#UNBRANDING, Cara UNPOPULAR Branding di Entrepreneur Festival 2019

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Entrepreneur Festival ke 6 tahun 2019 kembali terselenggara oleh BPR Lestari dan Money&I Magazine dengan tema UNBRANDING. Berlangsung di Bhumiku Convention Centre pada Sabtu, 28 September 2019. Menghadirkan pembicara kondang Andy F. Noya, Executive Producer Brand Adventure Indonesia dan Arto Biantoro, Creative Director CEO of Gambaran Brand dan Host Brand Adventure Indonesia.

Alex P Chandra Entrepreneur Festival 2019

Jadi ajang nostalgia juga bagi saya yang pernah rasakan jadi nominator kategori Technopreneur Awards pada Entrepreneur Festival ke 2 tahun 2015. Alhamdulillah bisa jadi bahan cerita ke anak-anak. Ada buktinya juga hehehe.

Ya, acara ini ada ajang penghargaan nya juga. Selain konsep seminar edukasi wirausaha, Entrepreneur Festival juga sebagai selebrasi apresiasi kepada sejumlah pengusaha yang sukses menjadi inspirator kewirausahaan khususnya di Bali.

Kategorisasi penghargaan meliputi The Rookie (untuk pengusaha pemula yang usianya di bawah 35 tahun), The Wonder Woman (untuk pengusaha wanita yang dengan berbagai kesibukannya sebagai ibu rumah tangga namun berhasil mengembangkan usahanya), The Technopreneur (untuk pengusaha yang bisnisnya menggunakan platform teknologi atau digital), penghargaan Lestari Entrepreneur of the year (penghargaan tertinggi pengusaha), dan The Icon (pengusaha dari Bali yang berkiprah di tingkat nasional).

Pemenang Entrepreneur Festival 2019

Pemenang Penghargaan di Entrepreneur Festival 2019

Proses pengamatan para nominator berlangsung 1 tahun. Waw! Kemudian penjurian akan saya ceritakan di akhir tulisan ini. Maka pemenang nya adalah:

The Rookie: Anak Agung Gede Wedhatama (pengusaha Pertanian)
The Wonder Woman: Putu Suprapti Santy Sastra (pengusaha Public Speaking)
The Technopreneur: Puja Astawa (Pegiat sosial dan Youtuber)
Lestari Entrepreneur Of The Year: I Ketut Mardjana (Owner Toya Devasya)
The Icon: Gusti Ngurah Anom (Cok Krisna, owner Krisna Oleh-Oleh)

Selamat ya Bli, Pak dan Bu! Anda tokoh panutan kami para wirausahawan Bali!

Para pemenang didaulat ke panggung dan menerima penghargaan yang diserahkan oleh Walikota Denpasar Bapak Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Chairman Lestari Group Bapak Alex Purnadi Chandra. Sambil semua masih berdiri di panggung, Pak Rai Mantra berikan sambutan. Mengabarkan bahwa Denpasar saat ini sudah punya 4% pengusaha.

Saya pribadi punya kenangan manis dengan Pak Rai Mantra ini. Aishh. Ketika mengadakan Pesta Wirausaha Bali 2016 untuk komunitas wirausaha TDA Bali, berhasil audiensi dan mendaulat beliau untuk membuka acara tersebut. Ah lagi-lagi cerita manis yang bisa jadi oleh-oleh masa tua nanti hehehe. Alhamdulillah.

Inspirasi dari Para Pemenang

Ada 5 pemenang namun sayangnya Cok Krisna dan Puja Astawa berhalangan hadir. Jadinya cuma 3 pemenang saja yang didaulat cerita tentang pengembangan bisnis nya. Supaya jadi inspirasi 800 an undangan Entrepreneur Festival 2019. Berikut saya ceritakan poin-poin nya ya.

Walikota Denpasar

Toya Devasya ternyata milik dari mantan Dirut PT. Pos Indonesia! Bapak I Ketut Mardjana. Tahu Toya Devasya kan? Itu loh resort di Kintamani yang ada Natural Hot Spring nya. Saya coba googling ternyata Toya Devasya menjalankan beberapa unit usaha di antaranya Natural Hot Springs, Restaurant, The Ayu Kintamani Villas, Wisata petualangan, Ayurvedic Spa dan Toya Yatra Tour and Travel. Tidak hanya resort ternyata!

Setelah pensiun, tokoh yang terkenal membuat PT. Pos Indonesia buntung jadi untung ini fokus having fun pulang kampung jalankan Toya Devasya yang tadinya tidak kedengaran jadi fenomenal di dunia pariwisata Bali.

Pak I Ketut Mardjana mengawali presentasi nya dengan filosofi Bali. Tidak ada ceritanya orang sakti itu pintar sendiri. Beliau punya 3 jurus sakti buat Toya Devasya melejit. Yaitu konsep Selfie, Kemitraan dan Kontribusi. Kurang lebih begitulah resume dari bahasa saya.

