Sstt … Bapak Saya Anak Pembantu, Terlahir Kembar

Bapak Saya, namanya Untung Subagijo dan Slamet Widodo, kakaknya, terlahir kembar dari ibu bernama Katinem dan Bapak bernama Munrejo. Untung Subagijo keluar terlebih dahulu dari rahim. Maka dalam adat istiadat Jawa dia adalah adik. Sedangkan yang keluar belakangan, bernama Slamet Widodo adalah kakak.

Untung Subagijo dan Slamet Widodo

Bapak saya dan Pak Puh/Pak Dhe (Bapak Sepuh/Bapak Gede) Slamet Widodo adalah putra asli Madiun. Lahir di Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Madiun pada 17 Agustus 1950 silam.

Lahir ber enam dari Ibu yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga dan Bapak nya sebagai kusir delman. Bapak saya anak ke empat. Sayangnya, semenjak saya dilahirkan pada tahun 1978, belum pernah bertemu dengan Mbah Munrejo karena keburu dipanggil Allah SWT. Meninggal semenjak Bapak saya masih SMP.

Mbah Katinem

Bapak saya sekolah di SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas). Sedangkan Pak Dhe Slamet Widodo sekolah di STM (Sekolah Teknik Menengah) ambil jurusan Teknik Elektronika. Maka, Bapak saya jagoan urusan pertanian sedangkan Pak Dhe jagoan urusan radio dan TV serta alat elektronika lainnya.

Mereka berdua bisa bersekolah lumayan tinggi jaman itu karena hidupnya mengikut bulik dan paklik nya (tante dan paman) yang berprofesi sebagai carik (sekretaris) desa Kertobanyon. 

Selepas lulus sekolah, Bapak saya melamar sebagai PNS dan akhirnya berdinas di Mojokerto. Sedangkan Pak Dhe Slamet Widodo mengadu nasib di Jakarta, bekerja sebagai pegawai swasta di perusahaan baja. Bagimanakah nasib adik-adik dan kakak-kakaknya? Alhamdulillah, Allah berikan nasib baik. Budhe Tun ada di Lampung berwiraswasta. Pakdhe Yono di Lampung pegawai PTPN. Bulik Mus di Bekasi wirausaha pemotongan ayam. Bulik Gustiyah di Madiun jadi guru, agen asuransi dan bertani. Allah Maha Besar!

Bapak dan Pakdhe Slamet Widodo kembar. Katanya segala rasa sakit dan bahagia sepertinya saling terkoneksi. Masa muda nya dulu juga dekat dengan ibu saya, Sri Sunaryati. Maka ketika ibu saya meninggal, Pak Dhe Slamet Widodo memberikan aksi belasungkawa dengan datang ke tahlilan 40 hari nya ibu pada 21 Desember 2018 lalu. Juga mereka berdua mendatangi dan berdoa di makam almarhum ibu.

Untung Subagijo dan Slamet Widodo

Kadang masih tak percaya bahwa saya adalah cucu dari seorang pembantu rumah tangga dan tukang kusir delman. Coba lihatlah foto-foto Bapak dan Pak Dhe saya di masa tua nya. Sayang nya saya tidak punya foto mereka pas masih muda. Cuma punya foto Bapak saja pas peragakan silat dibawah ini. Ya, Bapak dan saya adalah warga Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Baca disini sejarah nya.

Untung Subagijo PSHT

Ya Allah, mohon memberikan tempat terbaik untuk para moyang saya. Juga ibu saya ya. Amin YRA. Kemudian mohon kesehatan dan panjang umur untuk Bapak dan Pak Dhe saya. Amin YRA.

Foto-foto mereka, Bapak saya Untung Subagijo dan Pak Dhe Slamet Widodo

Untung Subagijo dan Slamet Widodo

Untung Subagijo dan Slamet Widodo

Kuburan Ibu

Pemandangan di Kuburan Ibu

Bagikan Yuk


Leave A Response