Valentine oh Valentine, Sejarah Hari Valentine

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Manusia yang jatuh cinta, akan berbuat sedikit ‘gila’ dan romantis (kegiatan yang berkorelasi pada kasih sayang) di sebuah hari bernama Valentine. Seperti contoh, berkirim kartu kasih sayang, Bali Orange sayang kepada pelanggan, akhirnya menaikkan layanannya, istri saya mengirimkan es krim campina ke kantor BOC, disertai dengan ucapan, “To Bapak Hendra, For my lovely husband, Happy Valentine … Much Love .. from Shinta“. Duh, mak nyuss rasanya hati ini, Love you too Sayangku. Semoga spirit dari Hari Valentine ini juga menyelimuti kalbu teman-teman semua. Amin. I love you guys, but im not an homok hihihihii.

valentine1.jpg valentine2.jpg

Klo kita melihat hingar binggar Hari Valentine, tentunya ada sejarahnya donk, berikut ini cuplikan Sejarah Hari Valentine menurut wikipedia.

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik “Happy Valentine’s”, yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, namun jarang kepada teman pria lainnya. Kecuali kedua-duanya adalah kaum homoseksual.

Tradisi Hari Valentine di negara-negara non-Barat

Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.

Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah “Hari Raya Anak Perempuan” (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.

Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasium TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

Akhirnya jadi 3 Giga.

domain_name_webhosting.gif
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


4 Comments

  1. leak barak 9000 February 15, 2008 at 12:48 am

    Mantap…

    Reply

  2. imsuryawan February 15, 2008 at 12:58 pm

    mimih! niat banget nih Bli Hendra postingannya. Sampe browsing ke wiki segala! Nice post.

    Reply

  3. ady gondronk February 16, 2008 at 11:08 pm

    hahh….dugas ne timpal cowok rage ngucapang met F**klentine jak rage, jangan-jangan dia homo dong…
    hiks.. 😆

    Reply

  4. anggie February 12, 2009 at 6:36 pm

    maksiii bgt yaa.. artikelnya ngebantuu bgtn wat aq bikin tugas ttg harii valentine.. heehe :top: 😀

    Reply


Leave A Response