Tren selfie dimanfaatkan Pak Mardjana untuk poles setiap sudut Toya Devasya memorable dan jadi spot cantik untuk berfoto selfie. Ketika wisatawan berselfie ria dan unggah ke media sosial, maka pasar lah yang lakukan marketing untuk Toya Devasya! Irit biaya marketing, kelakar Pak Mardjana.

Untuk tingkatkan kunjungan wisata ke Toya Devasya, Pak Mardjana sadar betul tidak bisa sendirian. Wisatawan mayoritas dibawa oleh guide atau driver. Maka strategi beliau adalah berikan pendapatan tambahan (komisi) untuk guide/driver yang membawa wisatawan nya belanja di Toya Devasya. Besaran komisi nya mulai dari 50 hingga 70%! Mrinding! Makanya guide dan driver betah berikan referensi wisatawan untuk datang ke Toya Devasya.

Strategi ke tiga, Pak Mardjana menyisihkan keuntungannya untuk bantu penduduk dan pebisnis lokal untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang nyaman bersama. Support melalui kegiatan PokDarWis (Kelompok Sadar Wisata). Misalnya bantu buatkan toilet untuk spot cantik di sekitaran Kintamani sana. Bantu perbaiki boat/perahu operator wisata milik penduduk sana agar tamu betah berlama-lama di Kintamani. Bantu pengusaha transport lokal sana, dll yang intinya kegiatan membangun pariwisata Kintamani. Maka jika ada thread/ancaman bagi Toya Devasya, lingkungan lah yang menjadi benteng. Kemudian antara operator wisata satu dan lainnya saling mendukung. Gilak ya. Salut!

Gajah adalah maskot group Toya Devasya. Makna filosofif Gajah menurut Pak Mardjana: Kuping nya besar maka siap mendengarkan segala ide, saran dan kritik. Matanya kecil artinya fokus. Mulut gajah kecil, artinya tidak greedy (serakah). Belalainya untuk memuntahkan air, semburkan kemakmuran. Badan nya besar simbol dari kekokohan. Byuh keren pisan euy!

Itu yang bisa saya rekam dari mantan Dirut PT. Pos Indonesia yang melegenda, dalam meningkatkan value bisnis Toya Devasya Group.

Bagaimana dengan Bu Santy Sastra? Beliau ini dulunya penyiar dan pemilik radio Duta FM. Akhir-akhir ini fokus di lembaga public speaking. Memberikan pendidikan kemampuan diri didepan publik. Bu Santy mengenal 2 macam hari dalam hidupnya. Yaitu hari yang baik dan hari yang sangat baik. Waw, maka isi kehidupannya selalu positif nih!

Kemudian Anak Agung Gede Wedhatama, yang lebih dikenal dengan panggilan Gung Wedha. Masih muda, milenial, namun bisnis nya berbasis Pertanian. Menjadi petani muda itu keren! Itu tagline nya. Keren nya ada alasannya lho. Gung Wedha berhasil eksport ber ton-ton komoditi unggulan Bali ke luar negeri! Semisal manggis.

Menurut Gung Wedha, Bali kekuatan nya di agraris. Harus ada generasi muda yang konsen perbaiki pertanian di Bali. Pertanian adalah bisnis yang sudah disediakan Tuhan, selain air dan energi. Maka kita tinggal ambil dan mengolah nya jadi nilai yang tinggi. Mrinding!

Selain sektor pertanian, Gung Wedha juga mengembangkan fintech Pertanian, nabung tani. Kemudian menciptakan teknologi Pertanian by phone. Ngeri ya? hehehe. Pantes menang!

#UNBRANDING, Konsep Branding Tanpa Branding

Pembicara utama Entrepreneur Festival 2019 saat nya bicara. Adalah Arto Biantoro seorang brand activist presentasi tentang UNBRANDING bagi para pebisnis. UNBRANDING adalah pendekatan branding yang tidak populer. Namun jika dilakukan akan membuat brand itu bertahan lama (sustain).

Arto Biantoro UNBRANDING

Branding selama ini berfikiran bagaimana produk kita laku. Kegiatan menawarkan produk, edukasi produk, di klaim sebagai branding. Padahal itu pola marketing. UNBRANDING adalah aksi the next branding yaitu brand yang memberikan manfaat kepada konsumen atau masyarakat secara umum.

The future of branding adalah care about the people, bukan brand nya. Arto juga menunjukkan slide bertuliskan: Successful brands of the future care about people, not branding. Mungkin secara teori, pendekatan tidak biasa ini bertentangan dengan ilmu marketing yang kita kenal dari dulu.

Kata Menteri Koperasi dan UKM RI, jumlah pengusaha di Indonesia meningkat jadi 7%. Apakah lantas membuat profit bisnis makin meningkat? Malah makin susah karena itu realita kompetisi yang tinggi. Masyarakat jadi banyak pilihan dan kita harus rela berbagi kue profit. Contoh kompetisi antar marketplace yang gaungkan Free Ongkir, itu tidak kreatif sama sekali. Pendapat Arto. Maka kita perlu pendekatan UNBRANDING untuk menciptakan nilai lebih dari brand kita.

