Tugas MasterTrainer di GapuraDigital Dan WomenWill

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Salah satu cara saya belajar dan mendalami ilmu adalah dengan membagikannya. Konteks membagikan salah satunya jadi narasumber atau pembicara di sebuah acara (event). Sebelum bicara, ada proses persiapan membuat materi. Disitulah saya mengingat kembali pengalaman dan mendalami ilmu kekinian yang mutakhir sehingga terwujud dalam materi presentasi.

Prinsip itu saya sampaikan ketika diberi tanggung jawab oleh Google Indonesia bertugas sebagai Master Trainer di Train The Trainer (TTT) program Google Women Will Bali dan Gapura Digital Bali, yang terselenggara pada tanggal 2 – 3 dan 9 – 10 Februari 2019 di Hotel Grand Mirah, Jl. Kaliasem, Denpasar – Bali. Mereka yang mengikuti TTT adalah para pembicara dan narasumber potensial di Bali yang nantinya akan jadi fasilitator (trainer) program Google tersebut.

Kami para fasilitator (bisa juga disebut trainer) mengikuti program dari Google ini mengedepankan jiwa sosial karena status nya sukarelawan (volunter). Google sendiri punya tujuan membantu UKM di Indonesia secara gratis, agar memanfaatkan teknologinya agar mereka bisa go online dan tumbuh berkembang karenanya.

Ya, program Gapura Digital dan Women Will ini gratis tidak berbayar bagi UKM Indonesia. Maka Saya sampaikan juga tugas berat jadi trainer yang berstatus sukarelawan (volunter), yaitu berbagi ilmu dan pengalaman menggunakan teknologi Google dengan penuh keikhlasan tanpa memikirkan kecilnya honor yang diterima.

Yakinlah Tuhan sudah mempersiapkan rencana indah buat Anda diluar program ini. Rejeki itu niscaya akan mengalir di luar sana.”

Walaupun Google adalah brand besar dunia namun program ini mengutamakan nilai-nilai sosial sebagai motor penggeraknya. Sengaja fakta volunterisme ini saya sampaikan di awal sebagai filter para calon fasilitator. Ya, jika mereka berjiwa sosial, besok pasti akan masuk lagi mengikuti materi TTT. Ternyata ada beberapa yang tidak nongol lagi hehehe. Ya sudahlah, proses penilaian sedang berjalan.

Mereka para pembicara dan narasumber potensial Bali ini tidak langsung diterima sebagai fasilitator Google. Setelah materi TTT saya sampaikan, masih ada tes dan ujian diakhir program. Tes jadi pembicara dan ujian pemahaman materi TTT. Nilai (score) yang dihasilkan akan jadi bahan evaluasi project officer (PO) Gapura Digital dan Women Will Bali untuk memilih fasilitator yang pantas dan sesuai Key Performance Indicator (KPI).

* Apa Sih Gapura Digital dan Women Will?

Gapura Digital adalah program yang mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia untuk memajukan bisnis melalui digital. Terdapat serangkaian topik yang lengkap mulai dari tren digital, membangun portal usaha hingga SEO/SEM. Lihat website nya disini.

Women Will adalah program global dari Google yang dilakukan serentak di  beberapa negara seperti Brazil, India, Jepang, Meksiko, dan Indonesia, yang bertujuan mendukung wanita wirausaha, mengurangi kesenjangan gender dalam peluang ekonomi dan melalui beberapa kegiatan yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kesehjateraan wanita wirausaha melalui bantuan teknologi. Lihat website nya disini.

* Proses Rekruitmen Fasilitator

Definisi fasilitator atau trainer oleh Google untuk program Gapura Digital dan Women Will adalah tokoh-tokoh UKM yang sudah sukses menggunakan digital. Disampaikan oleh Head of Small Medium Business (SBM) Marketing Google Indonesia Fida Heyder.

Tercatat sudah 3 kali PO Gapura Digital melakukan seleksi fasilitator baru. Yang pertama dulu menggunakan teknik lowongan volunter jadi fasilitator. Para calon fasilitator dikumpulkan bersama untuk mengikuti TTT yang dibawakan oleh Master Trainer pilihan Google Indonesia. Selanjutnya diadakan tes dan ujian. Nilai yang dihasilkan ternyata bukan parameter pokok. Masih ada tes lanjutan yaitu membawakan materi TTT langsung ke peserta program Gapura Digital. PO mendapatkan feedback dari peserta tentang kualitas fasilitator plus penilaiannya sendiri. Yang kurang greget dipastikan tidak jadi fasilitator lagi.

Seleksi ke 2 masih menggunakan teknik lowongan volunter jadi fasilitator. Para pelamar diberikan kesempatan presentasikan beberapa topik teknologi Google yang mereka kuasai. Yang jadi juri adalah fasilitator hasil rekruitmen pertama sesuai pilihan PO. Yang menentukan kelayakan adalah para juri tadi. PO tidak diberikan wewenang. Selanjutnya diadakan TTT ke dua yang dihadiri oleh fasiliator lama dan baru. Dulu saya yang diberi tanggungjawab menjadi Master Trainer dari perwakilan Bali. Sebelumnya saya harus datang ke Google Indonesia di Jakarta untuk menerima materi TTT pada 8 – 9 Mei 2018.

Seleksi ke 3 rupanya beda strategi. Calon fasilitator didapatkan dari rekomendasi oleh para fasilitator pilihan PO. Para PO juga membuka rekomendasi dari para tokoh yang dianggap kompeten. Harapan nya, pribadi yang memberikan rekomendasi itu lebih memahami medan dunia public speaking dan tahu kapasitas serta kompetensi diri para calon fasilitator.

Setelah terpilih, calon fasilitator di undang mengikuti TTT yang saya bawakan sebagai tugas selaku Master Trainer dan dibantu oleh Bu Indra, Bli Agas serta Bli Yudha. Terima kasih ya brosist 🙂 Mereka bertiga juga mengikuti TTT yang terselenggara di kantor nya Google Indonesia di Jakarta selama 3 hari pada 29 – 31 Januari 2019.

Terima kasih atas kesempatannya telah menunjuk saya sebagai Master Trainer Gapura Digital dan Women Will Bali. Sudah hampir 3 tahun saya membersamai program mulia ini. Saat nya saya memberikan tongkat estafet Master Trainer kepada para sahabat fasilitator lain (yang lebih muda hehehe). Begitupula saya meminta kepada PO ditempatkan sebagai fasilitator di bangku cadangan saja. Berikan kesempatan fasilitator (yang lebih muda lagi hehehe) untuk mendampingi UKM Bali melek teknologi Google, dan tumbuh berkembang karenanya.

Thanks Google Indonesia!
Thanks istri dan anak-anak saya!
Thanks team BOC Indonesia!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


1 Comment

  1. Soreangku Jaya May 29, 2019 at 9:17 am

    Betul kita harus memiliki determinasi bahwa Tuhan memiliki cara membantu hambanya yg sudah begitu ikhlas berbagi.. Semangat master!

    Reply


Leave A Response