Archive for the ‘Berbagi Tak Merugi’ Category

Media Jurnalisme Warga Online Balebengong.net

Saturday, April 8th, 2017

Sumber dan yang menulis adalah warga. Di Bali ada! Web nya balebengong.net IG @balebengong. Klo di Jakarta ada Kompasiana, Indonesiana. Mereka tidak tunduk pada informasi pesanan atau komersialisasi. Konten nya orisinil dari hati dan idealisme warga nya.

Balebengong.net telah berusia 10 tahun. Wow! Nggak menyangka! Media yang disokong gotong royong oleh warga nya (baik di Bali ataupun di perantauan) mampu tegak berdiri sebagai wadah salurkan hak asasi warga untuk produksi informasi. (more…)

#JanganKasihMinder

Thursday, February 23rd, 2017

Manusia ada yang terlahir brewokan, kumisan, kulit hitam, hidung pesek, kurus, kerdil, gigi nonjol. Ada pula terlahir dengan hidung mancung, kulit putih bersih, tinggi semampai, lansing, gigi baris mentimun.

Hati terkadang menghakimi bahwa itu rupa dan bentuk jelek atau cakep. Parahnya, ada yang nggak terima atas bentuk raga ini. Operasi plastik dah! Pake ember, tas kresek, styrofoam. Kadang karet gelang.

Menjadi jelek dan cakep kadang ada yang tidak percaya diri (PD). Maklum lah, manusia tempatnya ketidaksempurnaan. Dan memang itu ujian dariNya.

Penyembuh tidak PD hanyalah satu hal saja. Yaitu: Menjadi pribadi yang bermanfaat!

Sesuai dengan nasehat dari sang Nabi, agar hidup PD: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan kekayaanmu tetapi Allah melihat hati dan amalmu”. (HR. Ahmad & HR Muslim).

Hey kamu yang merasa pesek! merasa jelek! buatlah dirimu bermanfaat. Niscaya bakal tidak ingat rupamu sendiri. Karena fikiranmu habis untuk hajat hidup orang banyak. Dikala kamu sibuk mempercantik dunia, seisinya akan membuatmu cakep!

Kelar dah minder itu!
#JanganKasihMinder

Teman yang baik, tidak minta diskon

Tuesday, October 25th, 2016

Saya sering lihat meme-meme yang terkesan membela orang yang baru mulai usaha (startupers). Ya kalimat seperti judul tulisan ini, “Teman yang baik, tidak minta diskon”. Bagi saya itu bukan pembelaan namun itu minta dikasihani. Startuper tidak butuh dikasihani!

teman-tdk-minta-diskon

Permintaan diskon akan kalian temukan disaat membangun usaha dan itu wajar, normal. Kalian akan hadapi itu dan bersikaplah tegar dan tahan banting akan hal itu.

Aturlah mindset bahwa diskon itu bukan kerugian. Diskon hanya akan kurangi keuntungan. Tinggal siapkan rela dan ikhlas saja. Klo diskon = merugi, ya jangan jualan! Gitu aja kok repot :p

Kalian tawarkan produk ke teman dan temanmu minta diskon. Masak kalian bilang, “Teman yang baik, tidak minta diskon”. Hahaha absurd sekali!

Diskon itu strategi dan ilmu terlama dalam dunia bisnis. Sama seperti ‘bisnis selang (kangan)’ di muka bumi ini. Sudah ada sejak jaman pra sejarah wkwkwk.

Tengok pula cara bisnis teman kita Tionghoa, wuigh dahsyad klo sudah kenal. Beli satu bakal dikasih ‘lebih’. Entah itu diskon ataupun tambahan.

Apakah teman yang baik itu tidak layak diberi diskon?

Justru beri diskon adalah upaya hargai pertemanan. Diskon adalah hadiah dan pembeda antara teman dan orang lain.

Beri diskon artinya beri teman keistimewaan. Ada efeknya jika kita menerapkan viral marketing. Teman akan senang dan bangga akan keistimewaan itu dan tidak akan segan untuk berikan rekomendasi produk kita ke teman-temannya.

Rejeki itu kadangkala perantaranya lewat teman. Meski kalian tidak minta teman berjanji untuk ikut rekomendasikan, alam akan mengatur nya. Ini udah jadi janjiNya.

Beri diskon dikala kita berlebih, itu sudah biasa! Yang luar biasa adalah beri diskon dikala kita masih merasa kekurangan.

Diskon itu membuat hati kita merasa berlebih, bisa bantu teman. Itulah hati yang kaya raya. Bersyukurlah!

Semoga Allah selalu bersama dengan orang-orang yang ikhlas dan membawa manfaat. Amin.

#ThinkDifferent

Ingin rasakan jadi Orang Tua asuh? Hanya sehari saja!

Thursday, June 30th, 2016

Pengen buat lagi acara Parent For An Orphan Just For a Day (PFAOJFD) aka Sehari Jadi Orang Tua Asuh (SEJUTA). Kegiatan ini pernah terjadi pada 8 Februari 2010.

