Memilih Startup Yang Potensial untuk Bali dan Indonesia!

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Amanah berat harus saya laksanakan bersama 3 juri lainnya. Memilih 5 startup dari 19 yang presentasi rencana bisnis nya. Ada yang masih dalam tataran ide, ada yang sudah punya prototype dan ada yang sudah punya omzet dengan produk MVP nya.

Kami para juri (Hendra W Saputro dari BOC Indonesia, Asmiansyah dari DILO, Gus Purwania dari Digital Artisan, dan Made Dwi Putra dari INBIS Tohpati) didaulat oleh Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, sebuah institusi dibawah Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, untuk memastikan bahwa startup terpilih itu punya potensi besar dalam bisnis dan menciptakan manfaat (impact) bagi masyarakat. Penjurian ini berlangsung 2 hari di acara Kampoeng IT yang diselenggarakan oleh BDI pada 3 – 4 Mei 2019, dan sudah menginjak tahun ke 5 pelaksanaan.

Proses penjurian ada 3 tahap dimana diawali dengan presentasi dari masing-masing team startup. Kemudian mereka melakukan validasi lapangan dengan meminta feedback dari masyarakat di sekitar lokasi BDI. Hasilnya kami harus memilih 10 besar startup yang nantinya harus presentasi didepan seluruh peserta dan undangan acara Kampoeng IT. Pada momen inilah kami harus memilih 5 startup juara. Saya pribadi menggunakan metode Smart Business Map (SBM) untuk diagnosa rencana bisnis para startupers.

Nantinya, 5 startup terpilih akan dibina selama 1 tahun oleh Inkubator Bisnis (INBIS) Tohpati, sebuah divisi pencetak wirausaha dibawah naungan BDI Denpasar. Startupers akan mendapatkan pendanaan, kantor, dan pembinaan (mentorship) dari para praktisi bisnis. Tahun lalu saya diundang jadi mentor juga di program inkubasi ini. Topik mentoring yang diminta startupers waktu itu adalah SEO. Bagaimana membawa website mereka top 10 di Google.

Pecahkan Masalah dengan Pendekatan IT

Ke 19 startup itu semuanya menggunakan aplikasi IT untuk menopang rencana bisnis nya. Baik itu aplikasi berbasis website dan smartphone (Android dan IOS). Kategori produk bisnis mereka beragam. Ingin selesaikan segala masalah yang menimpa masyarakat dalam beragam bidang.

Ada yang ingin selesaikan masalah di bidang perikanan, masalah sistem voting pemilu, masalah plastik, masalah di dunia arsitektur, masalah tengkulak di pertanian, masalah kerja part timer, masalah ketersediaan informasi lowongan, masalah B2B di dunia event planner, masalah ketersediaan bahan pangan, dan masalah cuci baju.

Solusi yang ditawarkan atas masalah diatas sayangnya dengan berat hati harus kami letak kan sebagai prioritas yang belum sesuai dengan kriteria yang dicari oleh BDI. Ide-ide nya bagus namun fakta dan realisasinya secara bisnis masih perlu validasi lebih mendalam.

Startupers Pilihan

Kami para juri akhirnya menetapkan 5 startupers yang sesuai kriteria BDI yaitu punya potensi besar di bisnis dan membawa dampak positif bagi masyarakat. Yaitu:

Lesku, ingin pecahkan masalah orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pelajaran tambahan berkualitas dari guru-guru yang terdekat dengan rumah mereka. Selain itu, Lesku ingin berikan pendapatan tambahan bagi guru-guru yang mayoritas berstatus honorer.

IDMember, ingin pecahkan masalah sistem membership yang selalu berbeda-beda di tiap merchant bisnis. Mereka dengan aplikasinya ingin menyatukan membership bagi sebanyak-banyaknya merchant bisnis di Indonesia. Ini bakalan menjadi big data. Keren menurut saya, dimana saya sendiri pernah punya ide untuk buat sistem membership ini. Bakal tidak ada kartu-kartu membership lagi. Cukup satu data membership untuk semua unit bisnis di Indonesia. Contoh membership yang berhasil dan punya potensi besar adalah e-ktp. Bayangkan 260 juta penduduk Indonesia berhasil punya NIK yang terkumpul di Kemendagri. Sayangnya belum bisa dishare/terakses oleh kepentingan bisnis.

Amacall, ingin selesaikan masalah ibu dan anak yang ingin dapatkan tenaga bidan dan perawat yang professional disekitar mereka. Pelayanan yang diberikan meliputi kebutuhan komplementer untuk ibu mulai dari masa kehamilan hingga pasca salin, bayi, balita dan anak.

Penidago, ingin selesaikan masalah carut marut nya transportasi penyeberangan dari Bali daratan ke pulau Nusa Penida. Seringkali masyarakat yang ingin pergi ke Nusa Penida mengantre di Pelabuhan Sanur dan ujung-ujungnya batal berangkat gara-gara kursi kapal habis. Padahal banyak kapal yang pergi kesana. Masyarakat hanya tidak tahu saja keberadaannya. Aplikasi website penidago sudah kerjasama dengan 11 perusahaan penyedia kapal penyeberangan yang siap di order. Sistem nya ini berpotensi untuk membuka akses transportasi dari titik-titik pelabuhan yang berbeda di Bali. Misalnya di Klungkung, Padangbai, dll.

GoDevi, ingin selesaikan masalah persaingan pariwisata yang makin ketat di Indonesia. Semenjak Presiden Joko Widodo masif membuka destinasi-destinasi baru di seluruh Indonesia, masyarakat Bali harus berjuang keras menarik perhatian para wisatawan untuk tetap berkunjung. Team GoDevi akan aktivasi pariwisata berbasis pedesaan di Bali. Membina pedesaan supaya sadar wisata. Kemudian menawarkan desa tersebut sebagai destinasi wisata baru di Bali. Mengingat banyak potensi-potensi wisata anti mainstream yang belum terpublikasi. Misal: Air terjun Desa Catur Kintamani. Saya pada tahun 2007 bersama para outbouners pernah ke Air Terjun Catur lho. Lokasi nya masih perawan alami dan belum ada infrastruktur pariwisata. GoDevi berkomitmen untuk serahkan 95% profit nya ke desa. Mereka sendiri cuma ambil 5% saja. Mrinding!

Selamat kepada para Startupers yang menang. Yang belum tetaplah optimis! Ini hanyalah lomba. Startup yang belum terpilih masih panjang perjalanannya. Kalian bisa membuktikan di jalur independen dengan memperdalam validasinya dan cetak omzet. Good luck ya!

Saya pribadi dan perusahaan saya di BOC Indonesia bersyukur kepada Tuhan YME atas peristiwa ini. Bisa berkontribusi positif bagi Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sesuai motto saya: Berkarya dan Berbagi. Semoga Tuhan YME selalu berikan kesempatan positif bagi hidup ini. Amin YRA.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response