Nyepi, Andai Sebulan Sekali
Sebuah Renungan Sepi di Kubu Alit, Bali oleh Bapak Glory Muchtar, Minggu, 10.01 PM, 6 Maret 2011 (Tulisan untuk World Silent Day)
Saat saya tulis artikel ini, saya sedang menikmati gerimis di sebuah lokasi di Denpasar. Karena tidak boleh menyalakan lampu maka terpaksa saya mengetik dengan diterangi cahaya monitor laptop yang seadanya. Karena tidak boleh keluar rumah, maka sayapun mengerjakannya di dalam kamar saja. Ya, saya sedang menikmati hari penting umat Hindu di Bali, dan juga di Indonesia, hari raya Nyepi.
Ini pertama kali saya berada di Bali saat Nyepi dan mudah-mudahan bukan yang terakhir kali. Sebenarnya “suasana nyepi” bukan hal baru bagi saya karena di Pesantren selain di bulan Romadlon setidaknya dua kali seminggu kami mengadakan i’tikaf bersama. Semacam weekly retreat sebagai latihan rutin kami untuk madul konsultansi dan mendekatkan diri kepada ilahi.
Read the rest of this entry »