PFAOJFD dulu digagas oleh Mbak Grace Jeanie dkk semasa masih kerja di sebuah restauran ternama di Sanur. Konsepnya sederhana. Anak asuh dari panti asuhan digandengkan dengan sebuah keluarga atau perorangan atau sebuah kelompok.

parentforanorphan

Setelah berpasang-pasangan, mereka ditugaskan pergi ke sebuah tempat untuk berkumpul. Panitia memberikan waktu yang agak longgar sekitar 3 jam untuk menuju tempat itu. Sambil isi waktu yang longgar, peserta dan anak asuh dibebaskan untuk mampir ke tempat yang sekiranya bisa membangun keakraban. (more…)

Rumah Singgah Yatim dan Dhuafa Pelangi Anak Negeri

Thursday, July 16th, 2015

Belasan bocah siang itu main dengan sangat riang di pelataran rumah yang difungsikan sebagai panti asuhan. Di tempat ini, puluhan anak-anak yatim, anak terlantar dan orang jompo hidup bersama. Dengan segala kekurangannya, rumah singgah ini menjadi ‘surga’ kecil bagi mereka.

pelangi1

Pemandangan ini terlihat di rumah singgah Yayasan Pelangi Anak Negeri kawasan Denpasar. Bocah-bocah yang menetap di rumah ini punya cerita masing-masing. “Yang ini dari Karangasem, ibuknya sudah gak ada, bapaknya sudah gak mengurus lagi,” kata Dra Ratna Sari, Ketua Yayasan Pelangi Anak Negeri sambil menunjukkan anak yang saat itu ada di depannya. (more…)

Puisi untuk Angeline di Bakti Ramadhan APPAN

Sunday, June 28th, 2015

Seorang teman mencomot aku untuk masuk di kepanitiaan Bakti Ramadhan APPAN. Apa itu APPAN? Adalah Asosiasi Pemerhati Panti Asuhan Nusantara.

Pada bulan Ramadhan, APPAN selalu punya kegiatan Bakti Ramadhan yang kegiatannya mengumpulkan Panti Asuhan muslim se Bali. Acara didalamnya adalah tausiyah, buka puasa bersama, dan santunan untuk masing-masing panti asuhan. Tahun 2015 ini, adalah yang ke 15 kalinya APPAN selenggarakan kegiatan ini. Wow keren!

appan2015-1

Menurut temanku, APPAN perlu regenerasi karena kepengurusan sekarang mayoritas dipegang oleh para lansia, sudah berumur. Hmm oke, aku sepakat dengan regenerasi dan pada dasarnya senang dengan kegiatan sosial ini. I’m in! (more…)

KPP Yafma Rosyid Wa Habib

Friday, August 8th, 2014

Sesekali kedua anak itu buka magic jar. Mungkin berharap sesuatu disana cepat matang. Aku teringat cerita seorang ibu tak berpunya menanak batu dalam panci kukusan, berupaya hibur anak-anaknya yang dilanda kelaparan. Sekedar ulur waktu sembari sang ibu mencari bantuan ke tetangga sekitar.

kppyafma4

Kutanya sambil senyum ke anak itu, “Apa isi magic jar itu? Batu?, duh jangan ya, semoga nasi dan cepat tanak”. (more…)

RABI alias Rally Berbagi

Monday, July 14th, 2014

Berbagi hal layak guna untuk masyarakat yang butuh. Ikut yuk! Biar banyak barangnya. 13 Juli 2014, mulai 09.00 – 18.00 WITA kita akan Rally Berbagi (RaBi), blusukan ke kampung/lingkungan miskin.

Sahabat kuliah, the miracle of giving kami bersua kembali Windu Estianto & Retno Wilis Rahayu. Tuhan yang akan balas kebaikan kalian ya. Yuk masih ada waktu besok, sabtu untuk drop barang tak terpakai lagi utk diberikan ke 600 an pemulung TPA Denpasar. RABI (Rally Berbagi) akan kami adakan Minggu, 13 Juli 2014 pukul 16.00 WITA di TPA Denpasar, Suwung/Benoa. (more…)

Kosongkan sebagian isi lemarimu

Friday, May 16th, 2014

Ketika mendapati isi lemari sudah full, kadangkala bingung untuk memilih baju yang akan kugunakan. Terpikir jaman dulu ketika kuliah, baju masih sedikit dan terasa mudah untuk memutuskan baju yang akan kugunakan.

Teringat omongan mentor bisnis ketika kita ingin mendapat kejutan hadiah dari Allah maka kejutkanlah (beri hadiah) mahluk Allah yang membutuhkannya. Mentor itu juga bilang bahwa terdapat hukum alam yang akan saling mengisi. Biar terisi maka harus ada yang dikosongkan. Maksudnya, berkorbanlah demi manfaat agar kamu mendapatkan hal yang lebih baik. (more…)

Melali dan Berbagi (Coin A Chance) di Desa Tunjuk, Tabanan

Sunday, February 17th, 2013

Aku ajak Wahyu, salah satu anak magang di BOC untuk pulang ke kampung nya dia di Br. Beng, Desa Tunjuk, Tabanan. Sekalian mau serahkan koin (recehan) kepada anak yang membutuhkan nya bantu biaya sekolah. Koin ini terkumpul dari tahun 2009 kemarin milik teman-temanku dan dari acara amal Bali Facebook Community. Lama juga ya. Sebenarnya koin ini gelombang ke 2, setelah koin pertama sudah kuserahkan ke Panti Asuhan di Tabanan.

Dari kantor BOC, kami menuju daerah pedesaan di Tabanan. Wuih, lama rasanya tidak lihat terasiring, pepohonan yang rimbun dan hamparan hijau dimana-mana. Sudah tidak terhitung berapa kali aku hela nafas dalam-dalam. Dadaku kembali lapang mengembang :). Itulah kampung halaman nya Wahyu aka Dek Wah.

(more…)


Catering di Bali




Ayo Berbagi
Afiliasi Hosting Indonesia
Hosting Indonesia

Anti Korupsi
Chat with me