Marketing Communications Untuk Organisasi (Bedah TDA Bali)

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Selamat kepada pengurus TDA Bali yang berhasil adakan Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) pada Sabtu, 7 September 2019, seminggu setelah MUKERNAS TDA 6.0. Salut! Responsive terhadap pelayanan kepada organisasi TDA Bali.

MUKERDA TDA Bali 5.0 2019

Seperti biasanya, akibat semangat berbagi nya yang tinggi, tempat MUKERDA gratis di Kampus BETA, Ubud. Teman-teman TDA Bali berlomba-lomba giving sebagai sponsor untuk konsumsi, dll nya. Kecuali baju, harus beli wkwkwk. Toh keuntungannya masuk kas sebagai bahan bakar organisasi.

Beragam sambutan datang silih berganti. Mulai ketua panitia Mas Irman, ketua TDA Bali Mas Sidiek, pembina (saya disuruh bicara), dan penasehat Pak Eko. MUKERDA menjadi spesial karena kedatangan pengurus pusat Dir Wastu Mas Lutfie dan Presiden TDA 6.0 Sam DK. Wow! Beliau berdua didaulat untuk sambutan juga. Ada pula dalam rombongan Mbak Yetti, Pak Bobby dan Bang Rozak. Sambutan spesial sekaligus mengisi materi motivasi dan inspirasi dalam berkomunitas adalah Mas Khairul, Kang Fajar dan Pak Aldi.

Hendra di MUKERDA TDA 5.0 2019

Divisi-divisi di TDA Bali

Setelah acara seremonial sambutan, agenda selanjutnya pemaparan program strategis dari masing-masing divisi di TDA Bali untuk masa kepengurusan 2 tahun kedepan. Terjadi diskusi yang berisi evaluasi dan saran dari para pembina dan penasehat TDA Bali.

Pemaparan dilakukan oleh para ketua divisi. Ada Divisi Badan Usaha oleh Bu Eka, Divisi Kerjasama Eksternal & Kebijakan Publik oleh Bli Kadek Aryadi, Divisi Pelayanan Anggota oleh Mas Didien, Divisi Edukasi dan Peningkatan Kapasitas oleh Amik DwiOkta, Divisi Marketing dan Komunikasi oleh Mas Fatkur, Divisi Program Khusus diwakili oleh Mbak Lidia dari TDA Perempuan, dan Divisi Pesta Wirausaha oleh Bli Eka.

Secara umum saya pribadi sebagai mantan ketua TDA Bali 3.1 dan 4.0 merasa bahagia dengan program-program mereka. Geliat dan gairah melayani TDA ada penerusnya yang ternyata lebih ramai, kompak dan terasa kental hubungan kekeluargaannya. Aura nilai-nilai TDA nya sudah mendarah daging. Mrinding!

Saya juga semakin optimis terhadap keberlangsungan organisasi TDA Bali karena adanya divisi baru bernama Badan Usaha. Goal divisi ini adalah cari uang untuk kas TDA. Ya, kita komunitas wirausaha yang bicaranya tentang bisnis, harus kreatif dan inovatif menerapkan jurus-jurus cari uang untuk organisasi. Biasanya kan cari uang untuk bisnis nya sendiri. Sudah umum bahwa organisasi tanpa uang kas, akan kesulitan berkembang.

Marketing Communications Untuk TDA Bali

Divisi MARKOM mendapatkan perhatian khusus dari saya. Mengingat posisi nya vital dalam urusan ‘merebut hati dan mencuri perhatian’ keberadaan TDA di masyarakat. Area kerja MARKOM di jaman saya adalah optimalisasi dan maksimalisasi aset digital TDA Bali berupa website, fb fanspage dan instagram (IG).

Saya termasuk ketat dan ‘cerewet’ untuk urusan MARKOM hehehe. Maaf ya bagi pengurus yang kaget akan tabiat saya ini. Bisa jadi sudah mendarah daging di keseharian saya yang berkutat di dunia digital marketing.

Bukan tanpa alasan ya. Tabiat ini karena ada dasar nya. Salah satunya adalah informasi statistik pengguna internet Indonesia. Pengguna internet nya sudah 171 juta jiwa. Pengguna FB 130 juta jiwa, IG menyusul dibawahnya. Rata-rata orang habiskan 8 jam per hari gunakan internet. Maka aset digital adalah media yang tepat untuk publikasi bisnis atau organisasi yang murah dan efisien.

Mungkin akibat kecerewetan saya atas MARKOM ini, Pengurus Pusat TDA Nasional 5.1 menodong saya untuk bicara tentang MARKOM TDA Bali di WORKMAN (Workhsop Organisasi) TDA yang berlangsung 21 April 2019 di Hotel Le Beringin, Salatiga. Goal nya agar jadi inspirasi TDA daerah lainnya.

Workman TDA 5.1 Salatiga

Bagi saya waktu itu, segala kegiatan TDA Bali harus terkabar di website, fanspage dan IG secara cepat dan informatif. Copywriting nya cukup gunakan 5W1H (What Who When Where Why and How) saja karena sifatnya reportase. Berbeda jika untuk kepentingan seminar, workshop, SALSHA (saling sharing) dan KULWA (kuliah WhatsApp).

