Archive for the ‘Renungan’ Category

Tukar Guling Hutang Dengan Kutang Celana Dalam

Thursday, April 5th, 2012

Facebook adalah media yang mampu mempertemukan sejarah. Kawan-kawan lama bisa saling bersua disana. Perjumpaan dengan teman-teman lama inilah dialami oleh Setro, yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha.

Setro bisa bertemu dengan kawan-kawan sekolahnya dulu. Dalam waktu singkat melalui Facebook, Setro bertemu dengan Hadi, Jarwo, bahkan dengan Dina yang dulunya mereka anggap cewek cantik disekolahnya.

Selain aktif berbalas-balas cerita lama, ataupun bercanda gurau dalam Facebook, secara berkala antara Hadi dan Setro bertemu muka. Silaturahmi. Tidak lupa Setro mengajak pacarnya si Denok untuk kodpar. Lambat laun, suasana pertemanan semakin meriah. Kasak kusuk seperti jaman SMA pun kadangkala menyeruak. Biasalah, umur boleh tuwir namun suasana obrolan masih level SMA. (more…)

Bayangan Kematian

Saturday, February 25th, 2012

Bayangkan jika sudah tidak ada lagi sapa
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi perhatian
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi inisiatif
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi pembicaraan
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi kehadiran
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi kecemburuan
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi tuntutan
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi kemanja’an
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi keseimbangan
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi asa
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi rasa
Bayangkan jika sudah tidak ada lagi jalinan
Bayangkan saja … maka itu sudahlah kematian

Bersiaplah wahai generasi baru, sambut kehidupan yang lebih bahagia ๐Ÿ™‚

Gravitasi Sedekah

Thursday, February 23rd, 2012

Usai sudah untuk tahun 2012 pagelaran sosial We Are Family 2012 (WAF 2012) yang digeber oleh komunitasku Bali Outbound Community (BOC). Agenda WAF ini sudah terselenggara kedua kalinya sejak tahun 2011 dan bakal dijadikan agenda tahunan oleh BOC. Semoga Allah, Tuhan Semesta Alam memberikan kemudahan. Amin.

Pada intinya, WAF ini mengandung unsur anak-anak panti asuhan dan masyarakat umum. Mereka kita ajak untuk rekreasi dan belajar sesuatu dalam permainan di sebuah lokasi wisata. Berusaha membuat aksi sosial versi lain daripada yang lain lah. Umumnya dalam kegiatan sosial anak-anak itu diundang seremoni, makan-makan trus diberi santunan. Itu kami anggap agak tradisional, kurang kreatip hehehe. Untuk detail kegiatan WAF yang superb kreatif, bisa dibaca di laporan kegiatan berjudul Negara Alam Semesta WAF 2012. (more…)

Zero alias Jangan Berharap

Monday, January 23rd, 2012

Lagi menelusuri para anggota TDA Bali, mencari tahu siapa mereka melalui twitternya. Ketemu teman-teman Mas Fajar, Pak Eko, Mas Hendra dan Mas Yana. Tak lupa klik follow mereka. Perhatian tertuju ke blog nya Mas Yana. Ada tulisan menarik berjudul Zero. Kubaca perlahan dan asal tulisan itu ternyata dari blog nya Pak Jaya Setibudi. Seorang mentor bisnis yang seminar nya pernah kuikuti. Seminar berjudul “The Power of Kepepet”. Yah, langsung aja aku share disini, semoga bermanfaat.

Cerita Pak Jaya Setiabudi :

Beberapa lalu lalu Om Bob Sadino menelepon saya, sekedar memberitakan bahwa beliau telah menerbitkan buku baru, berjudul โ€œBob Sadino; Orang Bilang Saya Gilaโ€. Ehh, pas kebetulan saya sedang di Jakarta, Om Bob-pun mengatakan,โ€Jay, mampir donk kesini, kangen nih aku ngobrol sama kamu!โ€. Spontan saja saya meluncur kesana. Untuk ketiga kalinya saya berkunjung ke rumah Om Bob, masih saja saya terkagum akan apa yang telah dicapainya. Di atas tanah seluas 2 hektar, berdiri bangunan bergaya klasik nan kokoh, memberikan kedamaian. Di halaman parkir, terdapat beberapa mobil mewah, antara lain 2 buah jaguar bernomor polisi โ€˜2121โ€™. Jangan ditanya kenapa nomornya โ€˜2121โ€™ (baca: tuan-tuan), pasti Om Bob akan menjawab,โ€Masa saya nyonya-nyonya!โ€ Jika Anda menelusuri sepanjang rumah Om Bob, Anda hampir tidak percaya dibuatnya. Di kepadatan bangunan jalan Lebak Bulus P&K, terdapat pemandangan lain yaitu lapangan berkuda yang terletak di bawah beranda rumah Om Bob. (more…)

