Suara yang tak lagi bermakna

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Suara itu lirih, perlahan menghilang
Seperti tertimbun sesak tak beralasan
Namun, aku sepertinya punya alasan tersendiri
Mengapa suara itu perlahan sirna

Suara itu biasanya digunakan untuk bercengkerama
Bersahutan satu sama lain saling menghayati
Makna dalam bait-bait cerita

Suara itu menyapih batin
Membelai sukma
Memanjakan jiwa
Bahwa kita saling bertenggang rasa

Lambat laun, aku menangkap adanya pemberontakan
Bahwa suara tidaklah penting untuk menggema
Bahwa sesuatu hal lain yang lebih untuk diutamakan
Diantara gelimpangan nafsu-nafsu duniawi …
Yang tampak mulai nyata

Semakin kubertanya, suara itu lantang berteriak
Tidak lagi merdu di telinga
Ciptakan nada-nada sumbang
Menodai ketentraman batin

Semoga saja ini adalah alasan yang tak bermakna
Hanya bisikan yang sumbang
Dari dalam hati

Bagaimanapun jua, aku kangen untuk saling bersuara, lebih dari apapun, di dunia ini.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


2 Comments

  1. obat tradisional jantung koroner January 18, 2012 at 8:03 pm

    puisi yang bagus 🙂

    Reply

  2. tutorial komputer January 22, 2012 at 11:51 am

    :top: puisi puisi…. indah suaramu

    Reply


Leave A Response