
– Program TDA Bali yang urunan
– Program TDA Bali yang berbayar
– Program TDA Bali yang bayar sendiri-sendiri

Grup Simpatisan TDA untuk apa? Hanyalah berisi informasi pengumuman program-program TDA diatas.

STRATEGI AGAR MAU BAYAR MEMBERSHIP 2 Tahun

– Pengurus membuat SOP japri ke masing-masing member bronze dan simpatisan.
– Jangan menetapkan deadline untuk membayar namun tetap sabar mengingatkan dan mengajak.
– Jangan memberikan janji benefit bila berbayar akan dapat apa namun membayar adalah iuran yang sudah menjadi aturan di AD/ART organisasi TDA.
– Japri setiap 3 bulan sekali. Seiring mereka akan sadar diri tentang manfaat berTDA.
– Pengurus agar berjiwa besar, sabar dan konsisten bahwa japri adalah amanah melayani. Bukanlah tugas.

Usahakan pengurus TDA daerah punya profil yg bisa disebarkan ke simpatisan/member bronze bila mereka tanya benefit bila ikut TDA. Ini contoh profil TDA Bali yang pernah saya buat, format PDF.

Mungkin akan ada pertanyaan dari sisi pengurus TDA, sebagai berikut:

Kalau semua member baik yang bronze, silver dan gold dijadikan 1 WA Group lalu apa benefit nya antara member yang berbayar dan yang tidak berbayar? Maka benefit nya ada di Program TDA yang berbayar. Mereka bisa berhemat mengikuti program tersebut. KMB adalah andalannya.

Kalau tanpa deadline pembayaran iuran membership, pengurus harus sabar untuk reminder lagi dan lagi, sampai kapan?

Berbayar adalah kesadaran. Sistem TDA yang membatasi gerakan mereka bila tidak membayar. Tidak bisa berhemat bilamana ada acara TDA yg berbayar. Deadline menurut saya tidak cocok dgn TDA Value Silaturrahim. Yaitu:
– Saling mendukung
– Sinergi
– Komunikasi
– Kerja sama
– Berbaik sangka
– Bekerja dalam tim
– Sukses bersama

Saya dulu tidak menerapkan deadline namun Alhamdulillah klo direminder lagi akhirnya bayar. Butuh waktu memang seiring dgn benefit yg akhirnya mereka terima. Klo sudah dekat, sudah gayeng, sudah akrab, akan gampang.

Bilamana pengurus TDA ada yang berpendapat: Pengurus diamanahi untuk melayani member, sebaiknya juga dibarengi dengan kesadaran member untuk mendukung pengurus.

Saran saya: Jangan meminta para anggota untuk sadar. Kita hanya melayani saja. Membayar itu saya ibaratkan dapat hidayah dari Allah SWT hehehe.

Setelah saya amati, uang bukanlah masalah bagi yang gak mau bayar. Namun faktor interaksi, kedekatan, dan seringnya ada program, mereka akan rela bayar. Memang, pengurus sekarang 7.0 penuh tantangan, dilematis, karena TDA 6.0 yang lalu agenda program nya banyak yang macet due to pandemic.

Bila sudah menerapkan removal, dan terjadi baper, problemnya kadang yang remove junior dan tidak akrab dengan yang bersangkutan. Bisa jadi bukannya tidak mau bayar, kadang cara komunikasi pengurus juga jadi penyebab.

Namanya juga senior kadang ada yang egonya sedikit tinggi dan kurang berjiwa besar 🙂 Maka sebagai pengurus jangan ikutan baper, jangan berfikiran “BerTDA itu harusnya fun, jika tidak fun maka ada masalah pada diri orangnya“. Pengurus lah yang harusnya fun. Jika tidak fun maka diri pengurus ada problem dalam menjabarkan kalimat “Pengurus adalah pelayan TDA”. Jadi pengurus, berjiwalah besar! Kenapa pengurusnya dipaksa berjiwa besar? Karena mereka nantinya akan jadi senior setelah purna tugas 🙂

Maka sebaiknya, jangan terapkan deadline, namun bikin 3 bulan sekali japri reminder. Orang mau bayar itu ibaratnya 2 insan manusia yang akan ijab qabul nikah. Klo mereka sudah sering ketemu, sering berbincang, sering bersama, saling mendapatkan manfaat, clear, akan rela keluarkan duit untuk ijab qabul.

Sekarang, apabila ada 2 WA Group untuk simpatisan dan member, itu sudah tepat. Menyesuaikan aturan TDA Pusat maka simpatisan yang sudah punya TDA Passport sebaiknya dimasukkan ke WA Group member.

Lantas WA Group Simpatisan untuk apa? Untuk beri info-info kegiatan TDA saja. Misal info ada Salsha, Kulwa, Sharing Youtube Live Streaming (dari TDA Pusat), Donor Darah (TDA Peduli), Workshop, Seminar, Kopdar, dll. Simpatisan bisa akses acara gratis dari TDA Daerah dan TDA Pusat. Namun ada beberapa koridor yang membuat simpatisan harus upgrade.

Jadi, pesan untuk pengurus, TDA adalah wadah amaliah yang sangat berharga. Jagalah kesabaran, jagalah jiwa utk selalu berbesar hati. Klo ada yang komplain, itu wajar. Member bisanya komplain hehehe. Taruhlah urus TDA dalam genggaman, jangan masukin hati.

Para member TDA rindu untuk kegiatan saling bertemu. Maka sekarang GASS kan!

Terima kasih.

Bagikan Yuk

Comments are closed.