Azab dari Kebohongan dan Kufur
Kejadian masa lalu menurutku tidak lah berharga. Tapi, muatan sejarah yang terjadi adalah bernilai tinggi. Sungguh abstrak dan tak terhitung dengan angka.
Masa depan lah yang berharga. Nilai nya jelas, bisa dihitung. Mau cetak omzet berapa? Mau beli rumah harga berapa? Mau umroh paket berapa? Mau haji, siapkan saku berapa? Mau beli mobil apa? Bahkan diri pribadi (personal brand) dan usahanya bisa di valuasi. Muncul angka.

Semasa SMA, pernah rasakan muatan peristiwa yang bernilai tinggi bersama orang tua. Aku pernah pamitan kepada orang tua untuk pergi jauh, ke Kediri, naik motor Vespa PX 150 E bersama teman. Motor yang sangat berharga, karena cuma satu-satunya milik keluargaku. Namun dalam proses pamitan, terjadi perdebatan kecil dan serasa muncul keraguan di ucapan orang tuaku. Sebenarnya tidak diperbolehkan karena mendung tebal dan sepertinya akan turun hujan deras. Disuruh menunda keesokan harinya. Tapi, tekad itu sudah bulat dan aku berusaha yakinkan orang tua. Bapak dan Ibu melepasku, sepertinya dengan hati yang sangat berat.
Read the rest of this entry »