Google Indonesia, Mabes Polri dan PSK

Untuk yang ketiga saya ke kantor Google Indonesia di Jakarta. Kali ini untuk dapatkan materi modul tambahan program Gapura Digital plus program Women Will. Kunjungan pertama lalu untuk traning, kedua untuk selebrasi hari UKM Indonesia. Google harus laporan ke pemerintah hehehe.

Para perwakilan fasilitator daerah di seluruh Indonesia diinapkan oleh Google Indonesia selama 3 hari di Whiz Hotel Falatehan, Blok M, Jakarta. Ternyata daerah sekitar situ tempat mangkal nya para PSK nok hahaha. Tahunya pagi selepas Subuhan saya olah raga mengitari jalanan situ. Eh dihadang wanita seksi dandan nya menor sambil bilang, “Mau kemana mas? Main yuk sama saya?” Saya cuma senyum sambil jalan menghindari dia. Mrinding! Iman dan Imron Alhamdulillah terjaga! Read the rest of this entry »

Hendra Lengser Terbitlah Sidik Prastowo

Pemilihan Ketua komunitas wirausaha TDA Bali bukan berdasar voting ataupun coblosan dari para anggota. Namun hasil musyawarah para ketua ketua sebelumnya yang kami sebut tetua hehehe. Kita sebut pembina TDA Bali. Semacam Majelis Wali Amanah nya daerah lah.

Para kandidat calon ketua muncul dari aspirasi pengurus TDA Bali di kepengurusan saya. Ada 3 nama yang muncul yaitu Mas Fatkur Rohman #SahabatFatkur, Mas Sidik Prastowo #KawanSidik, dan saya Hendra W Saputro #2019OgahGantiKetua. Read the rest of this entry »

Mrinding! Pembicara Nasional di Pesta Wirausaha TDA 2019

Ya Allah tak pernah menyangka pada akhirnya didaulat jadi pembicara di ajang Pesta Wirausaha (PW) Nasional Komunitas Wirausaha Tangan DiAtas (TDA) pada hari Jumat, 25 Januari 2019 lalu di Ecovention Hall, Taman Impian Jaya Ancol – Jakarta.

Saya masih belum mampu menilai penyebab panitia PW memberikan panggung untuk kelas digital nya. Karena saya belum menanyakannya sih. Yang jelas Mbak Deliyana Oktaviani, salah satu panitia PW menghubungi saya untuk membawakan materi Website / SEO (Search Engine Optimization) pada kelas digital tersebut. Read the rest of this entry »

Gaes! Hutang Pesta Wirausaha Bali 2018 Lunas!

Menyisakan hutang dari minus Rp. 27.000.000 (27 juta) setelah acara Pesta Wirausaha (PW) Bali 2018 itu hal baru bagi kami di komunitas wirausaha TDA Bali. Khususnya bagi saya dan para pejuang PW Bali 2018. Ya, anggota kepanitiaan PW Bali kami sebut pejuang PW.

Tapi tenang, hutang yang tercipta pada 25 Februari 2018 itu per 14 Mei 2019 Alhamdulillah sudah lunas! Gimana cara kami melunasinya? Baca terus tulisan saya. Read the rest of this entry »

Kenapa Kegiatan di TDA (Selalu) BerBayar?

Ijinkanlah sebagai pelayan komunitas wirausaha TDA Bali yang saat ini diberikan amanah jadi koordinator pelayan periode 2016 hingga 2019, saya memberikan jawaban atas pertanyaan yang jadi judul artikel ini.

Saya ulangi lagi “Kenapa kegiatan di TDA (selalu) berbayar?” Kalimat ini timbul dari pertanyaan beberapa anggota TDA Bali. Mungkin juga timbul dari anggota TDA daerah lain / masyarakat umum, yang juga mungkin terbiasa gratisan atau terbiasa dapat uang saku dari institusi tertentu jika selesai hadiri kegiatan wirausaha. Saya pernah ingat juga ada salah satu blogger yang menanyakan kegiatan TDA kok selalu bayar. Saya akan coba menjelaskannya.

