Turun Ke Jalan, Kawal Teluk Benoa dari Investor Reklamasi berkedok Revitalisasi

Away dulu dari laptop, pamit dan percayakan kantor pd teamku yg hebat. Turun kejalan cegah maling maling berkedok revitalisasi! ?#?BaliTolakReklamasi?

1503927_10152878697234842_5019227579452244443_n

Mau snorkling bli? Siapkan snorkel set dan ban pelampung! ~ Reklamasi menyebabkan berkurangnya fungsi Teluk Benoa sebagai reservoir (tampungan banjir) dari 5 sub-DAS (Daerah Aliran Sungai): DAS Badung, DAS Mati, DAS Tuban, DAS Bualu, DAS Sama, termasuk dari sungai yang berasal dari alur rawa. Akibatnya air akan menggenangi dan membanjiri daerah sekitarnya, seperti di: Sanur Kauh, Suwung Kangin, Pesanggaran, Pemogan, Simpang Dewa Ruci, Tanjung Benoa, termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai dan dataran rendah di sekitarnya.

10363741_10152879180599842_2463258830446485749_n

Ingat reklamasi Pulau Serangan? Dulu investor tunjukkan maket-maket indah, rencana-rencana pembangunan yang masif, menggiurkan masyarakat bakal dapat cipratan rejeki karenanya. Namun sekarang gimana keadaannya? Pedih, merana dan tak terurus. Semak belukar, ilalang dan kerusakan laut merajalela. Apa bisa dikembalikan lagi? Tidak bisa!

Sampai sekarang tidak jelas siapakah arsitek yang buat desain perencanaan reklamasi Teluk Benoa itu. Padahal biasanya arsitek akan bangga akan hasil karya nya terpublikasi. Ini malah nggak jelas si arsiteknya. Tahu kenapa nggak jelas? Karena si arsitek tahu bahwa proyek reklamasi ini bermasalah!. Hal ini disampaikan oleh perkumpulan arsitek yang ikut orasi menentang reklamasi teluk benoa.

Pemerintah berdalih kawasan reklamasi nanti status nya sewa, pemiliknya tetap pemerintah. Reklamasi itu bukan seperti sewa menyewa tanah. Kalau masa sewa habis, tanah bisa kembali. Ini kalau masa sewa reklamasi teluk Benoa habis, apa bisa kembali ke semula? dikeruk lagi menjadi sebuah teluk dan laut?. Tidak bisa!

Di atas reklamasi akan dibangun ribuan kamar dari berbagai jenis akomodasi, mulai dari hotel, hotel resort, hotel villa, resort, villa, dan villa terapung. Hal ini bertentangan dengan riset pemerintah yang menyatakan Bali Selatan sudah kelebihan kamar. Bertentangan pula dengan kebijakan jeda sementara (moratorium) akomodasi oleh Gubernur Bali. Kepadatan Bali Selatan akan meningkat dan berpotensi menambah alih fungsi lahan pertanian akibat kebutuhan hunian oleh serapan ratusan ribu tenaga kerja. Akibatnya, ketimpangan pembangunan antara Bali Selatan dengan Bali Utara, Barat dan Timur akan makin meningkat.

Jadi #BaliTolakReklamasi ~ Bali Tolak Reklamasi


Banner 1
Banner 2
banner 3

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me