Bikin video pun gunakan aplikasi di HP yang bisa otomatis susun frame demi frame nya. Karena video itu sifat nya reportase jadi tidak perlu editing khusus, biar cepat saja. Keindahan bikin video dan tulisan itu hanya masalah jam terbang. Semakin kita sering lakukan itu maka semakin terasah. Kemudian setelah terpublikasi di aset digital, langkah selanjutnya adalah ajak para pengurus dan anggota men-viralkan konten tersebut.

Bagi saya, MARKOM di TDA Bali ini mempunyai target dan manfaat sebagai berikut:

BRANDING

Masyarakat jadi tahu bisnis kita karena pebisnis itu punya kegiatan brand awareness. Bisa diaplikasikan ke organisasi juga. Melalui aset digital TDA Bali dan kekuatan member nya, maka konten kegiatan brand TDA Bali bisa viral dan melekat di benak masyarakat. Lambat laun mereka seakan ‘tercuci otaknya’ akibat berita TDA Bali yang selalu mampir di timeline nya. Maka masyarakat berpotensi exploring TDA Bali melalui aset digital tadi dan berpotensi memberi positioning khusus buat TDA Bali.

INSPIRING

Akibat rajin laksanakan kegiatan dan program kerja, kemudian terpubliksi lewat aset digital tadi, maka punya potensi terlihat dan terbaca oleh teman-teman TDA daerah lain nya. Bisa juga terbaca dan terlihat oleh teman-teman dari organisasi lain. Saya tekankan kegiatan publikasi itu bukan bermaksud sombong namun niatkan untuk giving informasi, memberi asupan psikologi positif, menebar inspirasi dan manfaat agar orang lain terpicu lakukan hal yang sama seperti kita di TDA Bali. Menebarkan nilai-nilai positif TDA. Bersama menebar manfaat bagi peradaban! Sesuai visi TDA to?

RECRUITING

Proses branding dan inspiring diatas akan berpotensi melahirkan ketertarikan. Disinilah fungsi MARKOM itu untuk menjaring anggota baru TDA. Kita sediakan CTA (Call to Action) bagi masyarakat yang tertarik untuk lakukan pendaftaran jadi anggota TDA Bali.

REPORTING

Pelaporan disini lebih kepada pertanggungjawaban kegiatan kepada masyarakat ataupun untuk internal TDA Bali sendiri. Misal kalau adakan kegiatan TDA Peduli yang menjaring dana dari masyarakat, maka aset digital adalah media yang murah untuk buat LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) kegiatan. Cukup ceritakan kronologis kegiatan, kasih foto video dan sematkan LPJ keuangan dalam file PDF. Gitu aja cukup. Kemudian, aset digital adalah bisa jadi media LPJ kepengurusan secara umum. Tanpa harus buat laporan kegiatan terpisah. Cukup konten-konten kegiatan yang terpublikasi di website adalah LPJ kepengurusan. Itu yang saya LPJ kan ke pengurus baru dan anggota TDA Bali. Saya bilang, “Untuk LPJ kegiatan di kepengurusan saya cukup membaca nya di www.tdabali.com.” hehehe.

PRIDE

Khusus untuk bagian ini ada unsur ambisi pribadi yang menjadi “The Big Why” nya kekuatan aset digital TDA Bali. TDA Bali di kepengurusan saya pernah diremehkan oleh organisasi lain. Kita dianggap kecil dan seperti “anak baru lahir kemarin sore”. Maka saya bertekat menggaungkan TDA Bali supaya besar melalui pemberitaan. Lahirlah kebanggaan terhadap TDA Bali. Kami punya value, kami punya impact, dan kami bahagia karena nya. Bangga berTDA! Haizzz hehehe.

Saya Tidak Penting!

Mungkin ada yang melihat saya begitu aktif di media sosial upload foto video dan di menulis di blog ini itu. Mungkin bakal melahirkan opini yang negatif ataupun positif terhadap diri saya. Well, diri saya tidaklah penting! Setiap posting informasi, saya tidak merasa terbebani karena sejatinya saya punya goal.

MUKERDA TDA Bali 5.0 2019

Dunia MARKOM yang saya yakini, diri ini tidak penting! Namun yang bernilai adalah simbol-simbol dan pesan-pesan dibelakang saya. Misal, saya upload foto diri namun caption nya tentang TDA, tentang BOC, PSHT. Maka sejatinya yang saya MARKOM-in adalah TDA, BOC dan PSHT. Apabila ada opini atas diri saya itu bonus.

Gitu sih …

Well, selamat melayani TDA untuk pengurus TDA Bali 5.0. Semoga pelayanannya membawa manfaat bagi diri pribadi, keluarga, anggota dan masyarakat. Salam KolaborAksi Untuk Negeri!

Hendra di MUKERDA TDA Bali 5.0 2019

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response