Sedekah #MakanGratis Untuk Mendidik Anak

Alhamdulillah, puji syukur sesi #52 minggu ke 52 (sudah setahun) seizin Allah SWT kami sekeluarga berusaha alokasikan rezeki dariNya untuk berbagi makanan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Bismillah InshaAllah kami akan terus melanjutkannya baik itu disetiap Jum’at maupun dikala Allah memberikan kesempatan. Semoga langkah kami diberikan kemudahan dan bisa diikuti oleh para pejuang keluarga lainnya. Aamiin YRA.”

Makan Gratis

Kalimat diatas dan gambarnya selalu saya laporkan di grup WA keluarga yang isinya saya, istri, dan ketiga anak, serta satu keponakan. Mulai minggu ke 1 hingga minggu ke 52 (1 tahun). Juga saya upload simpan di Fanspage Ayam Goreng Mertua. Tujuan saya salah satunya adalah untuk mendidik anak-anak secara langsung bahwa sedekah itu tidak harus menunggu kaya.

Sedekah itu atas perintah Allah kepada umatNya untuk selalu memohon ampun dengan sedekah dikala lapang maupun sempit. Dikala berlebih maupun dikala kekurangan. (QS Ali-Imran: 133-134).

Alhamdulillah di masa pandemi Covid-19 dimana Allah menguji umatNya, kami sekeluarga berusaha konsisten adakan makan gratis tiap hari Jum’at. Istri saya dan pembantu memasak dan membungkus makanan dalam box. Kemudian makanan itu digelar di depan rumah, pinggir jalan raya besar di Jl. Suli, Denpasar – Bali. Tak terasa kegiatan makan gratis ini sudah menginjak 1 tahun. AllahuAkbar!

Tepat di minggu ke 52, saya berikan kalimat ini kepada istri dan anak-anak:

Anak-anak Papi semuanya, sudah setahun ini Papi infokan foto-foto kegiatan makan gratis di grup WA keluarga. Apakah alasan makan gratis itu?

Papi mau cerita ya. Sekitar tahun 2006 – 2008 papi hidupnya selalu saja sial. Mulai kehilangan laptop dan data-data didalamnya. Nilai nya ratusan juga. Kehilangan jam, kehilangan baju-baju di kantor, kehilangan kacamata, dll. Masalah kantor selalu ada saja.

Papi curhat sama ustad. Kenapa hidup selalu sial. Ternyata jawabannya adalah Papi hampir tidak pernah sisihkan rejeki untuk sedekah/infaq. Klo zakat setahun sekali. Ustad itu bilang, karena papi tidak pernah sedekah maka Allah punya cara lain untuk memaksa ambil harta yang masih kotor itu dengan cara kehilangan.

Setelah peristiwa kesialan kehilangan itu, Papi selalu sisihkan rezeki untuk sedekah. Alhamdulillah hidup semakin nyaman. Maka Papi sangat takut balasan langsung oleh Allah tadi.

Apa hubungannya dengan kita atas kegiatan makan gratis itu? Kegiatan makan gratis itu sedekah. Selain sebagai bekal kita di akhirat nanti, sedekah langsung bertujuan untuk mengharap ridha Allah agar hidup kita lancar.

Allah pasti menguji umatNya (QS Al Baqarah: 155). Baik itu yang rajin ibadah atau tidak, yang kaya atau miskin, yang sering sedekah ataupun tidak. Cuma bedanya untuk yang mau sedekah, ujian itu pasti ada jawabannya. Diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah dari jalan yang tidak kita sangka-sangka. Papi meyakini dan mengalami sendiri.

Mari kita berfikir sejenak pandemi covid ini. Bali hancur pariwisatanya. 60% roda perekonomian Bali ditopang oleh pariwisata. Banyak keluarga yang hancur, bisnis nya sepi, di PHK, balik ke Jawa, dan terlunta-lunta.

Lantas kita sekeluarga bagaimana? Allah tetap menguji kita namun selalu ada jalan untuk menjawab ujianNya dimasa pandemi ini. Diantaranya:

– Allah berikan kasih sayangNya kita bisa tinggal di rumah yang nyaman, masing-masing kamar ber AC. Kasur nya empuk. Diberi Allah pembantu rumah tangga yang setia melayani kita sekeluarga.

– Allah berikan jalan hutang-hutang papi mami jadi semakin berkurang. Walaupun harus merelakan mobil terjual untuk menutupi hutang.

– Allah berikan kemudahan papi bisa bayar SPP yang sekolah. Walaupun tersendat-sendat namun masih bisa sekolah.

– Allah berikan kemudahan kak Dhea untuk bisa terus kuliah di Teknik Arsitektur Universitas Udayana dengan pendanaan hasil dari skenario Allah. Kak Dhea diberikan solusi bisa bekerja. Menghasilkan duit sendiri dan tentunya ini jadi pengalaman berharga. Papi Mami mohon maaf dan berterima kasih atas kemandirian Kak Dhea. Tentunya ini Allah yang berikan jalan. Bayangkan bila kak Dhea nggak bekerja?

– Allah berikan jalan kemudahan perusahaan papi masih ada, walaupun pendapatannya drop 40 hingga 50%. Gaji kepada para karyawan tidak dipotong sama sekali.

– Kemudian diberikan rejeki sama Allah papi dan para sahabatnya bisa mengelola Wistara Family Cafe, Sewa Jet Pribadi dan beberapa usaha lainnya seperti undangan seminar, workshop, pembicara digital marketing untuk tambahan. Bayangkan klo tidak ada usaha tambahan? Makin nyungsep.

– Allah berikan ide jualan jamu untuk nenek dan bisa membantu anak dan cucunya. Bayangkan kalau nenek tidak ada kegiatan? Pastinya sakit-sakitan dan stres.

– Allah berikan kemudahan Kak Adel untuk bisa berkuliah di luar negeri. Dapat beasiswa full dari Lingnan University Hongkong. SPP ditanggung, tempat tinggal ditanggung, makan dan jajan nya pun ditanggung.

– Allah beri kemudahan Dedek Altaf untuk punya laptop baru yang dipakai sekolah online dan main game!

– Allah berikan kemudahan untuk membiayai perawatan kakek yang sakit dan mengurusnya hingga kakek meninggal dunia.

– Allah berikan kemudahan untuk beri solusi adik papi (Dimas) belajar di pondok pesantren berkebutuhan khusus. Mengingat Dimas sedang tidak stabil kondisi kejiwaannya setelah ditinggal kedua orang tuanya menghadap Sang Pencipta.

Dan masih banyak lagi kemudahan oleh Allah. Ujian dariNya pasti ada namun yakinlah ada jalan keluar bilamana kita mau untuk ikut aturannya. Termasuk sedekah tadi.

Mohon doa semuanya, agar papi dan mami diberikan kemudahan oleh Allah bisa menjemput rejeki berlebih ya.

Lakukan sholat dan bersedekah bilamana mendapatkan rezeki. Ingat, selain sebagai bekal di akhirat, kegiatan itu untuk mempermudah kehidupan di dunia.

Semoga Allah terus berikan kita kesehatan, keselamatan, kesabaran, keikhlasan, dan rejeki berlimpah. Aamiin YRA. Semangat!

Bagikan Yuk

Comments are closed.