Hasil dari UNBRANDING adalah kita tak perlu cerita tentang brand. Orang lain lah yang akan menceritakan brand kita. Bagaimana bisa tahu? Kita cukup mempersiapkan brand profile saja yang ditempatkan sebagaimana mestinya, misal website, kartu nama, kantor. Tanpa harus menawarkan orang lain untuk mengerti. Klo tetap menawarkan mah marketing itu namanya hehehe.

Andy F Noya

Ada apa dengan Andy F Noya? Dia masih satu manajemen dengan Arto. Andy adalah sosok sempurna dari UNBRANDING. “Tanpa saya sadari, inilah yang membentuk label dari Andy F Noya, proses UNBRANDING yang menjadikan saya seperti sekarang,” ujar si presenter Kick Andy.

Andy bercerita panjang soal sejumlah program dan kegiatannya di ranah sosial, yang semua ini tidak pernah terpikirkan olehnya ketika mengawali karir. Baginya, menjadi seorang jurnalis sudah lebih dari cukup, namun panggilan lain membawanya bergerak pada jalur yang lebih dalam, menjadi sosial entrepreneur.

Andy F Noya ini cocok jadi standup comedian deh. Dari awal sampai pertengahan acara isi materinya bikin undangan terpingkal-pingkal. Ya saya terhibur juga siy. Namun pukul 21.30 WITA saya anggap pertengahan dan harus pamit dari Entrepreneur Festival 2019. Sayang tidak bisa ikuti acara hingga akhir karena sudah janji dengan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Badung, sebuah organisasi pencak silat untuk memberikan materi tentang media sosial dan potensinya.

PSHT

Setelah memberikan materi media sosial ke anggota PSHT, saya jadi mikir tentang UNBRANDING dan kegiatan tingkah polah saya selama ini. Mungkin saya tidak sadar bahwa kegiatan sharing jadi pembicara internet marketing ini sudah UNBRANDING. Porsi bicara brand saya cuma perkenalan nggak sampai 5 menit. Sisanya bicara kekuatan digital marketing yang berpotensi bawa manfaat.

Mungkinkah aktivitas saya sama seperti yang dilakukan Andy F Noya dengan Kick Andy Foundation nya? Wallahu A’lam hanya Allah yang Maha Tahu deh. Tapi saya pribadi sepakat dengan konsep UNBRANDING ini. Masuk akal dan Mrinding!

Entrepreneur Festival lakukan #UNBRANDING

Ya! Menurut saya BPR Lestari dan Money&I melakukan aksi UNBRANDING dengan selenggarakan acara tahunan bernama Entrepreneur Festival. Event tahunan ini manfaatnya terasa bagi saya pribadi. Yakin juga bermanfaat bagi pebisnis lainnya.

Saya dapat wawasan keilmuan dan pengalaman dunia bisnis dari narasumber yang berkompeten. Tentunya akan saya aplikasikan di bisnis juga. Saya dapat pengakuan (walaupun sebagai nominator) dan rela untuk cerita tentang Entrepreneur Festival. Bukan cerita soal BPR Lestari dan Money&I nya ya. Pun tidak ceritakan figur Pak Alex dan Pak Arif nya. Kedua brand dan kedua orang itu jelas akan dikepoin oleh masyarakat yang mengikuti Entrepreneur Festival. Bahkan dikepoin orang karena ada yang baca tentang manfaat nya. Ya seperti baca di tulisan ini. Haizzz. Serius ini Pak!

Pribadi-pribadi yang mendapatkan pengakuan, walaupun itu nominator dan diberikan piagam, itu sangat berharga. Mean something. Yakin deh. Menurut saya siy. Jadi value untuk vibrasi masa depan nya anak-anak. Tokoh tua nya bisa dijadikan panutan. Sayang nya Entrepreneur Festival kali ini tidak menyebutkan para nominator nya. Apakah saya ketinggalan? CMIW. Padahal para nominator bisa jadi agent UNBRANDING nya kedua bisnis itu.

Juri Entrepreneur Festival 2019

Pengakuan lain di event ini adalah menunjuk saya jadi salah satu juri untuk penentuan pemenang Entrepreneur Festival 2019. Saya merasa diri ini bermanfaat dan bernilai tinggi mewakili ribuan pengusaha di Denpasar. Mohon ampun Ya Allah jika ini tinggi hati. Trully i’m proud of my self and my kids will do. Thanks Pak.

Saya yakin juri yang lain juga merasa terhormat mendapatkan kesempatan. Adalah Bu Sutrisna Dewi, Pak Putu Santika, Pak Putu Sudiarta, Bu IGA Silawati, Pak IB Ratu Antoni Putra, Bu Kadek Chintya Dwi Pratiwi dan Pak Arif Rahman.

So, saya mendukung Entrepreneur Festival terus menerus diadakan. Sangat bermanfaat. Terima kasih Ya Allah dan terima kasih BPR Lestari (Pak Alex) dan Money&I (Pak Arif).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response