Kegiatan di komunitas wirausaha TDA ternyata ada yang berbayar dan ada yang TIDAK berbayar alias GRATIS. Kalimat saya ini sebelumnya sudah terdiskusikan dengan para ketua TDA daerah di seluruh Indonesia. Dan juga diketahui oleh pengurus TDA pusat. Read the rest of this entry »

Berkarya Merawat Tradisi, Menjunjung Toleransi

Saya pernah jadi anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada masa mahasiswa. Mungkin itu bisa jadi korelasi saya dengan organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU). Senang jadi bagian mereka. Salah satu alasannya adalah semangat pluralisme, toleransi antar umat bergama nya yang mrinding!

Sejak jaman mahasiswa, PMII selalu harmonis berjuang bersama organisasi-organisasi mahasiswa agama non Islam. Semisal KMHDI, PMKRI, KMK, dll. Saya pun bersyukur berada didalamnya. Berjuang untuk kawal reformasi tahun 1998 dan menurunkan penguasa tiran jaman itu, Bapak Soeharto. Selain itu, antar organisasi juga saling membantu terhadap isu-isu pluralisme beragama. Read the rest of this entry »

TDA Leadership Camp di TDA Bali 2019

Sebuah tantangan di akhir kepengurusan saya di TDA Bali adalah mensukseskan hajatan terakhir dari gelaran TDA Leadership Camp (TLC), yang telah menjadi kerjasama nasional antara Komunitas TDA dan Kubik Leadership sejak 2 November 2017.

Kubik Leadership adalah lembaga training Sumber Daya Manusia (SDM) yang didirikan oleh motivator nasional Bapak Jamil Azzaini. Spesialisasi Kubik Leadership adalah di bidang Leadership dan Pengembangan Diri (Personal Development). Read the rest of this entry »

Bapak Saya Kembar, Anak Pembantu

Untung Subagijo dan Slamet Widodo terlahir kembar dari ibu bernama Sukinem dan Bapak bernama Munrejo. Untung Subagijo keluar terlebih dahulu dari rahim. Maka dalam adat istiadat Jawa dia adalah adik. Sedangkan yang keluar belakangan, bernama Slamet Widodo adalah kakak.

Untung Subagijo dan Slamet Widodo

Bapak saya namanya Untung Subagijo dan Pak Dhe (kakaknya) Slamet Widodo adalah putra asli Madiun. Lahir di Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Madiun pada 17 Agustus 1950 silam. Read the rest of this entry »

Mentoring SEO Untuk Startup INBIS Tohpati

Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar memanggil saya lagi. Sebelumnya pernah berurusan dengan BDI ketika didaulat menjadi trainer Smart Business Map (SBM), untuk penguatan proses bisnis para tenant (startup binaan) agar naik kelas.

Mentoring SEO

Kali ini saya diminta menjadi mentor untuk beberapa startup yang meminta pendampingan tentang SEO (Search Engine Optimization). Saya diminta untuk mentorship mereka selama 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan berbeda-beda startup. Read the rest of this entry »

The Power Of Kepepet Jaman Mahasiswa

Saya jadi semangat ketika diminta bicara didepan para mahasiswa. Mungkin belum bisa move on dari dunia kemahasiswaan ya hehehe. Mungkin juga nasib saya dulu pas jadi mahasiswa tuh penuh himpitan. Sudah ‘miskin’, banyak hutang, tapi kebanyakan kegiatan juga. Sok aktivis lah hahaha.

Saya mencoba berkaca diri bahwa kehidupan jaman SMA dan setelah di dunia kuliah itu beda jauh. SMA saya pendiam dan tidak banyak teman. Ketika kuliah, saya harus hijrah dari Mojokerto ke Denpasar. Tidak punya kenalan dan sendirian. Maka buat apa malu? Jaman kuliah lebih berwarna! Read the rest of this entry »


Chat with me