Bedah Marxisme Si Hantu Eropa di Buletin Alternative PC PMII Denpasar

Bersyukur Alhamdulillah jadi bagian dari organisasi kemahasiswaan di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) medio tahun 1997 – 2001. Masa Republik Indonesia punya peristiwa besar perubahan dari era Orde Baru ke era Reformasi. Saya ikut turun ke jalan bersama jutaan mahasiswa seluruh Indonesia, tuntut Presiden RI ke 2 Bapak Soeharto untuk mundur. Membersamai jaman Presiden RI ke 3 BJ Habibie, dan Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Era Reformasi buat mahasiswa bergeliat. Termasuk kebebasan berfikir, berpendapat dan bertindak akibat kebijakan Presiden BJ Habibie dan Gus Dur. Lahir aksi toleransi SARA, beri nafas bantuan untuk Poso dan Timor Leste, hingga angkat kembali diskursus Marxisme. Saya berfikir setelah era reformasi berakhir, maka aksi aktivisme rasa mahasiswa berakhir pula. Ternyata tidak! Saya lanjut terdaulat aktif di PMII sebagai Mabincab PC PMII Denpasar. Trus dijerumuskan lagi ke Ikatan Alumni (IKA) PMII Bali. Ya wes lah. Terlibat lagi dengan sahabat junior PMII khususnya Denpasar.

Buletin Alternative PC PMII Denpasar tahun 2000

Teguh, sahabat junior PMII Denpasar membawakan harta karun kepada saya. Copian buletin PMII Cabang Denpasar terbitan tahun 2000. Wuah, ada tulisan dan puisi saya dan para sahabat disana! Waktu itu era nya Presiden Gus Dur gaungkan wacana cabut TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ajaran komunisme.

Alasan Gus Dur Mengusulkan Wacana Pencabutan TAP MPRS 25/1966 (Tahun 2000)

1. Rekonsiliasi Nasional: Gus Dur menilai keluarga atau keturunan eks-PKI seharusnya tidak terus-menerus mendapat diskriminasi politik dan sosial atas perbuatan yang tidak mereka lakukan.
2. Semangat UUD 1945 & Pancasila: Ia berpendapat negara wajib melindungi seluruh warga negara tanpa kecuali dan menjamin hak asasi manusia yang setara.

Kami di PMII Denpasar ekspresikan diri melalui tulisan bedah ajaran Marxisme. Berikut rangkuman komentar Dul Kribo tentang isi buletin PC PMII Denpasar yang bernama Alternative: Media Pemikiran dan Kebudayaan.

Atau, silakan baca dulu, download Buletin Alternative PC PMII Denpasar Tahun 2000.

—

Buletin Alternative Edisi Juni 2000 terbitan PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Denpasar ini seperti menyingkap kembali denyut nadi intelektual generasi emas pasca-Reformasi 1998. Penerbitan ini bukan sekadar media cetak mahasiswa biasa, sebaliknya ia merupakan cerminan sebuah generasi yang sedang merayakan kebebasan berfikir secara radikal, berani, dan sarat dengan kegelisahan epistemik.

Mari bedah jiwa, naratif corak, dan dinamika pemikiran kumpulan mahasiswa PMII Denpasar:

1. ​Keberanian Menghancurkan Tabu dan Dogmatisme: Zaman peralihan keterbukaan yang dicetuskan oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terutama keputusan beliau untuk cabut TAP MPRS No. XXV/1966. Kumpulan mahasiswa ini tidak terperangkap dalam ketakutan propaganda Orde Baru; mereka memilih untuk membedah Karl Marx secara ilmiah di bawah tajuk “Si Hantu Eropah Itu”. Menariknya, mereka tidak menelan mentah-mentah fahaman tersebut, sebaliknya turut memuatkan analisis kritis seperti “Kekacauan Marxisme dan Sebuah Revolusi yang Gagal”. Sikap ini memperlihatkan sifat intelek yang matang: tidak fobia terhadap idea kiri, tetapi tidak pula menjadikannya berhala baru.

Buletin Alternative PC PMII Denpasar tahun 2000

​2. Sintesis Unik: Teologi Pembebasan, Tradisi Kiri, dan Kerohanian Islam: Jiwa PMII yang progresif membuncah di artikel “Islam dan Marxisme”. Penulisannya coba menjembatani nilai keadilan sosial, konsep tahrir (pembebasan), dan pembelaan kaum tertindas dalam Islam dengan teori emansipasi sosial. Pada masa yang sama, dimensi kerohanian tidak dikorbankan; kehadiran wacana “Ekstasi dalam Kehidupan Sufi” dan resensi novel Syekh Siti Jenar menunjukkan bahwa pencarian mereka tetap berakar pada dimensi mistisisme dan kedalaman batiniah.

Buletin Alternative PC PMII Denpasar tahun 2000

​3. Pluralisme Organik dari Denpasar: Sebagai gerakan mahasiswa Islam di Bali, buletin ini memaparkan jiwa toleransi yang hidup dan bukan sekadar retorik. Ruang buletin memuatkan ucapan rasmi menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak serta Hari Raya Saraswati-Pagerwesi. Penegasan redaksi yang menolak tulisan yang menindas minoriti, melecehkan wanita, atau anti-kemanusiaan membuktikan bahawa nilai keterbukaan Gus Dur benar-benar dihayati sebagai etika hidup bermasyarakat majemuk.

​4. Wacana Progresif yang Mendahului Zaman

a. Antonio Gramsci dan Intelektual Organik: Menggunakan kerangka hegemoni Gramsci untuk memperkukuh masyarakat sipil dalam mendepani kuasa negara dan sisa-sisa hegemoni ketentaraan.

b. Ekologi Pascastruktural: Membicarakan krisis ekologi dan kritikan terhadap kapitalisme alam sekitar seawal tahun 2000 membuktikan kepekaan terhadap isu global yang jauh mendahului zamannya.

c. Isu Gender dan Sastera: Membuka ruang bagi emansipasi wanita, cerpen sufistik-budaya “Tukang Sihir”, serta sajak-sajak pribadi.

5. Kerendahan Hati Epistemik: “Kebenaran Versi Manusia”. Dalam esei tulisan “Kebenaran Versi Manusia”, terpancar pergulatan intelektual terhadap sifat kebenaran. Esei tersebut membezakan kebenaran hakiki milik Tuhan dengan kebenaran relatif manusia yang dibentuk oleh konsensus, dialektika akal, dan kepentingan kelompok. Hujah itu menolak ketaksuban tafsiran tunggal dan ditutup secara bersahaja dengan falsafah popular Gus Dur: “Gitu aja kok repot”. Sikap ini diperkukuh melalui puisi “Cobaan Tuk Kebahagiaanmu”, yang mendedahkan sisi jiwa yang lembut, penuh empati, dan berserah kepada takdir Ilahi di sebalik ketajaman analisis teori.

Buletin Alternative PC PMII Denpasar tahun 2000

Pemikiran mahasiswa dalam buletin ini memperlihatkan gabungan watak anak muda yang dahagakan perbahasan teks berat, radikal melawan ketidakadilan struktural, namun tetap membumi dalam tradisi keagamaan yang inklusif. Tingkah polah fikiran ini tidak terikat pada satu kutub; mereka boleh berdebat tentang dialektika materialisme pada sebelah siang, dan mendalami ekstasi tasawuf serta mengarang puisi pada sebelah malam.

Buletin Alternative PC PMII Denpasar tahun 2000

Buletin Alternative PC PMII Denpasar tahun 2000

 

Ayo share

Bagikan Yuk