Kewirausahaan

Barang ku pasti laris! (Egois loe!)

Barusan saya kaget ada tetangga dirikan toko kelontongan baru. Maka sudah ada 3 tetangga yang berbisnis kelontongan (mini market).

Dulu, tetangga pertama mengeluh agak sepi ketika tetangga kedua buka kelontongan. Ketika saya terlalu sering belanja ke tetangga ke dua, kena omongan dari tetangga pertama, “Mas Hendra sombong sekarang, jarang belanja ke toko saya”. Hahahaha. Sekarang tetangga ketiga buka. Duh kue-kue itu akan terbagi lagi. Semoga saya bisa adil jadi laki-laki yg punya 3 tetangga kelontongan.

Read the rest of this entry »
Gunakan Kartu Kredit First !

*Sebuah catatan pribadi

Judul diatas terkesan bombastis, menyesatkan bahkan mungkin dihujat oleh sebagian orang yang anti.
Tapi betul, saya dahulu menyarankan kalau perlu gunakan itu dalam beberapa tatap muka dengan mereka yang awal-awal menjalankan usaha.

Sebenarnya, kartu kredit dari bank ini punya makna besar, karena apa? Tentu saja tidak semua orang lolos check dan memenuhi syarat untuk memperoleh fasilitas kartu kredit, artinya orang harus qualified.

Read the rest of this entry »
Para Istri di Pesantren Digital Indonesia

Tak terasa dari Desember 2016 sampai Agustus 2017, Pesantren Digital Indonesia sudah laksanakan camp yang ke 5. Ratusan alumni terbina secara mental dan teknis agar kuat aqidah dan ekonominya. Semua mentor adalah pria. Tentunya perjalanan ini tak lepas dari peran istri dibelakangnya.

Alhamdulillah di Pesantren Digital Indonesia Camp 5 beberapa istri bisa datang bergabung. Walaupun belum semua saling berpasangan namun inilah momentum kebahagiaan bersama. Ridha melepas suami untuk berjuang dijalanNya.

Read the rest of this entry »
Learning 2 Know, Learning 2 Do, Learning 2 live together & Learning 2 Be. Inspirasi dari Festival Wirausaha Udayana 2017

Kali ini hadiri undangan dari Universitas Udayana Bali dalam kapasitas sebagai Ketua TDA Bali. TDA adalah komunitas wirausaha terbesar di Indonesia dan punya kepengurusan di daerah Bali.

Dulunya pernah diundang ke Universitas Udayana pada tahun 2015. Tepatnya 26 September didaulat sebagai juri lomba Wirausaha Muda Universitas Udayana 2015. Salah satu rangkaian meriahkan Dies Natalis ke 53 Universitas Udayana. Juri itu kami bertiga yakni Bu Sutrisna Dewi sebagai Ketua Inkubator Bisnis Universitas Udayana, kemudian Pak Nyoman Artha sebagai pebisnis berbasis Pertanian dan saya sendiri. Sepertinya momen ini adalah cikal bakal perlombaan Wirausaha Muda Udayana yang berlanjut sampai sekarang di tahun 2017. Ini dokumentasinya kami bertiga di tahun 2015:

Festival Wirausaha Udayana 2015

Pada 15 Desember 2016 diundang lagi oleh Inkubator Bisnis Universitas Udayana menghadiri FGD (Focus Group Discussion). Para petinggi pendidikan, pemerintah dan praktisi bisnis berdiskusi untuk merumuskan langkah Inkubator Bisnis Universitas Udayana. Alhamdulillah saya pun sempat utarakan ide-ide yang berkaitan dengan mahasiswa dan dunia wirausaha.

Read the rest of this entry »
Mau Bisnis tapi Nggak Mau Capek. Mungkinkah?

Rumput tetangga lebih hijau. Itu istilah orang yang punya rasa iri, membandingkan miliknya dengan milik teman. Membandingkan pekerjaannya dengan pekerjaan orang lain.

Sepertinya membanding-bandingkan itu alamiah ya? Jika tujuannya untuk ScaleUp kehidupan, it’s OK. Namun jika tujuannya untuk meratapi nasib, ini yang negatif. Sebaiknya, tujuan membandingkan itu untuk evaluasi ya. Agar tercipta energi terbarukan bagi jiwa dan raga untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi lagi.

