Kewirausahaan

Kekasih Hati Muncul di Media Cetak dan Online Nasional, Republika!

Kabar dari Mas Achmad (teman dari Bank Indonesia) via FB dan kabar dari wartawan media cetak nasional Republika membuat saya tersenyum bahagia. Entitas bisnis istri saya bernama Catering Kita Bali naik beritanya baik secara cetak maupun epaper online pada 9 Maret 2017. Alhamdulillah. Terima kasih.

Perjuangan kami penuh lika-liku dan terlalu sering menahan air mata (biar dramatis hehehe). Mulai dari hubungan kami dari tahun 2007 yang sempat jarak jauh selama 7 tahun dari Denpasar – Mojokerto, sampai dengan berhentinya istri dari 14 tahun jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) pada tahun 2013 dan memutuskan untuk hijrah berkumpul jadi satu di Denpasar – Bali.

Ayo share

Read the rest of this entry »
Pengorbanan dalam Zona Nyaman

Bisnis properti beberapa tahun belakangan lesu, kata teman saya yang lulusan arsitek. Bos nya dia dulunya punya 4 ahli arsitek dan sekarang habis. Bahkan dia sekarang diposisikan sebagai freelancer oleh bos nya.

Kita sekarang beda dengan 17 an tahun silam. Punya anak-anak yang sekolah. Tanggungan cicilan/hutang ini itu yang harus diselesaikan. Disisi lain, operasional keluarga harus tetap ngepul. Kegelisahan tampaknya tetap bergelayut untuk urusan pendapatan keluarga.

Ayo share

Read the rest of this entry »
Mahasiswa! Business is dangerously fun!

Mahasiswa dikenalkan dengan dunia wirausaha. Mereka telah mencipta prototype produk. Bahkan sudah beromzet dan punya profit. Kebanjiran duit! Mrinding!

Yang tak terduga tuh ketika produksi sudah meningkat dan cashflow menajak, begadang pun dilakoni. Permintaan pelanggan pun selalu diutamakan diantara tumpukan laporan pratikum. Waktunya kuliah dan asistensi ternyata bangun kesiangan. Kena telpon pelanggan, dengan sigap harus dituntaskan. Kawatir pelanggan kecewa.

Ayo share

Read the rest of this entry »
Customers only care with their problem!

What’s the problem you are trying to solve? Customers only care with their problem! Sell the problem you solve!

Customer punya masalah. Dia akan cari produk dipasaran untuk tuntaskan masalahnya. Ternyata banyak merk produk itu dipasaran. Maka customer akan pilih merk itu berdasarkan harga, kualitas, reputasi dan bahkan kesukaan.

Ayo share

Read the rest of this entry »
The Muncul then Do It, Naik Kelas!

Setelah Mukernas TDA II 4.0 selama 3 hari di Solo, saya lanjut terbang ke Jakarta. Ada kegiatan 3 hari juga di organisasi satunya lagi bernama Pro Indonesia. Yaitu organisasi sosial kewirausahaan yang punya gerakan Onein20 (OIM – One In 20 Movement), gerakan mencetak 1juta wirausahawan Indonesia. Kebetulan saya dari tahun 2015 sampai Januari 2017 jadi koordinatornya OIM Pro Indonesia Bali.

Tahun 2015 silam, kepengurusan saya telah berhasil membuat gerakan OIM di Bali yang dimulai dengan seminar kewirausahaan Onein20 Bali. Dibuka langsung oleh founder Pro Indonesia Bapak Budi Satria Isman. Beliau ini mantan CEO Coca Cola Indonesia dan mantan CEO Sari Husada, pemilik merk susu SGM. Setelah pensiun muda, Pak Budi panggilan akrab nya, mentasbihkan diri tenaga dan pikirannya untuk membantu perekonomian Indonesia dengan mencetak pengusaha. Gerakan OIM Pro Indonesia inilah salah satu maha karya beliau untuk Indonesia.

Ayo share

Read the rest of this entry »
Berapa Trilyun Harga Matamu?

Sebuah perenungan dari salah satu aksi di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Komunitas Bisnis Tangan Diatas (TDA) II 4.0 di Surakarta, 19-21 Januari 2017.

Saya beberapa bulan lalu menjabat sebagai Ketua TDA Bali. Harus ikutan Mukernas dan ajak I Made Sugita, salah satu pengurus dan partner saya di TDA Bali. Berangkatlah kita ke Solo alias Surakarta. Bertemu dengan ratusan pengurus TDA seluruh Indonesia! Lebih dari 50 an pengurus daerah! Keren yak.

