Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Batubara, Sangatta

Pengabdian di komunitas wirausaha Tangan DiAtas (TDA) mengantarkan saya ke daerah bernama Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Pertama kali nya saya injak bumi Kalimantan! Alhamdulillah. Bisa kesana atas undangan komunitas TDA Sangatta yang selenggarakan Pesta Wirausaha TDA Sangatta, untuk isi seminar bisnis yang bertema “Local Go Global“. Saya pun berikan materi “The Power Of Digital Marketing” untuk peserta seminar.

Selepas kegiatan, Alhamdulillah dapat undangan dari PT. Kaltim Prima Coal untuk mengenali lebih dalam kegiatan bisnis nya yang punya tagline “More Than Mining“.

Ban nya aja Rp. 300 juta per biji lho Mas“, kata Mas Rober pada saya. Bisa minum 3000 liter solar/hari. “Mas Hendra mau beli truk itu? Harga nya puluhan milyar Mas“, kata Bu Genta.

Bu Genta, Mas Faisal dan Mas Rober dari PT. Kaltim Prima Coal (KPC), divisi pengembangan masyarakat, beri kami (saya, Mas Eko Desri dan Mas Aulya Vinanda Husaini) akses berkunjung ke area tambang batubara.

Dalam satu mobil jenis 4 penggerak roda (4WD) merk Mitsubishi Strada Triton, kami bertiga ditemani oleh Mas Rober sebagai driver dan Mas Faizal sebagai tour guide nya.

Saya jadi tahu truk raksasa bernama Haul atau Dump Truck untuk angkut hasil tambang. Imajinasi saya, optimus prime dan para autobots muncul dari jajaran truk itu hahaha. Ngeri-ngeri syedap pas foto-foto. Lihat narsis nya kami di bawah artikel ini hahaha. Pengalaman berharga!

Tahu letak batubara dalam tanah. Tersusun dari tanah subur, bebatuan dan lapisan batubara berada. KPC memindahkan tanah subur ke tempat lain kemudian keruk habis lapisan batubara.

Tanah-tanah subur hasil kerukan tadi ditanami dengan beragam jenis bibit-bibit pepohonan. Kemudian lahan cekung bekas kerukan batubara, akan ditimbun lagi dengan tanah subur dari proyek selanjutnya. Timbunan tanah subur akan dikelola oleh manajemen KPC. Bisa jadi ditanam pepohonan, sawit ataupun dibuat keperluan lain yang bertujuan pemulihan lingkungan.

Selain pemulihan lingkungan, KPC juga pelihara ternak sapi di area bekas tambang yang ditimbun lagi. Sapi Bali dipilih, ternyata bisa hidup dan beranak pinak. KPC ingin membuktikan bahwa area bekas tambang pun bisa produktif dengan peternakan.

Itu tanggungjawab KPC kepada lingkungan. Selain itu, dengan dana CSR yang melimpah, KPC merasa bertanggung jawab agar masyarakatnya berdaya dan mandiri. Suatu saat tidak ketergantungan dengan batubara.

Maka dengan hadirnya TDA Sangatta sebagai komunitas wirausaha, KPC merasa punya partner untuk pemberdayaan masyarakat Sangatta agar bisa mandiri dengan wirausaha.

Terima kasih TDA Sangatta dan PT. KPC beri kesempatan saya untuk rasakan dunia baru. Priceless!

Bagikan Yuk


Leave A Response