Berikut obrolan ringan tentang suka banding-membandingkan itu:

Read the rest of this entry »
Jaya Setiabudi & The Power Of Kepepet nya

Mas J, panggilan akrab utk Mas Jaya Setiabudi. Pertama kali saya lihat live InshaAllah 21 Juni 2009 silam pada Seminar The Power Of Kepepet di Hotel Nikki, Denpasar. Mas J sbg ‘korban’ nya The Power Of Kepepet alias pembicara inti dan Rony Waluya sbg MC nya. Duh ketemu penyanyi nasional kok turun level jadi MC, gitu batin saya hehe. Piss bro.

Jaya Setiabudi

Pasca seminar, saya beli bukunya, The Power Of Kepepet, sebuah jalan keluar utk sukses. Gitu pesan nya. Ternyata seminar dan buku nya bikin kepala tambah ngebul! Malah kemudian jadi terbakar ketambahan materinya Pak Purdi E Chandra di kelas EU nya. Ya, saya angkatan 14 di Bali. Fyuh sejarah ngeri-ngeri sedap di th 2009 hahaha.

Read the rest of this entry »
Pelayan UKM di MUKERNAS I TDA 5.0

Sebuah catatan kecil Komunitas TDA Bali dipercaya sebagai panitia Musyawarah Kerja Nasional kepengurusan TDA 5.0. Inilah catatan MUKERNAS I TDA 5.0.

Assalamualaikum,wr,wb. Om Swastiastu. Salam Sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Founder TDA, Presiden TDA 5.0 dan para jajaran Board of Director (BOD) TDA. Jajaran Majelis Wali Amanah. Sahabat pengurus wilayah dan daerah TDA seluruh Indonesia. Anggota TDA Bali. Salam hormat dan Salam Scale Up!

Mukernas

Alhamdulillah, puji syukur pada Tuhan YME atas rahmatNya kita berkumpul disini. Pada Musyawarah Kerja Nasional I TDA 5.0 di hotel Nirmala, Denpasar.

Read the rest of this entry »
Membersamai Alibaba di Bali

Di China sudah jarang dijumpai transaksi langsung gunakan cash, kartu ATM ataupun kartu kredit.

Di China tiap pedagang, sampai level penjual sate pinggir jalan pun punya QR Code utk terima duit. Digital dan cashless.

Di China, barang paling berharga adalah smartphone. Bukanlah dompet. Karena semua transaksi diwakili oleh rekening online bernama Alipay!

Read the rest of this entry »
Berdagang Dulu Berbisnis Kemudian

Ada yang teriak “Saya mau bisnis!”. Oke great! JOSS! Acungi ? dulu.

BOC Digital Space

Dia punya produk nya, gelar dagangan di pinggir jalan, lengkapi diri dgn akun fb, instagram dan medsos lain untuk jualan. Barang nya laku. Dapat profit (katanya). Duit diputer lagi utk beli bahan baku. Digelar, ada yg beli, maka duit jualan – duit bahan baku = profit. Tepuk tangan! Mari kita makan. Mari kita pesta. Mari kita traktir teman. Mari kita bikin kartu kredit. Mari kita nyicil mobil.

Read the rest of this entry »
Pentingkah IJAZAH itu?

Mereka beri ruang pendapat pada kami (praktisi IT dan dunia kreatif, profesional, pemerintah, aparat hukum) untuk berlokakarya menemukan kekurangan materi silabus kuliah IT agar ciamik!

Soroti apatis nya mahasiswa terhadap aktivitas profesi. Padahal mereka harusnya tambah pengalaman, pertajam hard dan soft skills tidak hanya di lingkungan kampus. Kerja praktek hanya dipandang sebagai pemenuhan SKS belaka. Padahal tiap liburan kan bisa dipake magang. Klo mau, pas lulus nanti kantongi sertifikat/pengalaman kerja yg beragam. Itu nilai tambah!

Read the rest of this entry »

Categories

Archives

Bloggers

Komunitas

Links

Serba-Serbi



Persaudaraan Setia Hati Terate

Bali Blogger Community



Copyright © Ayo Berkarya dan Berbagi - Sebuah Anugerah menuju Perjalanan Panjang Hidup nan Indah