Dari rangkaian acara yang nanti dibawah akan saya ceritakan, ada salah satu bagian dari acara yang bisa jadikan momentum kesekian untuk kita semua selalu bersyukur. Ditengah acara, waktunya makan siang. Namun caranya tidak seperti biasa nya. Peserta dibagi separo bagian. Ada yang separo ditutup matanya dan separonya tidak. Mereka yang terbuka matanya disuruh melayani ‘si buta’ untuk makan siang.

Terjadilah baris berbaris rombongan ‘si buta’ berjalan perlahan mendekati area makan siang. Disuruh duduk dan mendapatkan bagian-bagian makan siang. Mulai piring, sendok, nasi, lauk, sambal, minum, tisu dan sampai dituntun kembali ke tempat semula, didalam ruangan pelatihan.

Inilah luapan perasaanku:

Ayo share

Read the rest of this entry »
Internet bikin si pendiam jadi pebisnis!

Pasangan saya, 14 tahun jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Mojokerto dan tahun 2013 kemarin berhenti. Ya, bahasa orang yang geregetan pada kami adalah: PNS nya dicampakkan!

Alasannya apa? Dari berbagai motif, yang lebih tepat adalah mencari surga, mengikut pasangan nya (suami) ke Bali. Salut dan angkat topi buat pasangan saya!

Beberapa bulan setelah tinggalkan PNS, pasangan saya membuka warung dan tidak butuh waktu lama untuk sukses. Sukses menuju bangkrut! Berfikir untuk bisnis lain yaitu catering. Namun, pasangan saya sudah deklarasi bahwa dia bukan tipe marketer. Dia terbiasa kerja, diperintah. Jadi kalau disuruh sales marketing catering, dia tidak bisa bicara. Tidak bisa memulai percakapan. Ya jelas mogok, tidak bisa jualan. Sambil menjalani catering, istri dan saya pernah 1 tahun jualan pecel pake mobil di car free day Renon.

Ayo share

Read the rest of this entry »
JRX: Sebuah Paradoks Melankolis

JRX aka Jerinx personel band cadas Indonesia Superman Is Dead (SID) juga seorang pebisnis. Pernah gagal, jatuh dan akhirnya bangkit dengan brand RMBL nya.

Bisnis clothing ini punya playing field dan market landscape yang jelas. Para ‘jiwa pemberontak’ dan penikmat perubahan yang biasanya ada di dunia aktivis ingin dilekatkan dengan fashion yang modis. Tidak selamanya kaum ‘pemberontak’ ini terlihat lusuh namun harus modis stylish. Ini paradoks 🙂

Ayo share

Read the rest of this entry »
Pesta Wirausaha Bali 2016 terlaksana!

Pesta Wirausaha Bali 2016 akhirnya terlaksana pada 10-11 Desember 2016 dan dibuka oleh Walikota Denpasar, Bapak Rai Mantra! Alhamdulillah Ya Allah Ya Tuhanku! Event tahunan ke 3 untuk komunitas bisnis Tangan Diatas (TDA) Bali. Complete me yang baru menjabat beberapa bulan sebagai ketuanya. Hasil kerja keras panitia PW Bali 2016 saudara I Made Sugita beserta kami semua di TDA Bali. Bisa berbuat sesuatu menebar manfaat positif bagi Bali!

14 pembicara bisnis yang inspirasional! 250 orang pengunjung! 24 sponsor! 13 supporter! 44 tenant bisnis! Diliput oleh media-media online ternama Bali! Disebarkan oleh tokoh-tokoh fenomenal! Laporan kegiatannya bisa dibaca disini deh.

Ayo share

Read the rest of this entry »
UKM Hebat! Tahan Banting!

Ketika handle seminar atau workshop, aku bukanlah EO profesional. Dadakan saja, merasakan seni dan tantangan sukseskan sebuah acara yang kuyakini membawa manfaat bagi diri pribadi dan masyarakat. Rata-rata aku suka handle acara sosial yang non profit oriented. Termasuk Pesta Wirausaha Bali ini. Murni ngayah klo orang Bali bilang.

Acara meski sifatnya sosial tetap saja butuh operasional. Maka kami, panitia biasanya barter space dengan para sponsor. Bentuknya bermacam namun biasanya panitia suka dana segar.

Ayo share

Read the rest of this entry »

Archives

Marka buku



Copyright © Hendra W Saputro - Berkarya & Berbagi