Agungkan Yang Tak Pasti

Sunday, January 22nd, 2012

Sepi aku sendiri terjebak direntan hari
Takut menghalangi batasi gerak diri
Akal sehatku mati agungkan yang tak pasti
Mautpun membayangi tak sanggup kusembunyi

Satu sisi telah terhapus sisakan perih
Satu sisi telah terlahir memecah sunyi

Asa yang menari menggeliat dibenakku
Samar nurpun melambai
Memanggilku ‘tuk kembali

Satu sisi telah terhapus sisakan perih
Satu sisi telah terlahir memecah sunyi

Satu sisi melimpah berkah memeluk lelahku
Satu sisi takkan kulepas temani hariku

Satu sisi telah terhapus
Sisakan perih yang dalam
Satu sisi telah terlahir
Pecahkan sunyi yang panjang

Kau Datang Seketika

Saturday, January 21st, 2012

Engkau datang tiba-tiba
Tak terencana dan tak tinggalkan suatu petunjuk
Yang pasti, kedatangan itu ada untuk membuat kita semakin berbinar
Itu yang kuyakini dan tampak nyata dipelupuk mata kita

Bergairah saling mempesona
Ketika kita bersatu dalam rasa yang bergolak
Akibat dari sesuatu yang tiba-tiba
Menyapih rasa dahaga berkepanjangan

Kita saling bercerita
Saling bercumbu canda
Dan membelai mesra

Tiba-tiba alam sadar terhenyak …
Lalu berkata, Ah … itu masa silam ๐Ÿ™‚

Suara yang tak lagi bermakna

Wednesday, January 4th, 2012

Suara itu lirih, perlahan menghilang
Seperti tertimbun sesak tak beralasan
Namun, aku sepertinya punya alasan tersendiri
Mengapa suara itu perlahan sirna

Suara itu biasanya digunakan untuk bercengkerama
Bersahutan satu sama lain saling menghayati
Makna dalam bait-bait cerita

Suara itu menyapih batin
Membelai sukma
Memanjakan jiwa
Bahwa kita saling bertenggang rasa

Lambat laun, aku menangkap adanya pemberontakan
Bahwa suara tidaklah penting untuk menggema
Bahwa sesuatu hal lain yang lebih untuk diutamakan
Diantara gelimpangan nafsu-nafsu duniawi …
Yang tampak mulai nyata

Semakin kubertanya, suara itu lantang berteriak
Tidak lagi merdu di telinga
Ciptakan nada-nada sumbang
Menodai ketentraman batin

Semoga saja ini adalah alasan yang tak bermakna
Hanya bisikan yang sumbang
Dari dalam hati

Bagaimanapun jua, aku kangen untuk saling bersuara, lebih dari apapun, di dunia ini.

Apa Yang Ingin Anda Dengar Dari Pelanggan?

Friday, September 23rd, 2011

Pelanggan memiliki kemampuan untuk mencurahkan isi hatinya, apapun itu. Apalagi jika suara pelanggan itu datang atas undangan kita yang mempersilakan mereka menyampaikan pendapatnya. Maka kita perlu mempersiapkan diri untuk mendengar sesuatu yang boleh jadi, bukan yang โ€™inginโ€™ kita dengar.

Kenyataannya, semua orang adalah pelayan sekaligus pelanggan bagi orang lain. Misalnya, sebagai pedagang atau karyawan, Anda melayani klien atau orang yang membeli produk dan jasa Anda. Tetapi, saat membeli nasi uduk, Anda adalah pelanggan bagi penjualnya. Jadi siapapun Anda layaklah untuk mencoba mengingat kembali; pada saat melayani orang lain, apa sesungguhnya yang ingin Anda dengar dari mereka? (more…)

The Golden Goodbye

Sunday, August 21st, 2011

Terkadang, Anda membutuhkan
The Golden Goodbye.

Tuhan menciptakan Anda
sebagai jiwa yang dikasihi-Nya,
yang tidak direncanakan untuk dinistai
oleh orang lain atas nama cinta.

Jika dia mencintai Anda,
dia tidak akan mampu menyakiti Anda,
atau merendahkan Anda,
dan tidak akan mengkhianati Anda
dan mengatakan bahwa Anda
adalah sebab dari pengkhianatannya.

Perpisahan dari orang seperti itu
adalah perpisahan emas.

The Golden Goodbye.

Anda berhak untuk berbahagia.

Tegaslah.

Mario Teguh

Kangen

Wednesday, August 10th, 2011

Kau tak akan mengerti
Bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

Kau tak akan mengerti
Segala lukaku
Karena luka telah sembunyikan pisaunya.

Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.

Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
Aku tungku tanpa api.

(WS Rendra)


Chat with me