Archive for the ‘Renungan’ Category

Aturlah Waktu

Wednesday, June 17th, 2015

Ada teman yang share video ini. Konten nya bagus dan cocok bagi penggila teknologi. Namun bagiku, mengatur waktu adalah lebih bijaksana daripada membuang alat-alat teknologi itu. Teknologi bisa membantu kita.

Gusti Allah Tidak “nDeso”

Thursday, March 26th, 2015

Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun.

“Cak Nun,” kata sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu :
1. Pergi ke masjid untuk shalat Jumat.
2. Mengantar pacar berenang.
3. atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?…

caknun

“Cak Nun menjawab lantang, “Ya nolong orang kecelakaan.”
“Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya. (more…)

Sudahkah Kau Menulis?

Thursday, July 31st, 2014

Seorang Bapak ingin tanamkan jiwa pantang menyerah kepada anaknya, lalu dia bercerita, “Nak, Bapakmu ini pernah naik gunung Agung, begitu melelahkan, jalannya naik hampir 45 derajad, kedinginan dan kelaparan karena bekal yang kurang, tapi Bapak dan teman-teman terus berjalan. Kalau lapar, Bapak makan dedaunan yang ada disepanjang jalan”. Sang anak lalu bertanya, “Ada foto-foto nya Pak? Atau video nya lah?”. Sang Bapak menjawab, “Duh kayaknya ada tapi entah dimana, dah lama soalnya”.

medikomunud

Sang anak tidak berkomentar lagi melainkan berkata, “Wah Kakek pernah trekking ke air terjun di Kintamani sana, 12 jam lho Pak, kehabisan bekal minum. Awalnya enak, jalan menurun. Ketemu air terjun nya dan disana air nya habis. (more…)

Selamat Mudik, hati hati di jalan

Wednesday, July 23rd, 2014

Jadikan mudik sebagai festival nurani, jangan jadikan festival menuju mati. Hati-hati dijalan raya. Keluarga menunggu Anda dan masa depan anak-anak masih panjang.

Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?

Thursday, May 8th, 2014

Ceritanya Seorang Ayah sedang pusing tidak kepalang. Bagaimana tidak, anak laki-lakinya yang sulung yang menjadi tumpuan cita-citanya menolak untuk jadi pengusaha. Anaknya bersikeras ingin jadi pegawai negeri.

pns

Alasannya sederhana menjadi pengusaha penuh resiko dan melelahkan, sementara jadi pegawai negeri kerjanya santai, uangnya pasti (meski tidak kerja serius dan sering bolospun gaji tidak berkurang), terus waktu tua dapat jaminan. (more…)

Tentang resolusi dalam usaha

Saturday, January 4th, 2014

Saya pernah diskusi dgn team saya dan menuliskan semua goal (resolusi) usaha ditahun berikutnya. Banyak daftarnya. Secara otomatis kita ter-drive kesana karena itulah tujuannya.

Yang menarik, ada salah satu resolusi yang kami tidak berusaha untuk mewujudkannya, karena dalam hati pesimis terhadap waktu dan biaya nya. Yaitu mengadakan seminar/workshop. Apa yang terjadi? Ada pihak ke 3 yang menawarkan kerjasama program marketing. Kami pun membuat proposal program marketing itu dan disetujui oleh pihak ke 3 itu. Maka kami bisa laksanakan seminar. Alhamdulillah seminar itu terjadi 2 kali dalam bulan Desember 2013. (more…)

Sumpah Itu

Tuesday, February 19th, 2013

Sebuah kalimat DEMI ALLAH menyeruak dari bibir nya. KarenaMu lah aku tunduk dan meyakini bahwa Engkau Maha Pemaaf, Maha Penyabar, Maha Penyayang dan Maha Kuasa atas hidup kami, dan aku harus lanjutkan perjalanan ini. Berkarya dan Berbagi, kumpulkan bekal untuk perjalanan berikutnya, menemuiMu.

Aku ingin berada di surga mu Ya Allah, karena disana nanti tidak ada peperangan, tidak ada pengkhianatan, tidak ada kesedihan, tidak ada kesengsaraan. Surgamu adalah segala kebahagiaan dan dipenuhi oleh bidadari-bidadari cantik. *mrinding-disco* Yay!

Asal Usul Sejarah Orang dan Hindu Bali

Tuesday, December 25th, 2012

Aku ini tinggal di Bali sejak 1996 dan sudah jadi warga Bali, tapi pengetahuanku soal sejarah Bali masih perlu dipertajam lagi. Dibawah ini adalah sumber dari berbagai website dan komentar yang kukumpulkan untuk tujuan dokumentasi diri pribadi. Juga akan menyertakan sumber nya dibawah sana. Sudah kubaca dan semoga yang mampir disini juga menemukan sesuatu yang menarik dan bermanfaat. Jika dirasa tulisan ini kurang atau keliru menurut versi sejarah yang dianut, mohon maaf dan terbuka untuk koreksi/menambahkannya dibawah sana.

Menurut I Wayan Kaler, peradaban di Bali ada 3 periode :

1. Bali Mula
Yaitu Bali yang belum mendapat pengaruh dari luar, dimana masyarakat Bali lebih banyak melakukan ritual untuk menyembah leluhur. Perdaban Bali Mula masih ada sampai sekarang di desa Tenganan Pegringsingan, desa Trunyan dll, dimana di Desa tersebut Dewa yang disembah berbeda dengan Dewa dewa di luar desa tersebut
Sampai sekarang. (more…)

Sikap dan Keyakinan Ketika Makan Minum di Bali

Sunday, December 23rd, 2012

Lahirnya tulisan ini setelah aku melahap nasi campur Bali yang super enak, beli di warung Bali depan kantor BOC. Lauk nya ada betutu panggang, ayam suwir, sate lilit, telur rebus, sayur plecing dan sambal cabe bawang goreng.

Pas menikmati makanan itu, aku ingat kekawatiran teman-teman muslim di Bali sendiri dan Jawa tentang makan di warung non muslim (Hindu, Nasrani, dll). Sudah tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa penduduk Bali mayoritas Hindu. Tidak perlu berdebat lagi bahwa Babi, Lawar darah adalah menu favorit masyrakat Bali yang Hindu. Dan tidak perlu berdebat lagi bahwa yang muslim memang tidak boleh makan Babi dan Lawar darah. Dan tidak perlu ditanyakan lagi bahwa teman-teman muslim dan beragama Hindu sudah tahu menahu soal hal ini dan saling beri toleransi atasnya.

(more…)

“Jangan menunggu” yang perlu dihindari

Sunday, June 24th, 2012

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru berbagi, tapi berbagilah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi. (more…)


Chat with me