Video Branding untuk Startup Bisnis/UKM

Saya diundang oleh Ukm Kewirausahaan Universitas Udayana sebagai juri lomba video branding. Diantara 4 juri yang ada, kompetensi saya adalah di bidang internet marketing (digital) nya.

Belasan peserta #videobranding dari seluruh universitas dan perguruan tinggi di Indonesia mengikuti perlombaan yang status nya tingkat nasional. *salut* Semua video diupload online di Youtube.

Dalam lakukan penilaian #videobranding, dibawah ini adalah parameter yang saya gunakan:

1. Penetapan tujuan dan durasi.

Untuk apa video branding itu dibuat? Apakah untuk jualan? Edukasi? Atau tutorial? Kemudian media publikasi apa yang akan digunakan? Media sosial ataukah media elektronik? Setiap tujuan branding dan penempatannnya mempunyai durasi spesifik. Jika untuk jualan dan dipubilkasi ke Instagram maka durasinya maksimal 1 menit. Konten edukasi dan tutorial biasanya berdurasi panjang, lebih dari 1 menit.

2. Sudut pandang.

Topik penyajian video berdasar sudut pandang perusahaan atau konsumen? Perusahaan akan lebih sajikan fasilitas dan keunggulan brand nya. Konsumen lebih menilai pada pengalaman dan manfaat dalam gunakan brand tersebut.

3. Proses kreatif.

Menampilkan keberagaman tampilan dan pengalaman dalam penyajian sebuah brand. Kemampuan dalam sajikan narasi, olahan grafis video, seni peran dan hasil akhir penyampaian brand.

4. Keterlihatan (visibility) Branding.

Seberapa sering brand itu tampil dalam sebuah narasi video. Dan seberapa kuat brand itu mampu melekat di benak konsumen.

5. Ajakan.

Apa hasil akhir dari branding melalui video tersebut? Konsumen sudah menikmati narasi dalam video dan mereka harus menjadi sesuatu sebagai hasil akhir dari branding. Tahu cara gunakan brand ataukah segera membeli brand itu? Konsumen mungkin memang menikmati pesan Anda, namun jika mereka tidak mengetahui apa yang harus dilakukan setelah menontonnya, kerja keras Anda akan menjadi sia-sia.

Perlombaan ini keren! Jadi inspirasi startupers bisnis untuk melek terhadap branding dan eksekusi akhirnya yaitu undang OMZET dalam cashflow usaha! Ya kan?

Menurut saya, dalam #videobranding untuk startup, jangan hanya fokus pada keren saja namun tunjukkan channel distribution brand Anda, agar jadi omzet! Jika brand Anda sudah sekelas Adidas, Nike maka silahkan memainkan ego Anda 🙂

 

Bagikan Yuk


Leave A Response